Mantan Tentara Mau Beli Ganja Pakai Uang Palsu

Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk didampingi Kasat Reskrim, AKP SM Siregar SH menunjukkan barang bukti berupa Rp42 juta upal pecahan Rp50 ribu.

Romli (24), mantan prajurit TNI dari Bataliyon Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, gagal membeli ganja dengan uang palsu (upal) miliknya. Pasalnya, ia dan temannya Purnomo (22) lebih dulu dibekuk petugas Polres Madina, saat hendak bertansaksi Senin (4/4) lalu. Dari tangan mereka disita Rp42 juta upal.

Kedua pelaku merupakan warga Kelurahan Bulakan Badai Kandi, Kecamatan Payakumbuh Barat, Propinsi Sumatera Barat. Mereka ditangkap dari salah satu bengkel di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina.
Dalam gelar persnya di Mapolres Madina, Rabu (6/4), Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk didampingi Wakapolres Kompol Hariyatmoko dan Kasat Reskrim AKP SM Siregar SH, menjelaskan, penangkapan bermula dari kecurigaan tiga personel Satreskrim Polres Madina yang sedang patroli malam.

Saat itu, personel Satreskrim melintas dari arah Aek Godang menuju Panyabungan. Tepat di depan kantor Bupati Lama, Kelurahan Dalan Lidang, melintas 1 unit sepedamotor Jupiter MX dengan nomor polisi BA 1640 QX yang dikemudikan Romli.
Kecurigaan petugas semakin besar karena 1 unit mobil Avanza dengan Nopol B 464 ASS dikemudikan Purnomo dengan penumpang Aldi mengikuti dari belakang.

“Merasa curiga dengan dua kendaraan bermotor itu, anggota lalu membuntuti. Kemudian, sesampainya di simpang Lubuk Sibegu anggota mendahuluinya,” ujar Kapolres. Lalu, sambung Hirbak, setelah 1 kilometer dua kendaraan itu didahului, mobil dan sepedamotor masuk ke halaman bengkel Saudara Service di Kelurahan Dalan Lidang Kecamatan Panyabungan.
Selanjutnya polisi putar balik dan menghampiri sepedamotor dan mobil tersebut. “Saat itu anggota menemui Romli yang mengaku anggota TNI dari Batalion Payakumbuh. Kemudian anggota reskrim meminta Romli memanggil kedua kawannya agar ke luar. Namun yang datang hanya Purnomo sementara Aldi melarikan diri. Saat itu juga anggota Satreskrim memboyong kedua tersangka ke Mapolres Madina,” kata AKBP Hirbak.

Baca Juga :  Jalan Simpang Sipiongot Paluta Berlubang dan Terancam Longsor

Setibanya di Mapolres, mobil dan sepedamotor itu digeledah. Di dekat setir mobil ditemukan bungkusan plastik hitam berisi uang pecahan Rp50 ribu berjumlah Rp40 juta. Dari tangan Romli juga disita Rp2 juta pecahan Rp 50 ribu.
“Jumlahnya Rp42 juta. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak bank ternyata uang tersebut uang palsu. Menurut keterangan kedua tersangka, uang tersebut akan digunakan untuk membeli ganja,” terang Hirbak.

Kasat Reskrim AKP SM Siregar menambahkan, setelah dilakukan pengembangan melalui koordinasi dengan satuan TNI Batalion Payakumbuh, ternyata benar Romli bekas anggota TNI. Namun, ia sudah dipecat secara tidak terhormat akibat melakukan pencurian dan telah divonis. “Karena dia mengaku anggota TNI, kita koordinasi dengan Batalion Payakumbuh ternyata Romli adalah bekas anggota TNI yang telah dipecat,” ucap AKP SM Siregar.

Diungkapkannya, dari hasil pemeriksaan, upal tersebut dicetak di Kelurahan Bulakan Balai Kandi Kecamatan Payakumbuh Barat melalui scanning dan dicetak dengan printer canon Pixma MP 258. Orang yang bertugas mencetak upal adalah Harryke Joeli Fardo alias Edo (25). Saat ini, pelaku sudah diamankan Polresta Payakumbuh. “Dari hasil pemeriksaan, sindikat upal ini berjumlah 4 orang. Dua pelaku sudah diamankan Polres Madina dan tersangka pencetak uang juga telah diamankan di Polresta Payakumbuh. Sedangkan seorang lagi melarikan diri,” bebernya.

Polres Madina juga mengamankan 1 unit mobil avanza dan 1 unit sepedamotor Jupiter MX yang digunakan pelaku. “Sedangkan dari Edo, Polres Payakumbuh mengamankan 1 unit printer canon pixma MP 258 dan 2 lembar uang kertas asli pecahan Rp50 ribu. Tersangka disangkakan melakukan tindak pidana pemalsuan uang terjerat pasal 244 subs pasal 245 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tandasnya. (wan/ann) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Permasalahan Pemindahan Ibukota Tapsel - LP2TS Ajukan Rapat Dengar Pendapat Dengan Komisi II DPR RI

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*