Massa APKM Berunjuk Rasa ke DPRD Tapsel

Padangsidimpuan (SIB)

Copy+of+superchick megaphone logo hi Massa APKM Berunjuk Rasa ke DPRD Tapsel
Massa APKM Berunjuk Rasa ke DPRD Tapsel

Massa yang tergabung dalam Aliansi Pusat Kajian Mahasiswa (APKM) berunjuk rasa ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (12/1) mendesak agar Legislatif lebih pro aktif melakukan fungsi pengawasan terhadap pelestarian hutan, karena hingga saat ini masih maraknya perambahan HutanTapsel.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibagi-bagikan kepada wartawan membeberkan beberapa kerusakan hutan akibat perambahan, di antaranya pembangunan jalan di kawasan hutan suaka mergasatwa dan register tujuh dan enam, begitu juga dengan keberadaan perusahaan tambang, PT.OPM yang keberadaannya diduga berada di hutan negara sehingga keberadaannya meresahkan masyarakat dan mengganggu kehidupan ekosistem dan kelestarian hutan.

Pantauan SIB kedatangan APKM ke gedung DPRD

Tapsel sekira pukul 10.00 wib dengan membawa spanduk dan berbagai poster yang intinya mendesak DPRD Tapsel agar menyelesaikan persoalan hutan.

Massa APKM yang dikawal puluhan aparat kepolisian dari Polres Padangsidimpuan dan Tapsel diterima anggota DPRD Tapsel dari Komisi II dipimpin ketua Komisi Syawal Pane bersama anggota masing-masing, M Yakub Harahap, Dalkot Batubara, Baginda Pulungan dan Ali Imran Hasibuan guna menyahuti aspirasi mahasiswa.

Koordinator aksi Hendrawan Hasibuan didampingi koordinator lapangan Mhd Syarif Lubis dihadapan ketua komisi II dan anggotanya mengatakan, saat ini kondisi hutan di Indonesia khususnya di Kabupaten Tapsel, hampir separuhnya dalam kondisi terdegradasi. Padahal hutan merupakan salah satu yang dilestarikan, dilindungi dan dijaga untuk mengatasi pemanasan global, erosi, banjir, kepunahan habitat dan tumbuhan langka yang tersisa saat ini.

Dalam hal ini, kata kordinator aksi Hendrawan Hasibuan, APKM telah banyak melihat perambahan hutan yang terjadi di Tapsel, seperti kerusakan hutan di Register 6 Angkola, kehadiran perusahaan PT OPM yang diduga berada di lokasi hutan negara, dll. “Semua itu kami nilai telah meresahkan masyarakat dan mengganggu kehidupan ekosistim dan kelestarian hutan,” ujarnya.

APKM juga menuntut dan mendesak DPRD Tapsel agar memfungsikan kewenangannya sebagai pengawas eksekutif, membentuk Pansus untuk menyikapi persoalan kerusakan hutan, mendesak aparat hukum bertindak tegas terhadap pelaku perusak hutan dan mengajak lapisan masyarakat Tapsel lebih pro aktif dalam menjaga kelestarian hutan.

Usai menyampaikan pernyataan sikap, Komisi II DPRD Tapsel berjanji akan menindaklanjuti apa yang disampaikan APKM dan akan memanggil Dinas terkait dan pihak investor untuk sama-sama duduk satu meja membahas persoalan tersebut.

Usai mendengarkan penjelasan dari Komisi II DPRD Tapsel, massa membubarkan diri dari gedung DPRD Tapsel dibawah pengawalan petugas Kepolisian dari Polres Tapsel dan Polres Kota Padangsidimpuan. (T-8/T-7/y)

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Massa APKM Berunjuk Rasa ke DPRD Tapselfacebook Massa APKM Berunjuk Rasa ke DPRD Tapseltwitter Massa APKM Berunjuk Rasa ke DPRD Tapsellinkedin Massa APKM Berunjuk Rasa ke DPRD Tapselemail Massa APKM Berunjuk Rasa ke DPRD Tapselprint Massa APKM Berunjuk Rasa ke DPRD Tapsel

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*