Mantan Kacab Pegadaian Padang Sidimpuan Divonis 54 Bulan Penjara

Medan- andalas Mantan kepala Perum Pegadaian cabang Kota Padang Sidimpuan, Sumatera Utara, Zainul Asri Nasution, divonis empat tahun enam bulan penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi di Perusahaan BUMN itu dan merugikan uang negara sebesar Rp1,4 Miliar  di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (20/3/2013).

Tidak hanya kurungan Badan, Majelis Hakim yang diketuai Suhartanto juga mewajibkan membayar denda Rp 200 Juta Subsideir 3 bulan penjara. Selain itu Hakim mewajibkan membayar Uang Pengganti (UP) Rp 948.652.717,-

“Dengan ketentuan jika tidak sanggup membayar maka harta benda terdakwa disita dan dilelang untuk negara. Apabila harta benda tidak mencukupi maka mengganti dengan kurungan penjara selama 2 tahun.”Ucap Hakim Suhartanto.

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sartono Siregar dari Kejari Padangsidimpuan, yaitu 6 tahun penjara denda Rp200 jutaSubsideir 6 bulan penjara Uang Pengganti Rp1,3 Miliar Subsideir 3 tahun penjara.

Dalam putusannya disebutkan,  Zainul Asri Nasution diketahui menahan uang pelunasan kredit gadai sejumlah nasabah Pegadaian cabang Kota Padangsidimpuan pada 2009. Dia membuat 28 surat bukti kredit fiktif tanpa barang jaminan dengan total nilai Rp1,4 miliar.

Dalam pemeriksaan, Zainul berkilah dana itu diselewengkannya untuk mengganti emas 2,5 kg yang dititipkan nasabah bernama Merry Pulungan. Dia mengaku logam mulia itu dirampok saat disimpan di brankas pribadinya.

Baca Juga :  Demi Indonesia, Riedl Tolak Tawaran Menggiurkan

Zainul menyatakan Rp 900 juta dari Rp 1,4 miliar itu digunakannya untuk mencicil utang akibat emas titipan yang dirampok Rp 132 juta, dia pakai untuk usaha jual beli mobil bekas. Sisanya digunakannya untuk kepentingan pribadi.

Usai membacakan hasil putusan tersebut Hakim Suhartanto mengatakan memberikan kesempatan Terdakwa dan JPU menyatakan sikap.

“Terdakwa dan Penuntut Umum memiliki waktu 7 hari untuk menyikapi putusan hakim ini.” Katanya. Namun Kedua belah pihak baik Terdakwa yang didampingi penasehat hukum maupun JPU belum menyatakan sikap. (starberita)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*