Marpangir di Batang Aek, Tradisi Ramadhan di Sipirok

Oleh : Halida Srikandini boru Pohan

IBADAH PUASA di bulan ramadhan telah tiba. Ada rasa rindu yang menghentak di hati ini. Ada sesuatu yang hilang dan tak bisa dilakukan di tano parjalangan (perantauan) terkait dengan kebiasaan yang dulu pernah rutin dilakukan bersama mama …papa.. ompung (nenek) , sehari sebelum puasa.

%name Marpangir di Batang Aek, Tradisi Ramadhan di Sipirok

Kata ompung… kalo mau puasa begini di Sipirok suasananya meriah, selain sibuk mempersiapkan lauk pauk yang spesial untuk sahur pertama di bulan ramadhan, yang paling membuat rindu pulang ke huta (kampung) sebelum lebaran adalah acara marpangir di batang aek …..

Marpangir, terjemahan bebasnya adalah mandi keramas.yang bertujuan sebagai simbol membersihkan diri lahir dan batin, sebelum melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan.

Namun, kalo biasanya manusia kota keramas menggunakan sampho, maka marpangir ini memiliki ramuan-ramuan khusus yang terdiri dari unte pangir (sejenis jeruk sate) daun pandan, daun tapak leman dan bunga-bunga yang harum; kemudian dicampur jadi satu dan dimasak dengan santan. Tempat memasaknya pun kata ompung unik…..direbus bersama di belanga (angkola-sipirok) atau di dalam bambu/bulu (mandailing).

Gimana cara marpangirnya ?

Setelah ramuan tadi masak dan didinginkan, pada saat kita mandi di batang aek dan rambut pun sudah basah, disiramkanlah ramuan pangir tadi ke kepala, lalu di gosok-gosok. Mungkin karena ada santan dalam ramuan itu, maka rambut pun jadi lembut dan berkilat indah setelah dipangir. Setelah itu rambut dibilas dan cuci bersih dengan sabun (ini waktu jaman ompung dulu) kalo sekarang dicuci bersih dengan sampo-lah yahhh….

Baca Juga :  Sipirok, Kota Kecil yang Melahirkan Orang Besar

Terus dimana letak serunya ?

Yang bikin acara marpangir ini menjadi seru dan dirindukan adalah karena sambil marpangir biasanya bersamaan dengan acara piknik keluarga atau pun piknik dengan teman-teman sebaya, dan makan siang di topi (tepi) batang aek…ach membayangkan acara marpangir di batang aek, bikin rasa rindu ini makin gila…. pengennnn pulangggg ke hutaaaaaaa ……

Lalu apa lagi serunya puasa di Sipirok ?

Yang paling indah menurutku adalah saat malam 27 ramadhan… Ada acara pasang lilin/obor di setiap rumah/pagar rumah…Bayangkan indahnya malam itu dengan jejeran obor/lilin di sepanjang jalan…di tingkahi suara tadarusan (membaca al qur’an) di masjid dan dinginnya malam di Sipirok…

Mungkin masih banyak hal-hal indah yang harusnya bisa kutulis… tapi hatiku tak kuat lagi, wajah mendiang ompung dan kenangan indah saat puasa bersamanya membuat hati ini ingin meledak dan sesak rasa dada ini…

Malungun au mulak tu Sipirok (aku rindu pulang ke Sipirok)…

Sipirok Na Soli Banua Na Sonang…Semoga setelah berbelas tahun tak kulihat.. masih tetap seindah dan sedamai dulu…

dikutip dari: http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/09/02/tradisi-ramadhan-batak-mandailing-angkola/

sumber : blog tobadreams

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*