Mantan Bupati Palas Hilang dari Pantauan, Polda Segera Tangkap

Sub Direktorat Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut berjanji akan menciduk Asisten Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Berinisial RP yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi di Biro Umum Pemprovsu senilai Rp 13 milyar setelah berhasil menangkap mantan Bupati Palas Basyarah Lubis, Jumat (11/1/2013).

Direktur Reskrimsus Polda Sumut Komisaris Besar Kombes Sadono Budi Nugroho mengatakan, penangkapan terhadap asisten Plt Gubsu tersebut dilakukan andai kata mantan bupati Palas tersebut tidak kabur dari kejaran penyidik Tipikor Polisi.

“Anggota atau tim yang akan menciduknya saat ini masih bekerja di Jakarta untuk mengejar mantan bupati Palas yang saat ini menghilang dari layar monitor penyidik,”kata Sadono.

Menurutnya, setelah melakukan penyidikan terhadap asisten pribadi Plt Gubsu tersebut, tidak tertutup kemungkinan akan membuka ruang bagi sejumlah nama lain dan semakin berkembang luas.

”Kita lihat saja nanti, tetapi tidak tertutup kemungkinan penyidik menemukan sejumlah nama lain, tetapi kita akan menaikkan gradenya setelah mantan orang nomor satu di Palas itu berhasil ditangkap,”tuturnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut menahan tersangka Amninuddin, mantan Bendahara Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsis Sumatera Utara (Setda Provsu) setelah Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit dan menemukan selisih perbedaan senilai Rp 13.044.826.065 dari total penghitungan tiga pos senilai Rp 15.862.062.067.

Baca Juga :  Jadi Bandar Togel, Oknum Pores Padangsidimpuan Dijebloskan ke Bui

Hasil audit tersebut Negara dirugikan senilai Rp13 milyar, perincian kerugian tersebut diantaranya, digunakan untuk SPJ voorijder (pengawalan) pada 1 Januari 2010 sebesar Rp 150 juta, makan minum Rp 2 miliar, listrik sebesar Rp 1 miliar lebih, SPJ 1 Januari – 30 Juni pada belanja sehari-hari di rumah dinas sebasar Rp 50 juta. Anggaran tersebut keseluruhannya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010, namun dibayarkan pada APBD tahun 2011.

Dalam kasus tersebut ada lima calon tersangka, yakni Rahmatsyah (mantan Plt Sekda), Asrin Naim (Asisten IV/Administrasi Pemprov Sumut), Harianto Butar-Butar (Kabag Perbendaharaan Biro Umum), serta dua PNS di Biro Umum (Suweno dan Namen Sitepu). (ton/tribun-medan.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*