Mapolsek BP Mandoge Nyaris Dibakar Massa

KISARAN-METRO; Seribuan warga mengepung Mapolsek Bandar Pasir Mandoge, Jumat (10/12) malam dan nyaris membakarnya. Aksi ini terjadi karena warga mendapat informasi bahwa L Silalahi (19) salah seorang warga Bandar P Mandoge, Kabupaten Asahan ditangkap polisi karena dituduh sebagai penulis judi KIM, Jumat (10/12) sekitar pukul 20.00 WIB.

72090713d8e0118ae4cca9cd6129afbf67f087b Mapolsek BP Mandoge Nyaris Dibakar Massa
Massa yang jumlahnya hampir seribu orang tampak mengepung Mapolsek BP Mandoge pasca tersiarnya kabar kalau tersangka penulis judi KIM L Silalahi tewas masuk kedalam jurang di jembatan Sungai Silau.

Namun pada malam penangkapan itu, sepedamotor yang dikendarai L Silalahi dan seorang aparat kepolisian yang akan membawa Silalahi ke kantor Polisi dikabarkan masuk ke jurang dan mengakibatkan L Silalahi meninggal.

Informasi dihimpun METRO di tempat kejadian perkara, Minggu (12/12), warga yang langsung bereaksi dan berniat membakar Mapolsek BP Mandoge, setelah mendapat kabar bahwa L Silalahi yang ditangkap saat berada di lokasi biliar masuk ke dalam jurang yang dalamnya kurang lebih 50 meter serta tenggelam ke dasar sungai

M Silalahi (45) keluarga tersangka mengatakan, berita tewasnya korban penangkapan oleh petugas Polsek langsung menyebar, sehingga dalam kurun waktu dua jam, warga yang jumlahnya hampir seribu orang mengepung Mapolsek yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Kami mendapat kabar L Silalahi dikabarkan terjun ke dalam jurang beserta sepedamotornya saat dikejar petugas. Padahal saat itu L Silalahi berada di dalam arena biliar, dan dirinya tidak menulis kupon judi KIM. Tiba-tiba datang petugas Kepolisian berpakaian preman langsung menodongkan pistol dan langsung menangkap pemuda yang baru tamat SMK itu. Kemudian tersangka langsung digelandang ke Mapolsek. Tersangka diminta mengemudikan sepedamotornya sendiri. Sementara satu orang anggota polisi dibonceng dan melaju ke arah Mapolsek. Entah apa sebabnya, di jembatan Sungai Silau, tersangka berikut sepedamotornya dan petugas tersebut masuk ke dalam jurang,” terang M Sinaga (34) warga Sei Kopas yang ikut dalam pengepungan tersebut.

Baca Juga :  Syamsul Hobi Borong Emas

Namun warga mengaku mendapat kabar bahwa petugas yang dibonceng ikut masuk ke jurang, sebab tersangkut di semak-semak begitu juga dengan sepedamotornya, sementara L Silalahi tidak ditemukan.

“Tidak ditemukannya tersangka di dalam jurang tersebut yang akhirnya memicu kemarahan warga yang menganggap L Silalahi tenggelam ke dasar sungai dan tewas akibat ulah polisi,” beber Sinaga.

Kepanikan sempat terjadi ketika warga mulai berkosentrasi di seputar Mapolsek dengan tujuan meminta pertanggung jawaban pihak kepolisian yang dituding warga main tangkap saja.

“Kami mulai berkumpul sekitar jam 23.00 WIB, dan baru membubarkan diri setelah ada kepastian dari pihak keluarga yang menyatakan L Silalahi dalam keadaan selamat.

“Pernyataan yang menyatakan L Silalahi selamat itu diucapkan pihak kepolisian di hadapan Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang dan disaksikan Kapolres Asahan, AKBP J Didiek DP SH, Dan Yonif 126 KC serta unsur Muspida lainnya di halaman Mapolsek BP Mandoge, Sabtu siang (11/12) sekitar pukul 14,00 WIB.

Terpisah, Repang (52) salah satu keluarga tersangka L Silalahi mengatakan, Jumat malam (10/12) sekitar pukul 22.00 WIB, L Silalahi datang ke rumahnya dalam keadaan luka-luka dan basah kuyub.

Ketika ditanya, L Silalahi menjawab, kalau dirinya baru pulang mancing dan kecebur ke dalam sungai, kemudian baru sekitar satu jam langsung berpamitan pulang.”Jadi semua itu karena salah informasi. Informasi yang berkembang anggota Polisi tewas saat terjatuh ke dalam jurang dan sebaliknya warga mendapat kabar kalau L Silalahi pula yang tewas masuk ke dalam jurang. Masyarakat spontan langsung bereaksi dengan kabar tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Proyek Bencana Alam Asahan tahun 2009 Rp. 8,1 M Diduga Dikorupsi

Pantauan METRO, kerumunan warga yang sejak malam hari berkosentrasi di halaman Mapolsek berangsur angsur membubarkan diri setelah perwakilan keluarga menyampaikan pernyataan di hadapan Bupati, Kapolres, Dan Yonif 126.

Akhirnya pihak keluarga memohon maaf kepada pihak-pihak yang telah dibuat sibuk akibat insiden tersebut. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*