Masih Banyak Jalan Nasional di Sibolga Rusak

Jalinsum Sibolga-Sidimpuan di kecamatan Lumut, Tapteng rusak parah dan hingga kini belum diperbaiki. (Ridwan/New Tapanuli)

SIBOLGA – Satuan Kerja (Satker) PPK 12 Sibolga Cs seakan kurang peka terhadap arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1435 H yang baru saja berlalu. Itu terbukti hingga berakhirnya arus balik Lebaran, kondisi jalan nasional di wilayah Kabupaten Tapteng, khususnya pada ruas jalan Sibolga-Tarutung maupun ruas Jalan Sibolga-Tapanuli Selatan, terpantau masih banyak yang rusak, Senin (4/8).

Beberapa titik ruas jalan yang rusak itu terdapat di wilayah Kecamatan Sibabangun, Lumut, Kecamatan Sarudik, Pandan, Sitahuis (arah Tarutung) dan beberapa Kecamatan lainnya di Tapteng.

Akibat kerusakan tersebut, waktu tempuh perjalanan Sibolga-Sidimpuan menjadi bertambah dari dua jam menjadi tiga jam lebih. Tetapi, waktu tempuh perjalanan Sibolga-Tarutung saat ini agak lebih cepat sekira 2,5 jam. Karena, di beberapa ruas jalan tersebut sudah diperbaiki.

Ribu Simatupang, pemerhati pembangunan di Sibolga-Tapteng kepada New Tapanuli menegaskan, kerusakan jalan tersebut karena instansi terkait kurang peka terhadap kondisi jalan nasional terutama saat menjelang arus mudik hingga arus balik Lebaran kemarin. Di mana, mobilitas kendaraan yang melintasi jalan tersebut sangat tinggi.

“Kenapa di daerah lain penanganan atau pemeliharaan jalan untuk memberikan kenyamanan kepada pemudik dilaksanakan, tetapi di daerah ini tidak. Seharusnya, Satker PPK 12 Sibolga Cs yang bertanggungjawab melakukan pemeliharaan jalan, tetapi belum terlihat,” ketusnya.

Baca Juga :  Mengejutkan, Kejari Sibolga dan Kejari Rantauprapat “Nol” Kasus Korupsi 2010

Menurut Ribu, kerusakan jalan tersebut akibat kurangnya pengawasan dan keseriusan pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumut melalui Satker PPK 12 Sibolga Cs melakukan pekerjaan di lapangan. Padahal, biaya pemeliharaan rutin jalan nasional telah dianggarkan setiap tahun sekitar Rp 6-7 miliar.

“Lantas, dikemanakan biaya pemeliharaan rutin jalan nasional itu,” tegas Ribu seraya meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun mengusut biaya pemeliharaan jalan nasional tersebut.

Senada diungkapkan Zulkifli Hutabarat, warga Kecamatan Sibabangun yang juga turut prihatin. “Kondisi terparah sekarang ini terdapat di Desa Aek Tolong dan Desa Aek Gambir, Kecamatan Lumut. Kalau musim kemarau, jalan menimbulkan debu, sebaliknya saat musim hujan, jalanan berlumpur dan becek,” tutur Zulkifli.

Begitu juga dengan Ketua Harian DPP Aswal Sibolga-Tapteng Makmur Pakpahan. Ia menegaskan, ruas jalan nasional Sibolga-Sidimpuan kesannya dibiarkan rusak, demikian ruas jalan nasional Sibolga-Tarutung juga belum tertangani dengan baik demi memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Sementara itu, Kepala Satker PPK 12 Sibolga Cs, Siduhuaro Dachi, yang dihubungi beberapa kali lewat sambungan telepon tidak berhasil.

Tetapi, Siduhuaro Dachi yang dikonfirmasi wartawan belum lama ini mengaku, pihaknya tengah mengejar target perbaikan jalan nasional di Sibolga dan Tapteng. Sehingga, kondisinya baik dan dapat dilalui oleh masyarakat pemudik Lebaran.

Dachi mengungkapkan, segmen tersulit pada pekerjaan perbaikan jalan berada di kawasan Batangtoru dan beberapa titik di sepanjang jalan Sibolga-Tarutung. Hal ini diperparah oleh gangguan hujan yang memicu titik kerusakan baru, seperti longsor dan amblas.

Baca Juga :  Gubernur Sumut Mendatang Harus Paham Pluralisme

Salah satu contoh, kondisi jalan Sibolga-Tarutung di Km 6,5 sangat memprihatinkan. Sebab, setengah badan jalan telah ambruk, menjadikan jalan nasional tersebut semakin sempit. Maka, pengguna jalan harus ekstra hati-hati melintasi Jalinsum yang semakin memprihatinkan tersebut. (rb)

/METROSIANTAR.com,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*