Maret, Palas Kirim Minyak ke Dumai

1543408467230048151702c563e14e36fdd77929 Maret, Palas Kirim Minyak ke Dumai
Sosialisasi PT OTP di Madina tentang minyak panas bumi. Sementara di Palas, mulai mengirim minyak ke Dumai pada Maret mendatang.

PALAS- Kabupaten Padang Lawas akan mengirim minyak mentah ke Dumai, Provinsi Riau, pada Maret mendatang. Pengiriman hasil produksi ini merupakan yang pertama sejak PT Mosesa Petrolium melakukan eksploitasi minyak di tahun 2009 lalu.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Camat Barumun Tengah Maradoli Hasibuan, lumbung minyak mentah ditemukan pada titik blok Tonga Desa Pangirkiran, Kecamatan Barumun Tengah (Barteng). Saat ini, blok tersebut mampu menghasilkan 1.000 barel per hari dan terus bertambah hingga 2.400 barel bahkan 3.000 barel per hari.

“Angka itu sudah dilaporkan ke Gubsu serta Kadistamben Provsu,” ucap Maradoli kepada METRO, Senin (16/1).
Sejauh ini, sambung Maradoli, tinggal membuka kran minyak mentah sebelum dikirim ke Dumai. Dan, menunggu keputusan dari Menteri ESDM termasuk proses pengiriman apakah langsung sistem pipanisasi atau melalui angkutan darat.

“Saat ini, tinggal menunggu proses izin dari Menteri ESDM dalam pelaksanaannya. Yang jelas, bulan Maret sudah dilakukan eksploitasi. Persoalan pajak dan sistem teknisnya sudah dilakukan dan tinggal rampung,” terang Maradoli.
Maradoli berharap seluruh masyarakat mendukung langkah ini. Sebab, hal tersebut akan mendongkrak perekonomian masyarakat Palas, khususnya wilayah Barteng.

OTP Pakai Jasa Tim Ahli
Di tempat terpisah, PT Sorik Merapi Gheotermal Power atau OTP yang bergerak di bidang panas bumi menggelar sosialisasi tentang tahapan yang akan dilakukan oleh perusahaan ini di Kabupaten Madina, Selasa (17/1).

Baca Juga :  Koperasi Agrina Wakil Sumut di GKM Nasional

Sosialisasi yang berlangsung di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan ini, dihadiri sekitar 150-an warga, Asisten Tata Praja Sahnan Pasaribu, Kapolsek Panyabungan Selatan AKP Rusli, Danramil Kapten Inf David, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Manajer PT OTP Liza G Januar, menyampaikan tidak akan lama lagi pihaknya akan memasuki tahapan eksplorasi. Perusahaan ini akan melakukan banyak kegiatan. Di dalam kegiatan itu OTP sendiri sudah memiliki tim ahli. Perusahaan tidak sedikit pun akan merugikan masyarakat seperti isu yang muncul selama ini OTP dalam menjalankan tahapan kegiatan akan melakukan sesuai dengan ketentuan peraturan undang-undang baik secara teknis pekerjaan maupun dari segi sosial.

Artinya semua kegiatan OTP tidak akan mengganggu lahan-lahan masyarakat seperti yang diisukan selama ini. Kami siap mengganti rugi baik tanah atau lahan maupun tanaman milik masyarakat apabila ada yang merasa dirugikan tetapi harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (amr/wan)

www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*