Markus Pajak Rp 25 M – Wajar Kalau Masyarakat Boikot Bayar Pajak Karena Kasus Gayus

Aprizal Rahmatullah – detikNews

Jakarta – Munculnya gerakan facebookers dukung boikot bayar pajak karena kasus Gayus Tambunan dinilai wajar. Masyarakat menjadi tidak percaya saat bayar pajak jika oknum seperti Gayus masih berkeliaran.

“Itu kelemahan birokrasi pemerintahan kita. Celakanya baru, kalau boikot ini benar-benar terjadi, wajar masyarakat marah dan tidak percaya dan akhirnya tidak bayar pajak,” ujar mantan anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution kepada detikcom, Kamis (25/3/2010).

Menurut Buyung, kasus Gayus membuktikan mafia perpajakan masih beredar di tubuh lembaga perpajakan. Bukan tidak mungkin, oknum seperti Gayus malah menjamur di beberapa lembaga.

“Gayus ini dari tahun 2000, udah 10 tahun dia kayak gitu. Gimana yang lainnya? Pasti ada permainan lagi di dalam,” jelasnya,

Pendiri YLBHI ini mengatakan, gerakan masyarakat boikot pajak merupakan reaksi atas kinerja Ditjen Pajak yang tidak tegas selama ini. Pengawasan internal dan sistem manajemen kerja di Departemen Keuangan terbukti masih lemah.

“Mana ada yang mau uang yang disetor masyarakat malah ‘digayuskan’. Gimana bisa percaya kita?” pungkas pria berambut putih ini.

(ape/mpr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*