Maraknya Illegal Logging Di Desa Marenu, Kecamatan Aek Nabara Barumun

Illustrasi pict: google

Apa Kabar Sidimpuan – Aek Nabara Barumun, Pembalakan liar yang terjadi di Desa Marenu sudah kelewatan batas, karena rata – rata mata pencarian penduduk di Desa Marenu, Hadungdung Pintu Padang, Paranjulu dan masih banyak Desa lainnya yang mengadu nasib di Hutan Lindung Negara Indonesia (HTI) untuk mengambil SDA yang ada di HTI yang terletak di desa Marenu, yaitu menebang kayu tanpa seijin dari Dinas Kehutanan Pemkab Palas (Illegal Logging), padahal pamplet dari Dinas Kehutanan Pemkab Palas sudah terpampang di penyirpangan menuju Desa Marenu yanbg berbunyi “Basmi tindakan Illegal Logging “. Mereka yang melaksanakan pembalakan liar ini kayak dipangaruhi oleh faktor ekonomi dan di bekap oleh oknum – oknum tertentu. Karena Penadah kayu hasil curian banyak terdapat di Desa Hadungdung Pintu Padang dan Desa Paranjulu.

Dari pantauan saya di lapangan, banyak warga Desa Hadungdung Pintu Padang dan Desa Paranjulu yang bersedia melangsir kayu curian dari Hutan Lindung Desa Marenu dengan gaji Rp. 500 – 700 Ribu per-langsir dari hutan ke penadah kayu. Sehingga warga rela membeli sepeda motor dari showroom sepeda motor terdekat untuk sebagai alat transfortasi untuk membawa kayu dari hutan ke penadah kayu. Menurut saya pasti ada oknum tertentu yang bekerja sama dengan agen – agen kayu yang berada di Desa Hadungdung Pintu Padang dan Desa Paranjulu makanya setiap Dinas Pengawas Kehutanan dan Polisi Kehutanan Resort Tapsel menggelar razia ke hutan tersebut tidak menemukan bukti dan hasil kayu curian di lapangan karena diakibatkan ada oknum yang membocorkan informasi kepada agen kayu sehingga tukang pembalak kayu tidak ada ditemukan di dalam hutan. Karena di Desa Hadungdung Pintu Padang tepatnya di persimpangan menuju masuk Desa Marenu banyak agen – agen kayu dan oknum tertentu yang berdiam disitu menunggu informasi atau laporan untuk memantau dan mengawas apabila ada razia illegal longging dari pemkab Palas yang disampaikan oknum tersebut ke agen – agen kayu yang menunggu di kedai – kedai kopi dekat penyirpangan tersebut.

Baca Juga :  KIPP Temukan Pelanggaran Pemilu di Sidimpuan - Panwaslu Rekomendasikan TPS 8 Sihitang Pemilu Ulang

Jadi saya mohon kepada Bupati Padang lawas Ali Sutan Soripada (TSO), Polisi Hutan Resort Tapsel yang bertugas di Pemkab Palas dan Kepala Dinas Kehutanan Pemkab Palas agar membasmi pembalak liar, agen – agen kayu, dan oknum – oknum yang terlibat dalam operasi illegal logging ini. Sesuai dengan Pamplet Dinas Kehutanan Republik Indonesia, yaitu “ Basmi Tindakan Illegal Logging ”. (AEH)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

5 Komentar

  1. Tak ada Hutan Lindung di Marenu, yg ada Hutan Produksi Dolok Sibalanga, itupun tinggal sisa-sisa karena 2001 udah abis dikapling alm Bupati Saleh Harahap bersama Sekda Rahudman kini Walkot Medan non aktif serta Kadishut Aspan Sofian Batubara kini Kadisbunpropsu, dgn puluhan izin IPHHK per 100 Ha. Soal Polhut dan Polres selalu kalah dgn intel kampungan maling kayu, itu omong kosong. Paling sekongkol pura-pura tak mampu padahal logikanya jelas ada upeti.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*