Mantan Bupati Nisel jadi Tersangka Korupsi

JAKARTA-Daftar kepala daerah/mantan kepala daerah di wilayah Sumut yang terjerat kasus korupsi kian panjang. Kemarin (26/4), secara resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Bupati Nias Selatan (Nisel) Fahuwusa Laia sebagai tersangka.

Fuhuwusa Laia terjerat perkara dugaan suap kepada penyelenggara negara yang terkait dengan penyelenggaraan pemilukada  sekitar Rp100 juta, yang terjadi pada Oktober 2010. Uang itu sudah disita penyidik KPK. Juru Bicara KPK Johan Budi tidak mau menyebutkan identitas jelas pihak yang disuap. Johan hanya menjelaskan, kejadian dugaan suap berlangsung Oktober 2010. Jadi, pada waktu tahapan pemilukada masih awal-awalnya. Fuhuwusa yang berpasangan dengan Rahmat Alyakin Dakhi, akhirnya kalah dalam pemilukada.

Pasangan yang diusung Partai Demokrat itu kalah dari pasangan Idealisman Dachi-Huku’asa Nduru. Laia sempat menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), Namun MK justru mengukuhkan kemenangan Idealisman-Huku’asa dan sudah dilantik.

Penetapan Fuhuwusa sebagai tersangka seiring dengan naiknya status penyelidikan ke tahap penyidikan perkara ini.
“Setelah melakukan proses penyelidikkan terhadap dugaan terjadinya tindak pidana suap di Nias Selatan, KPK secara resmi telah menaikkan keproses penyidikan dengan tersangka Fahuwusa Laia,” terang Johan Budi di gedung KPK, Selasa (26/4).

“Berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan bahwa pada Oktober 2010, tersangka FL mendatang seseorang penyelenggara negara yang berwenang dalam hal pemilihan kepala daerah di wilayah Sumatera Utara,” papar Johan dalam keterangan resminya. Modusnya, lanjut Johan, tersangka diduga memberikan sesuatu kepada penyelenggara negara dalam kaitan dengan pemilihan bupati, untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu. “Hal ini dikarenakan dia meminta bantuan terkait dengan pencalonan dirinya kembali sebagai Bupati Nias Selatan untuk periode 2011-2016,” kata Johan.(sam/muh)

Baca Juga :  Rahudman Kebal Hukum, Nampaknya

(metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*