Markus Pajak Rp 25 M Gayus Kabur, Polri Tidak Profesional

Moksa Hutasoit – detikNews

Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengkritik kinerja polisi dalam mengusut kasus dugaan markus pajak Rp 25 miliar. Penanganan Polri dinilai tidak profesional sehingga Gayus dapat melarikan diri.

“Justru yang saya sesalkan kenapa tidak ditangkap. Seakan-akan diberi kesempatan untuk lari dulu baru lapor ke Menkum HAM,” kata Mahfud kepada wartawan di ruangannya, Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (29/3/2010).

Mahfud menduga, Gayus sudah ingin lari sejak awal kasus ini mencut lagi. Namun, polisi dinilai lalai dengan tidak memantau pergerakan Gayus.

“Pokoknya terlambat, keterlambatan itu tidak profesional. Itu sudah jelas,” kritiknya.

Padahal, lanjut Mahfud, kasus ini sebenarnya sudah lama diungkap Komjen Pol Susno Duaji. Di sebuah seminar di Yogyakarta, Susno pernah mengungkapkan kasus ini.

“Saya ada di situ. Dia sudah lebih dulu berbicara,” terang Mahfud.

“Coba bayangkan, polisi baru minta pencekalan 26 Maret, Susno itu sudah ribut tanggal 20 Maret, 24 Maret dia lari,” lanjutnya.

Mahfud berharap, Gayus jika lari ke Singapura, segera kembali ke Indonesia. Dia juga berharap Gayus berani untuk mengungkap semua yang diketahuinya.

“Lebih baik pulang. Buka borok-boroknya agar tidak menanggung sendiri,” pungkasnya.

(mok/fay)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Bangunan Penangkar Burung Walet Di Padangsidimpuan Menyalahi Perda

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*