Manager PT AR Dituntut 5 Bulan Penjara, Denda Rp 500 Juta Akibat Mengusir Wartawan

P.SIDIMPUAN, Oknum Manager PT Agincourt Resources (PTAR) Batangtoru di Tapsel, ST ditunutut lima bulan penjara serta denda Rp 500 Juta akibat mengusir wartawan Harian Waspada, ACM.

Jaksa Penuntut Umum, Yudha Utama Putra SH membacakan dakwaannya Nomor PDM-46/N/.2.14/EP.2/12/2012, pada saat persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan dihadapan ketua majelis hakim, Lodewyk I Simanjuntak SH MH, Anggota Zulfadli dan Wahyudinsyah, serta tsk dan penasehat hukumnya, Selasa (5/6) siang.

Manager perusahaan tambang emas raksasa di wilayah Tapsel itu didakwa akibat mengusir wartawan harian Waspada, ACM ketika liputan pertemuan sengketa lahan antara masyarakat yang mengklaim sebagai pemilik tanah ulayat luat Marancar dengan PT AR yang dihadiri tim fasilitasi dari Pemkab Tapsel digelar di kantor PT AR, Kecamatan Batangtoru, kab Tapanuli selatan pada bulan Agustus Tahun 2011 silam.

Atas perkara tersebut JPU meminta kepada majelis hakim menyatakan ST terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pers, menghalangi tugas wartawan yang sedang mencari informasi, sebagaimana dimaksud dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 18 Ayat (1) sehingga menyatakan pidana terhadap ST dengan pidana penjara selama lima bulan.

Padahal kata JPU, wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistiknya dilindungi oleh undang-undang dan tidak boleh dilakukan pengusiran terhadap wartawan ketika menjalankan tugasnya, apalagi pada pertemuan itu tidak ada yang dirahasiakan. ”Tersangka ST dijerat dengan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 18 Ayat (1) dengan pidana penjara selama lima bulan atau denda Rp 500 juta,” tegas Yudha. Sedangkan penasehat hukum terdakwa dari kantor hukum Benny Abdul Harahap SH diwakili Julisman SH akan mengajukan pembelaan. (007/team) – (Maraiman Rambe)

Baca Juga :  SBY Setuju Zona Waktu RI Disatukan

dscf4030 Manager PT AR Dituntut 5 Bulan Penjara, Denda Rp 500 Juta Akibat Mengusir Wartawandscf4028 Manager PT AR Dituntut 5 Bulan Penjara, Denda Rp 500 Juta Akibat Mengusir Wartawan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

6 Komentar

  1. @DosenSenior saya mengikuti kasus ini hanya untuk keperluan belajar saya di bidang jurnalistik, dan saya tidak menyatakan wartawan tsb tdk profesional, karena saya tidak berhak utk memberikan pernyataan tsb. Saya mengutip dari hasil penilaian Dewan Pers.
    Wartawan memiliki kebebasan untuk meliput memberitakan sebuah informasi, dan ini juga dilindungi oleh UU. Patut digarisbawahi ini adalah kebebasan dengan aturan, ada kode etik di situ yang harus dijalankan oleh wartawan profesional.
    Di sisi lain, bagaimana dengan nasib perusahaan/instansi jika ‘rumah’nya /area privatnya tiba2 dimasuki oleh orang yang tidak diketahui identitasnya. Apakah perusahaan harus pasrah? Bukankah dalam kode etik jurnalistik ada poin menghormati privasi.
    Yang saya pahami juga, wartawan ini hanya diminta keluar ruang rapat dan diberikan kesempatan untuk meliput (termasuk interview dan ambil gambar) setelah rapat selesai.
    Mungkin @dosensenior (dan saya juga) dapat melakukan kajian studi lbh dalam lagi soal ini.
    Eh tapi @dosensenior ini dosen apa ya? Dosen Kebidanan? Pertanian? Sastra? Wah!

  2. Ini hal yang baik di negeri ini. Wartawan bekerja dilindungi banyak undang-undang. Salah satunya terkait keterbukaan informasi. Kalau jaksa penuntut umum jeli, ada banyak undang-undang yang bisa dipergunakan untuk memvonis orang yang menghalangi tugas wartawan. Pasal setiap undang-undang itu mengandung sanksi yang tidak sedikit.

    Tersangka ini cuma dijerat dengan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 18 Ayat (1). Coba KUHAP juga dipakai, UU Keterbukaan Informasi Publik, dll.

    Bisa mampus tuh tersangka. “Hidup wartawan. Serdadu Tanpa Perisai”

  3. Dosen muda@ saya yakin anda seorang Pengacaranya.anda mengatakan wartawan tidak propesional..?Rapat Tertutup…?macam anda aja bah hakimnya udah selesai pula kau bilang.dan ketika wartawan mau meliput harus ada izin..?ijin siapa…?izin nenek lampir…?

  4. Yang saya tau, kasus ini sudah hampir selesai. Dewan Pers melalui satu anggotanya yang ditunjuk sebagai saksi ahli memberikan keterangan bahwa tidak ada tindakan pengusiran wartawan, bahkan wartawan tersebut yang dinilai tidak profesional karena telah memasuki ruang rapat tertutup tanpa ijin.

    Ini bisa jadi salah satu contoh kasus yang baik untuk diberikan kepada mahasiwa Komunikasi/Jurnalistik, bahwa jika kelak mereka menjadi wartawan, ada kode etik yang harus ditaati demi nama baik dan martabat pers Indonesia

  5. Luat Marancar adalah Luat yang subur dan makmur serta mempunyai SDA yang belum banyak diketahui masyarakat umum khususnya kehutanannya, SDA dan SDA hutan lindungnya dan mamalia yang ada diLuat marancar yang masih terjaga oleh masyarakat. Dan perlu pemikiran yang lebih dalam agar keseimbangan antara kepentingan perusahaan tidak semerta merusak lingkungan dengan diawali berusaha mengalihkan hak kepemilikan…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*