Mantan Napi Tewas Dimassa Di Paluta

PALUTA – Panji (50), Marasati (26), dan M Ali, ditetapkan sebagai tersangka atas aksi main hakim sendiri yang menyebabkan seorang mantan napi, Impong Harahap (25), tewas. Mulai kemarin, ketiganya sudah mendekam di tahanan Mapolsek Padang Bolak.

“Kita sudah mengantongi tiga nama tersangka, yakni pemilik rumah, Panji, dan anaknya Marasati, lalu M Ali,” kata Kanit Reskrim Polsek Gunung Tua, Iptu Dodi Pratama, kepada METRO, melalui telepon selulernya, Minggu (19/6).

Kanit menambahkan, penetapan ketiganya sebagai tersangka sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas. Dalam pemeriksaan, Panji dan Marasati mengakui telah melakukan pemukulan kepada Impong Harahap. “Sedangkan penetapan satu warga lainnya, M Ali sebagai tersangka sesuai dengan hasil penunjukkan di lapangan serta pemeriksaan terhadap Marasati,” terang kanit.

Sesuai hasil visum, sambung kanit, penyebab kematian disebabkan kekerasan oleh benda tumpul di beberapa bagian tubuh korban. Salah satunya yang terlihat adalah pada bagian belakang kepala.

Kanit menegaskan, ketiga tersangka dikenakan pasal 170 jo 351 ayat 3 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. “Dalam waktu dekat sudah ada tersangka lain yang ditangkap. Saat ini, kita masih terus melakukan penyelidikan di lapangan,” ungkapnya.

“Tadi siang (kemarin) sekitar pukul 14.0 WIB, tersangka sudah dijenguk keluarga masing-masing. Keluarga almarhum (Impong) juga sudah mendatangi Mapolsek. Namun, karena masih dalam suasana berduka, mereka belum mengambil sikap untuk menuntut atau tidak. Namun, karena peristiwa ini sudah berkaitan dengan hukum dan mengakibatkan nyawa melayang maka menuntut atau tidak, tersangka tetap akan diproses,” tukas kanit.

Baca Juga :  Jembatan Aek Botung Dibangun - Buka Keterisoliran Warga Sihulambu

Tindakan brutal yang dilakukan warga Desa Hambulo kepada Impong Harahap yang tepergok hendak mencuri di kediaman Panji, hingga menghembuskan nafas terakhirnya, ditanggapi negatif oleh sejumlah warga dengan rekan-rekan korban.
S Harahap (43), misalnya. Menurutnya, aksi yang dilakukan warga Desa Hambulo kepada Impong bukan lah kelakuan seorang manusia, melainkan tingkah laku binatang.

“Kalau memang sudah salah pekerjaan kawan kami itu (Impong,red) kan ada kepolisian yang bertindak. Dipukuli hingga meninggal itu sudah melanggar HAM. Negara kita negara hukum,” ujarnya.

Diutarakannya, pihak kepolisian harus serius menangani kasus ini. Tersangka yang kini mendekam di tahanan Polsek Gunung Tua harus dihukum seberat-beratnya atas perbuatan keji yang telah dilakukannya. “Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, sehingga hukum negeri ini ditegakkan,” tegasnya.

Di tempat terpisah, sejumlah warga Hambulo, berharap ada keringanan hukuman bagi warga yang ditetapkan sebagai tersangka pemukulan.”Kita minta aparat terkait memberikan keringanan kepada ketiga warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, apa yang dilakukan itu bukan disengaja akan tetapi terjadi secara spontan,” kata beberapa warga hambulo, Minggu (19/6) yang enggan namanya dikorankan. (thg/ann) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*