Maradu Pasaribu Bacok Bikkas Tangan Kiri Putus

Diduga karena dendam lama, Maradu Pasaribu (38), warga Dusun Simpang Bambu, Desa Sudutan Tigo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, membacok Bikkas Sihombing (37), dengan parang hingga tangan kirinya putus, Sabtu (8/1) sekira pukul 07.30 WIB. Tidak hanya itu, Maradu juga membacok leher belakang warga yang satu dusun dengannya tersebut.

Keterangan diperoleh METRO dari Kapolres Madina, AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK melalui Kapolsek Natal, AKP Antono via telepon selulernya, Minggu (9/1), kejadian tersebut terjadi di rumah korban di Dusun Simpang Bambu yang berjarak sekitar 90-an kilometer dari Kota Panyabungan, ibukota Kabupaten Madina.

Saat itu, tersangka lewat di depan rumah korban hendak ke kebunnya. Tiba-tiba Maradu dipanggil seseorang untuk singgah di dekat rumah Bikkas. Ketika itu juga, Maradu melihat Bikkas. Tersangka kemudian langsung menghampiri korban dan membacokkan parang yang dibawanya ke tangan kiri korban hingga putus. Belum puas, bacokan kedua pun mendarat di leher belakang korban.
”Motifnya adalah dendam lama yang berawal dari satu tahun lalu. Dari keterangan tersangka Maradu Pasaribu bahwa korban yakni Bikkas Sihombing pernah bercerita seloroh kepada mertua tersangka. Dalam pembicaraan itu, si korban mengatakan bahwa tersangka meminta pembagian harta warisan jenis tanah dengan ukuran kurang lebih 2 hektare kepada mertuanya. Dan beberapa waktu kemudian si mertua mendatangi tersangka untuk memperjelas laporan korban tersebut,” sebut Kapolsek Natal. “Berawal dari sinilah tersangka menyimpan dendam kepada korban. Padahal dari keterangan tersangka itu tidak benar kalau dia ingin minta pembagian harta waris,” tambah Kapolsek menirukan keterangan tersangka.

Baca Juga :  Gubsu Dinobatkan Marga Hasibuan

Akibat perkataan korban tersebut, lanjut Kapolsek, tersangka merasa tidak nyaman lagi dengan mertuanya, dan menyimpan dendam kepada korban.

Dijelaskan Kapolsek lagi, setelah tersangka membacok korban dua kali, warga langsung membawa Maradu ke rumah Kepala Desa Sudutan Tigo, dan tak berapa lama kemudian polisi datang menjemput tersangka. Sementara korban yang terluka parah dan mengeluarkan darah segar, langsung dibawa ke RS Armina Panyabungan untuk mendapatkan perawatan intensif. ”Tersangka bersama barang bukti berupa parang saat ini sudah kita amankan di Mapolsek Natal untuk dimintai keterangan lebih lanjut lagi, dan kasus ini merupakan kasus penganiayaan,” ucap Kapolsek.

Humas Polres Madina, Iptu E Banjarnahor kepada METRO menambahkan, tersangka saat ini masih diperiksa di Mapolsek Natal.
”Penganiayaan itu benar, motifnya adalah dendam dan saat ini sedang diproses di Mapolsek Natal. Tersangka dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 5-12 tahun penjara,” ucap Banjarnahor. (wan) – (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*