Mantan Bupati Palas Terancam ‘Gol’

MEDAN – Mantan Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis sepertinya akan segera dijebloskan sel tahanan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) karena kasus korupsi yang menjeratnya. Terlebih Basyrah Lubis yang dijadikan tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek multiyears senilai Rp6,7 miliar tersebut belakangan  sering mangkir saat dipanggil Polda Sumut terkait kasus korupsi tersebut.

Kabar menyebutkan kalau  mantan orang nomor satu di Palas itu beralasan karena mengurus masalah pemecatannya sebagai bupati. “Yang bersangkutan beralasan sedang mengurus proses pemecatan. Tapi, itu bukan alasan yang patut dan wajar di hadapan hukum,” kata Direktur Reskrim Khusus (Direskrimsus) Polda Sumut Kombes Sadono Budi Nugroho, hari ini.

Karena tidak memenuhi panggilan pertama, lanjut Sadono, pihaknya akan mengirimkan surat pemanggilan kedua untuk diperiksa pada Kamis, (20/12) mendatang. “Kalau panggilan kedua tidak hadir juga, akan kita upayakan penjemputan paksa,” katanya sembari menyebutkan saat ini belum ada upaya penahanan terhadap Basyrah Lubis.

Kordinator Komisi Kajian dan Advokasi Hukum (Kashum) Sumut Luhut Parlinggoman Siahaan, mengatakan, mangkirnya Basyrah Lubis dinilai sebagai tindakan tidak kooperatif. “Mangkir dengan dalih mengurus masalah pemecatan sangat tidak logis. Harusnya Basyrah Lubis taat hukum. Polda Sumut bisa mengambil sikap dengan melakukan penahanan,” katanya.

Menurut Luhut, penahanan itu bisa mempermudah penyidikan  terhadap yang bersangkutan karena dipastikan tidak akan beralasan untuk mangkir. “Tidak ditahan juga akan mengurangi kekhawatiran tersangka akan menghilangkan alat-alat bukti,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Kecewa Dengan Kinerja Bupati Palas

Sebelumnya, Dir Reksrimsus Sadono mengungkapkan, pembangunan prasarana perkantoran (proyek multiyears) yang dibangun di atas tanah seluas 5 hektar telah ditemukan kejanggalan.

Dari audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian negara sebesar Rp6.048.827.227,73 yang hilang dari DAK/DAU. Temuan lainnya, pembayaran alat berat untuk proyek tersebut juga masih nunggak.

Disebutkan, berkas yang disidik dan hasil gelar perkara menetapkan lima tersangka yakni mantan Bupati Palas Basyrah Lubis, mantan Kadis PU Palas Chairul Windu, Abdul Hamid Nasution yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Paruhum Daulay sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) dan Ketua DPRD Palas HM Ridho.

HM Ridho ditetapkan sebagai tersangka melalui gelar perkara Polres Tapsel dalam penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan prasarana perkantoran (proyek multiyears) senilai Rp6,7 miliar pada Rabu 25 Januari 2012 lalu di Mapoldasu.

Waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*