Markas JAT Dirusak – Warga Tidak Ingin di Desa Mereka Terdapat Kelompok Teroris

Mojokerto – Pengrusakan markas Jamaah Ansorut Tauhid (JAT) di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto oleh massa karena tempat itu sering digunakan untuk latihan militer. Warga tidak ingin suatu saat, dari desa mereka terdapat kelompok teroris..

“Biasanya mereka mengadakan latihan militer di belakang situ. Mereka biasanya berlarian sambil lompat-lompat seperti tentara,” kata seorang warga, Sun (41) kepada detiksurabaya.com di dekat markas JAT yang dirusak massa, Minggu (17/7/2011).

Halaman markas JAT yang dirusak juga kerap digunakan sebagai tempat senam oleh puluhan laki-laki. “Kalau malam dipakai berkumpul. Kalau pagi dipakai senam,” tambah Wawan (23), warga Desa Betro saat ditanya tentang aktivitas kelompok tersebut.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, kelompok JAT di kawasan itu sudah ditolak sejak tahun 2000 silam. Saat bernama Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), warga juga menolak keberadaan kelompok yang dipimpin terpidana kasus pelatihan militer di Aceh, Abu Bakar Ba’asyir itu.

Selain di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, kelompok ini juga pernah mencoba membuat markas dan masjid serta pesantren di Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedeg. Namun semua upaya itu ditentang warga setempat.

Bahkan pada Senin 12 Maret 2007, terjadi kericuhan antara para pengikut MMI dengan sejumlah warga dan aparat pemerintah desa Ngares Kidul. Penyebabnya, kantor PKK sekaligus kantor posyandu milik desa setempat, dialihfungsikan oleh para pengikut MMI sebagai musala, sejak tahun 2000.

Baca Juga :  Ditabrak Mobil, Lima Siswa TK Patah Tulang

Karena tidak mau pindah, warga dan aparat desa lalu mengusir kelompok tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok ini juga kerap ikut berunjuk rasa ke Jakarta untuk menolak tuduhan dan vonis terhadap Abu Bakar Ba’asyir.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*