Mantan Wali Kota Tanjung Balai Pulangkan Uang Hasil Korupsi Rp500 Juta

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Balai telah dua kali melakukan pemeriksaan terhadap mantan Wali Kota Tanjung Balai dr H Sutrisno Hadi SpOG tersangka kasus korupsi PP 109 tentang kedudukan keuangan kepala daerah. Hasil pemeriksaan, mantan wali kota berjanji akan memulangkan uang sebesar Rp950 juta. Hingga kini, Jumat (7/1), kerugian Negara yang telah dipulangkan Sutrisno Hadi Rp500 juta.

Mantan Wali Kota Tanjung Balai dr H Sutrisno Hadi SpOG telah ditetapkan Kajari sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi PP109 dan kasus MTQ ke 31. Tanggal 11 ini, Sutrisno akan diperiksa kembali.

Di mana pada tanggal 11 Januari, Sutrisno juga berjanji memulangkan sisa uang kerugian Negara sebesar Rp447 juta.
Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjung Balai, Herry Sunaryo SH melalui Kasi Pidsus PDE Pasaribu SH MH, Jumat (7/1).

“Melalui penasehat hukumnya Oloan Hutapea SH dan rekan serta anak mantan wali kota Wahyu Junaidi, Kamis (23/12) hanya memberikan uang sebesar Rp500 juta saja, dan sisanya Rp447 juta akan diberikan pada pemeriksaan selanjutnya yakni tanggal 11 Januari 2011,” ujarnya.

Diungkapkannya, pihak kejaksaan hingga saat ini belum melakukan penahanan terhadap Sutrisno, sebab Sutrisno masih koopertif dan memenuhi janjinya.

Kemudian kejari juga yakin, jika mantan wali kota tidak akan melarikan diri sebab lagi sakit. Pihak kejari juga sudah mengamankan barang bukti. ”Jadi mana mungkin mantan wali kota lari dan menghilangkan barang bukti,” ujarnya.

Baca Juga :  Menurut Data Kementerian Keuangan, Ada Sekitar 472 Perda di Sumatera Utara Yang Dibatalkan

Jika mantan wali kota pada pemeriksaan tanggal 11 ini tidak memberikan sisa uang sebesar Rp447 juta sesuai dengan janjinya, maka pihak Kejari akan melakukan tindakan hukum dan melakukan penahanan terhadap mantan wali kota. Hal ini dilakukan sebab mantan wali kota telah melanggar janjinya.

“Proses hukum akan tetap dilanjutkan sesuai dengan hukum yang berlaku, walaupun mantan wali kota telah mengembalikan uang tersebut. Saat kami masih fokus menyelesaikan kasus PP 109 ini. Setelah selesai kasus ini baru pihak Kejari akan melakukan pemeriksaan terhadap kasus MTQ ke 31,” ucapnya. (sht)-(Metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*