Marga Ritonga Bukan Untuk Ditawar-tawarkan

MEDAN (Berita): Anggota DPRD Sumut Mulkan Ritonga berang. Dia kesal akan ulah oknum pengurus Parsadaan Marga Ritonga Dohot Boruna, yang dinilai telah merendahkan martabat marga Ritonga, karena menawar-nawarkannya ke sejumlah pihak.

Apalagi salah satu pihak yang diusulkan untuk diberi marga Ritonga, Plt Gatot Pudjo Nugroho, menolak secara halus usulan tersebut. “Saya keberatan marga Ritonga ditawar-tawarkan. Karena marga Ritonga memang bukan untuk ditawar-tawarkan. Apalagi yang mau diberi marga menolak pula, bikin malu saja,” ujar Mulkan Ritonga, kemarindi Gedung Dewan.

Selain Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho penganugerahan marga Ritonga juga akan dilakukan kepada Kajatisu AK Basyumi Masyarif pada kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) VII Parsadaan Ritonga Dohot Boruna se-Indonesia yang pelaksanaannya dijadualkan 3-5 Juni 2011 di Kota Padang Sidimpuan.

Namun rencana penganugerahan marga Ritonga kepada Plt Gubsu Pudjo Nugroho yang disampaikan saat beraudiensi ke kantor Gubsu, Gatot secara halus menolak rencana tersebut. Dia mengatakan “Sudah cukuplah nama saya Gatot Pudjo Nugroho saja,” ujar Mulkan menirukan.

Menurut Mulkan, sudah merupakan kewajiban masyarakat termasuk seluruh marga Ritonga, untuk mendukung kebijakan pemerintah. Tapi bukan berarti bukan harus ‘merendahkan’ diri, dan menawar-nawarkan marga Ritonga, kepada Gatot yang jelas-jelas berasal dari Pulau Jawa.

Dia juga menyesalkan Chaidiri Ritonga, sesama rekannya di Partai Golkar yang ikut mengusulkan agar Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho diberi marga Ritonga. Karena terbukti yang bersangkutan tidak berkenan menerimanya.

Baca Juga :  Tuna Wisma Berkeliaran di Palas

Menurut Mulkan, keturunan Ritonga saat ini sudah tersebar dalam seluruh strata kehidupan masyarakat, sebut saja mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga. “Masih banyak marga Ritonga yang sukses, tidak perlu kita tawar-tawarkan,” katanya.

Dia bahkan menilai Chadiri Ritonga memiliki agenda terselubung dengan menjadwalkan pelaksanaan Munas PB Parsadaan Marga Ritonga Dohot Boruna se-Indonesia dilaksanakan di Padang Sidempuan, yakni terkait rencana pencalonan Chaidir menjadi Walikota Sidempuan, dalam Pilkada yang berlangsung dalam waktu dekat ini.(irm)

Beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. Saya marag Ritonga pak, terimakasih dari saya kepada bapak,semoga maraga ritonga tidak diperjualbelikan..

  2. macam-macam saja memang orang batak ini, memang banyak kali akalnya bah…. apa memang sudah pantas memberikan sesuatu marga ke seseorang pejabat yang sedang aktif/bukan aktif……….
    Kalau kita lihat bagaimana kepedulian seseorang (baik pejabat atau bukan) yang diberikan marga Batak terhadap marga tersebut maka apakah seseorang yang telah diberi marga tersebut menjiwai benar2 pemberian marga itu atau tidak????????????
    Tidak perlu kita ukur kepedulian terhadap sesama batak atau kepedulian terhadap wilayah Tapanuli dan sekitarnya, tapi cukup dengan sejauh mana penjiwaan sesama marga batak dan perbuatan setelah diberi marga setelah dia tidak menjabat atau seseorang itu sudah keluar dari are Tanah Batak/Sumatera Utara. Ini perlu disikapi para Ketua-ketua Raja Adat Batak dan para ketua-ketua Marga Batak yang ada agar Tatamam Adat/Marga Batak itu menyimpang atau disalah mamfaat dikemudian hari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*