Mantan Sekda Tapanuli Selatan Jadi Sorotan KPK

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyorot tiga kasus korupsi yang terjadi di Sumatra Utara.

Bahkan ketiga kasus tersebut pihak KPK memberikan supervisi atau petunjuk kepada pihak kejaksaan tinggi Sumatera Utara, Kamis (5/5/2011).

Adapun ketiga kasus yang mendapatkan atensi dari KPK saat berkunjung ke Kejati Sumatera Utara, diantaranya dugaan korupsi APBD Tapanuli Selatan dengan tersangka Mantan Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan (Tapsel) RH, dugaan korupsi pelaksanaan MTQ dan Double penghasilan ganda yang melibatkan Mantan Walikota Tanjungbalai, SH serta dugaan korupsi yang melibatkan Mantan Sekda Sergai OK AZ.

Saat dikonfirmasikan mengenai tiga kasus yang ditangani kejati menjadi perhatian khusus KPK kepada Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejatisu, Erbindo Saragih membenarkan permasalahan tersebut.

Memang saat berkunjung ke Kejati Sumatera Utara Tim KPK, yang dipimpin Direktur Penindakan, Ade Raharja mencermati penanganan kasus, khusus terhadap kasus dugaan korupsi yang melibatkan oknum Kepala Daerah RH.

Kendala yang dihadapi bukanlah masalah teknis akan tetapi masalah perizinan.

Jadi sesuai dengan kewenanggan KPK yang diatur dalam undang-undang memberikan supervisi kepada pihak kejaksaan. Lebih lanjut Erbindo mengatakan Untuk perkara dugaan korupsi mantan Sekda Tapanuli Selatan yang kini Walikota Medan Rahudman Harahap terus berjalan dimana saat ini masih menunggu proses perhitungan audit kerugian dari BPK.

Dikatakan Erbindo Saragih, karena untuk salah satu syaratnya, harus ada kerugian negara yang ditetapkan berdasarkan audit BPK atau BPKP.

Baca Juga :  Kunjungi Sumut, Jokowi Groundbreaking Perluasan Pelabuhan Sambas Sibolga

Dikatakannya juga, BPKP saat ini masih bekerja menghitung kerugian negara dimana semua data-data kerugian negara sudah diberikan kepada pihak tim audit.

Tak hanya itu berbagai dugaan korupsi, yang melibatkan kepala daerah, mantan kepala daerah dan SKPD yang saat ini kasus sudah sampai di kejaksaan terus diproses dengan pemanggilan keterangan sejumlah saksi.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*