Mantan pejabat Padang Lawas Sumut jadi buronan

Polisi memburu Chairul Windu, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara. Tersangka pembangunan prasarana perkantoran di Kabupaten Palas ini dicari karena mangkir saat akan diserahkan ke kejaksaan.

“Kejaksaan Tapsel sudah menyatakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Chairul Windu lengkap (P21). Namun, saat dipanggil untuk pelimpahan tahap dua bersama barang bukti, dia terus mangkir. Polisi sudah menerbitkan surat penjemputan paksa. Namun, dia tetap saja menghilang. Makanya kita cari terus untuk segera diserahkan ke jaksa,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho di Mapolda Sumut, Rabu (19/9).

Chairul Windu disangka terlibat korupsi dalam pembangunan prasarana perkantoran di atas tanah seluas 5 hektare di Kabupaten Palas. Berdasarkan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut, dalam proyek multiyears ini terdapat kerugian negara sekitar Rp 6 miliar. Bahkan, pembayaran alat berat dalam proyek ini juga masih ditunggak.

Selain Chairul Windu, terdapat empat tersangka lain yang telah ditetapkan dalam kasus ini. Keempatnya yaitu mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis, mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek itu, Abdul Hamid Nasution, Bendahara Umum Daerah (BUD) Palas, Paruhum Daulay, dan Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap. Kasus ini sepenuhnya ditangani Polda Sumut.

Mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis, sudah dipanggil penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun, dia juga mangkir.

Baca Juga :  Terkait Kantor Sekwan Palas Dipalang

“Dalam waktu dekat ini kita akan layangkan pemanggilan kedua. Kalau tidak datang juga, akan kita layangkan surat pemanggilan ketiga sekaligus dijemput paksa,” tegas Sadono.

[merdeka.com]

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*