Massa Blokir Jalinsum 5 Jam – Warga 13 Desa Tuntut Persamaan Hak CSR dari PTPN IV

Warga dari 13 desa memblokir Jalinsum sebagai bentuk protes terhadap perbedaan hak CSR dari PTPN IV, Senin (30/6). (Parningotan Aritonang)

PALAS – Warga 13 desa; Pasir Julu, Lumban Huayan, Sungai Jior, Pasir Jae, Hurung Jilok, Tanjung, Roburan, Tanjung Balai, Air Balai, Siraorao, Parau Sorat, Janji Raja, dan Ujung Batu memerotes pembagian Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PTPN IV.

Mereka protes pembagian dana CSR yang mereka terima jauh berbeda dengan empat desa lainnya, Desa Ramba, Siginduang, Ampolu, dan Mananti Sosa Julu.

Empat desa dalam pembagian CSR tersebut mendapat Rp12. 470.000, sedangkan 13 desa hanya menerima Rp4.470.000, sehingga ada perbedaan sekitar Rp8 juta untuk masing-masing kepala keluarga (KK) yang menerima.

Informasi dihimpun, sebagai bentuk kekecewaan warga 13 desa yang berjumlah berkisar seribuan itu melakukan unjuk rasa hingga memblokir Jalinsum Sibuhuan-Sosa, selama lima jam atau mulai pukul pukul 11.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, pada Senin (30/6).

Akibatnya, jalinsum putus total selama aksi pemblokiran tersebut. Jalinsum baru dibuka setelah warga mendapat telepon dari Wakil Bupati Palas Ahmad Zarnawi Pasaribu sebagai jaminan penyelesaian atas tuntutan warga 13 desa tersebut. Pantauan wartawan, Selasa (1/7), di simpang Tujuh Belas PTPN IV, Wakil Bupati Palas menemui warga 13 desa guna menyelesaikan tuntutan persamaan hak ke PTPN IV.

Dalam kesempatan itu, Zulfan Hasibuan sebagai salah satu perwakilan warga 13 desa menuturkan, keinginan warga 13 desa hanya menuntut persamaan hak sesuai perjanjian sejak lama dengan 4 desa lainnya. Dalam hal ini warga meminta waktu selambat-lambatnya tuntutan mereka harus sudah direalisasikan selama 5 hari ke depan.

Baca Juga :  Masyarakat Mandailing Natal Diminta Gunakan Hak Pilihnya

“Jika tidak maka kami warga 13 desa yang berkisar 4.000-an KK akan bersama-sama melakukan penyetopan aktivitas di lokasi Afdeling 1, 2 dan 3. Bahkan, dalam waktu yang ditentukan itu masih belum juga kami akan mengkapling afdeling 1, 2 dan 3,” tegas perwakilan warga bersamaan sahutan warga yang berkumpul di hadapan Wakil Bupati dan rombongan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Palas menyatakan kesiapannya atas nama Pemkab untuk memfasilitasi warga 13 desa ke pihak PTPN IV untuk memenuhi tuntutan tersebut. Bahkan, wakil bupati berjanji siap memperjuangkan segala sesuatu yang bersangkutan dengan CSR PTPN IV terhadap warga.

“Kehadiran kita di sini juga instansi-instansi terkait atas tuntutan warga 13 desa siap menjembatani ke pihak PTPN untuk segera dipenuhi. Saya juga siap memperjuangkan hak-hak warga bersifat CSR dari PTPN. Itu akan kita perjuangkan,” terang wabup. Dalam hal ini wabup atas nama Pemkab meminta waktu memenuhi prosedur-prosedur sesuai ketentuan yang berlaku untuk diajukan ke pihak PTPN.

Sementara itu, Pejabat Administrasi Kebun Sosa Darmanto saat dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya telah menyerahkan hal ini ke Pemkab dengan mendapat pengawalan ketat dari Danrem, Kawal Samudra, Dandim, Polres Tapsel.

Lebih lanjut hasil daripada mediasi warga bersama Pemkab akan dipenuhi oleh pihak PTPN. Selanjutnya mengenai aksi warga melakukan penyetopan dan pengkaplingan itu juga diserahkan ke pihak hukum.

“Ya sah-sah saja jika itu kehendak warga. Namun, kita ketahui ini adalah negara hukum. Kita merupakan salah satu perusahaan resmi milik Negara yang taat terhadap ketentuan. Persoalan ini juga telah kita serahkan ke Pemkab, apapun hasilnya nanti sesuai dengan prosedur kita akan jalankan.

Baca Juga :  Masjid Agung Al-Abror Aktifkan Tausyiah Usai Zuhur

Yang pasti sebagai perusahaan negara jangan sampai sejumlah pihak mencoba melakukan pemerasan terhadap kami. Sebab, ketentuan dan tuntutan sudah kami laksanakan, bahkan ada bukti sejumlah pihak terlibat seolah memeras. Dan, ini yang akan kami tindak lanjuti ke Polda atau Polri,” terang Darmanto. (tan)/METROSIANTAR.com,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*