Marak Perambahan Hutan di Bulu Mario

Selasa, 29 Desember 2009 – www. metrosiantar.com

hutan indonesia Marak Perambahan Hutan di Bulu Mario
Marak Perambahan Hutan di Bulu Mario

Warga Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan melalui tokoh adat, Solikin Siregar bergelar Sutan Kalijungjung meminta pada pemerintah agar menghentikan penebangan kayu di lokasi hutan adat Desa Bulu Mario.

Pasalnya, penebangan tersebut akan mendatangkan dampak yang sangat berbahaya bagi kehidupan ekosistem di wilayah tersebut mulai dari bencana erosi, longsor sampai pada pemanasan global. Dan disinyalir penebangan tersebut diduga liar.

“Perambahan hutan adat Bulu Mario belakangan ini marak dilakukan oknum-oknum tertentu tanpa ada ijin dari kami selaku Raja Panusunan (tokoh adat) yang sudah dipercaya menjaga hutan tersebut. Secara keseluruhan masyarakat kami merasa keberatan dengan penebangan tersebut karena akan merusak hutan yang dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti yang terjadi akhir-akhir ini di daerah lain. Pemukiman kami sangat rentan dengan terjadinya bencana longsor, erosi dan dampak lainnya,” kata Solikin pada METRO.

Ditambahkannya, pemerintah harus turun tangan menghentikan penebangan tersebut. “Kiranya instansi terkait berkenan menghentikan penebangan tersebut sebelum mendatangkan bencana bagi warga sekitar,” ujarnya.

Dinas Kehutanan Tapsel melalui Pemangku 3 Dinas Kehutanan Tapsel, Irawadi ketika dimintai keterangan melalui pesan singkat tentang penebangan kayu di wilayah Desa Bulu Mario tersebut mengatakan penebangan kayu tersebut memiliki izin. “Izinya ada, mulai 2009 hingga Mei 2010 atas nama Abdul Gani,” jawab Irawadi melalui pesan singkat, Kamis (24/12) lalu. (ran)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Harga Kebutuhan Pokok di Madina Melonjak

1 Komentar

  1. Belum-belum jadi ibu kota kabupaten sudah menebangi hutan,menangani perambah hutanpun tak sanggup,apalagi menjadi ibu kota kabupaten..tapi biasalah bencana di biarin saja terjadi..buntut-buntutnyakan ada tender proyek…he.he..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*