Maret, Harga Beras Turun

Medan, (Analisa)

Kasie Humas Divre Sumut Rusli, SE memprediksi, bulan Maret harga beras akan turun. Karena pada bulan itu masa panen petani.  “Tapi saat ini harga beras tergantung dari produksi. Produksi nggak ada dan baru satu-satu petani yang panen gimana mau turun harga beras. Jadi janganlah dipaksakan harga beras lokal turun harga, tidak bisa,” kata Rusli saat dihubungi wartawan, Selasa (1/2).

Namun kita telah mengantisipasinya, dengan menggelar Operasi Pasar (OP) beras. Dan OP itu terus berjalan dan beras bulog sekarang telah membanjiri pasar dengan harga yang terjangkau. “Jadi konsumen tidak perlu khawatir beras di pasar naik, karena kita telah mengimbanginya dengan beras kita yang kualitasnya juga terjamin dengan harga di bawah harga pasar”,tandasnya.

Diterangkannya, dalam OP beras per tanggal 26 Januari 2011 Bulog Sumut sudah menggelontorkan sebanyak 4220 ton lebih di 14 kabupaten/kota di Sumut. Antara lain Medan sebanyak 726 ton lebih, Tebingtinggi sebanyak 216 ton, Pematangsiantar sebanyak 265 ton lebih, Asahan sebanyak 24 ton, Tanjungbalai sebanyak 54 ton.

Selanjutnya, Padangsidimpuan 653 ton lebih, Tapsel sebanyak 349 ton lebih, Madina 295 ton lebih, Padanglawas sebanyak 792 ton lebih, Paluta sebanyak 342 ton lebih, Sibolga sebanyak 269 ton lebih, Tapteng sebanyak 114 ton, Nias sebanyak 18 ton lebih dan Gunungsitoli sebanyak 100 ton lebih.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Rusak Akhirnya Jalan SM Raja Diperbaiki

Rusli menambahkan, Bulog Sumut juga menggelar OP di pemukiman penduduk. Bahkan membuka posko di gudang-gudang Bulog. “Kita juga mengisi kedai-kedai yang dilalui Bulog dalam mengantar beras permintaan ke daerah-daerah,” ucapnya. Sementara untuk beras komersil kita sudah gelontorkan sebanyak 25.833 ton. “Paling banyak beras komersil kita gelontorkan di Sumut, disusul Riau dan Padang dengan harga maksimal Rp7500 per kilogram,” ujarnya.

Tapi dia sangat menyayangkan penyaluran raskin tahun ini. Pasalnya penyaluran raskinnya tersendat. Baru sebanyak 1910 ton raskin yang disalurkan di antaranya di Simalungun, Asahan, Batubara, Tanjungbalai, Labura, Tapsel dan Paluta. “Masih mengajukan SPA, Labuhanbatu, Padasidimpuan dan Padanglawas, sisanya belum mengajukan permintaan,” ungkapnya.

Dia berharap kabupaten/kota yang belum mengajukan SPA agar disegerakan karena dengan kondisi gejolak harga ini RTS sangat membutuhkan raskin. “Dan kalau penyaluran raskin lancar meredam harga beras di pasar lebih efektif,” katanya sembari mengatakan stok beras di gudang bulog sebanyak 66.905 ton dan bisa menyangggah enam bulan alokasi ke depan. (bara)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*