Masa Iya, Batu Akik dari Buah Salak Ini Ditawar Hingga Harga Jutaan ?

M Sinaga memperlihatkan buah salak yang telah berubah menjadi batu akik. Foto: Ambun Panjaitan/ New Tapanuli/JPNN

Demam batu akik belum usai. Cerita agak aneh ini datang dari M Sinaga, warga Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut.

Suatu hari, tanpa disengaja ketika hendak pulang ke rumahnya, M Sinaga menemukan buah salak berwarna merah di jalan. Buah salak merah itu kemudian dikutip dan diperhatikan sejenak.

Dan, dia menggit buah salak itu, bukannya lembut, melainkan keras.  “Kubersihkan kulit arinya dan ketika saya coba menggigitnya, bukan main kagetnya, karena gigi saya hampir copot akibat kerasnya buah salak itu,”  ujar M Sinaga kepada New Tapanuli.

Guna memastikannya, kembali buah salak itu dikunyah dengan kuat, tetapi tetap sama saja keras. Karena bentuknya seperti buah asli salak dan tanpa mengolah atau menggosok lagi batu itu kemudian dibuatkan gagang. Tak disangka, sekilas mirip sebuah cincin batu akik.

“Ini sungguh ajaib bagi saya dan baru pertama kali aku temukan buah salak berubah menjadi batu yang bentuk dan warnanya tidak berubah dari aslinya,” ujarnya lagi.

Menurut orang-orang yang melihat buah salak itu, benda itu adalah mestika buah salak. “Mendengar ucapan orang–orang itu makanya saya buatkan gagangnya tanpa harus menggosok lagi. Itulah  anehnya batu buah salak itu,“ ucapnya.

Baca Juga :  Gempa 5 SR Mengguncang Sidimpuan

Dia menambahkan, buah salak ajaib itu sampai sekarang sudah ada tiga bulan di tangannya.

Menurut orang pintar bahwa mestika buah salak itu sangat cocok dibawa berdagang, termasuk dagang buah salak.  Rejeki akan berlimpah secara perlahan–lahan tapi pasti.

Selain itu sudah banyak orang yang menawarnya dengan harga dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Karena merupakan batu ajaib, ucapnya, dirinya tidak berniat menjualnya kepada siapa pun.

“Ini menjadi sejarah dan kenangan bagi saya dan keluarga nantinya,” pungkasnya. (Ap/sam/jpnn)


indopos.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*