Masa Tanggap Darurat Gunung Sinabung Diperpanjang

JAKARTA – Masa tanggap darurat Gunung Sinabung akhirnya diperpanjang. Itu setelah Gunung Sinabung meletus lagi Selasa (7/9) dini hari pukul 00.40 WIB, beberapa jam setelah rombongan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan tempat tersebut.

Tanggap darurat sejatinya berakhir tanggal 9 September. Namun, setelah letusan terakhir, akhirnya tanggap darurat diperpanjang.

“Ya kemungkinan diperpanjang, karena berakhir 9 September. Tapi melihat situasi seperti sekarang, dan besok sudah tanggal 8, kemungkinan akan diperpanjang. Perkembangnnya tergantung pada keputusan Badan Vulkanologi tentang perilaku Gunung Sinabung,” beber Menteri Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, di Istana Wakil Presiden, Selasa (7/9/2010).

Hingga saat ini, katanya, pihaknya masih memantau keberadaan Gunung Sinabung. Bahwa ada potensi letusan merupakan awal yang baik, guna mengurangi potensi tenaga yang ada di dalam perut sehingga bisa mereda.

“Berarti potensi kekuatannya sudah makin menurun. Namun Pak Surono (Kepala Badan Vulkanologi-red) belum bisa memastikan sampai kapan keadaan ini aman. Karena itu, para pengungsi yang rumahnya berada di garis 6 km dari puncak kawah tetap diminta tidak meninggalkan kamp pengungsi,” jelas Agung.

Politisi dari Partai Golkar itu mengatakan, pihaknya mencoba membuat kegiatan guna menghilangkan kebosanan dan kejenuhan bagi pengungsi. Sehingga, para pengungsi tidak ada masalah kejiwaan dan masalah kesehatan.

“Infrastruktur tidak ada masalah, tidak ada yg rusak, rumah penduduk tidak ada yang rusak, tidak ada masalah. Jadi, sekarang sementara menanti ada kepastian dikelola dengan baik kebutuhan pengungsi, termasuk kebutuhan yang sifatnya psikologis. Kalau makan cukup, Pemda setempat didukung Pemprov Sumur dan pemerintah pusat, jumlah berapapun pengungsi sampai 30 ribu lebih tetap bisa dicover,” paparnya. (*)

Baca Juga :  Sumatera Utara Darurat Kejahatan Sosial

Sumber:

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*