Mantan Kadis PU Palas Ditangkap di Hotel Garuda Plaza

DIGIRING – Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Chairul Windu digiring ke ruang Penyidik Ditreskrimsus Poldasu untuk dilakukan pemeriksaan.

Korupsi Multi Years Rp 6 M

Medan-andalasMantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Chairul Windu ditangkap petugas Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu dari salah satu hotel di Medan, Rabu (19/12) malam.

Chairul ditangkap karena tidak memenuhi panggilan penyidik Tipikor Poldasu dalam kasus korupsi proyek multi years sebesar Rp6 miliar dari APBD Pemkab Palas TA 2009.

Sementara itu, Mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis yang diduga terlibat dalam dugaan kasus korupsi itu masih diburon tidak memenuhi panggilan penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu.

Direktur Reskrimsus Poldasu, Kombes Pol Drs Sadono Budi Nugroho SH, kepada wartawan, Kamis (20/12) mengatakan, mantan Kadis PU Palas itu ditangkap, Rabu (19/12) sekira pukul 21.00 WIB saat sedang santai dengan temannya.

“Kita sudah panggil beberapa kali sebagai tersangka namun yang bersangkutan tidak datang, dengan terpaksa kita cari dan akhirnya kita tangkap di salah satu hotel di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Medan,” kata Sadono.

Sadono mengatakan, Chairul Windu melakukan korupsi proyek multi years saat menjabat Kadis PU.

Terkait kasus itu, penyidik Tipikor Dit Reskrimsus Poldasu dan Polres Tapsel menetapkan lima tersangka, mantan Bupati Palas Basyarah Lubis, mantan Kadis PU Chairul Windu, Ketua DPRD Palas HM Ridho Harahap, Abdul Hamid Nasution yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Paruhum Daulay sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD).

Baca Juga :  Cegah Gratifikasi - Kemenag P. Sidimpuan Terapkan Tarif Nikah dan Rujuk Rp 30 Ribu

Namun yang ditangani Tipikor Poldasu hanya dua tersangka yaitu mantan bupati Palas dan Ketua DPRD Palas  karena melihat situasi dan kondisi di wilayah Polres Tapsel yang dipenuhi kepentingan politik.

Sedangkan tersangka Abdul Hamid Nasution dan Paruhum Daulay serta mantan Kadis PU, Chairul Windu ditangani Polres Tapsel.

“Tersangka Chairul Windu akan diserahkan ke Polres Tapsel karena BAP nya sudah diserahkan ke Kejari Tapsel namun Chairul Windu justru “menghilang” ketika akan diserahkan ke Jaksa,” kata Sadono.

Diburon

Dirreskrimsus Poldasu Kombes Sadono Budi Nugroho juga mengatakan, saat ini, mantan Bupati Palas, Basyarah Lubis menjadi buronan karena tidak pernah bersedia memenuhi panggilan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

“Seharusnya tersangka (Basyrah Lubis red) datang memenuhi panggian sebagai tersangka pada Kamis 13/12 lalu,  namun tidak datang hingga dilayangkan surat panggilan kedua. Dengan terpaksa kita buron dan nantinya akan dilakukan penahanan,” terang Sadono sembari menambahkan, kasus itu terjadi saat Basyarah Lubis menjabat Bupati Palas.

Ditambahkan Sadono, Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap telah diperiksa terksit korupsi proyek multi years sebesar Rp6 miliar namun belum dilakukan peenahanan.

“Satu-persatu akan kita tahan. Dia (HM Ridho Harahap, red) belum dilakukan penahanan karena diyakini tidak melarikan diri apalagi masih menjabat Ketua DPRD Palas,” katanya.

Diterangkannya, proyek multi Years itu berasal dari Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum (DAK/DAU) Tahun Anggaran 2009 di Pemerintahan Kabupaten Palas antara lain pembangunan prasarana perkantoran (proyek multi years) yang dibangun di atas tanah seluas 5 hektare, berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut, dengan kerugian negara sebesar Rp.6.048.827.227,73 yang hilang dari DAK/DAU.

Baca Juga :  Padang Lawas Institute : Bupati Harus Segera Copot Kaban Bappeda Palas

Selain itu, ada temuan lainnya yakni pembayaran alat berat untuk proyek tersebut juga masih nunggak. (HER)

http://harianandalas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*