Massa Demo di Kantor DPRD Labusel – Tolak Pembentukan Provinsi Sumteng & Aslab

Puluhan massa yang tergabung dalam Garuda Labuhan Batu Selatan (Labusel) melakukan demonstrasi di DPRD Labusel menyatakan sikap penolakan terhadap gagasan pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng) dan Asahan Labuhan Batu (Aslab). Mereka juga meminta DPRD dan Bupati Labusel membuat MoU penolakan pembentukan dua provinsi tersebut.

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar Kamis (19/5) tersebut, koordinator aksi Erwin Alaina Tanjung dalam orasinya mengatakan, DPRD harus memastikan Kabupaten Labusel tidak turut memberikan dukungan dan masuk dalam bagian dari Sumteng maupun Aslab. Mereka menilai, saat ini Labusel tidak perlu masuk dalam rencana pemekaran Provinsi manapun, sebab itu akan mengganggu proses pembangunan daerah yang mana peningkatan APBD dari Rp363 milyar tahun 2010 menjadi Rp415 milyar tahun 2011 yang merupakan tanda upaya pembangunan telah ada. “Jangan sampai konsentrasi anggaran justru beralih untuk membangun Sumteng. Kita minta kepada DPRD Labusel menyatakan sikap menolak terhadap gagasan pemekaran Provinsi Sumteng dan Aslab.

Kepada Bupati H Wildan Aswan Tanjung SH juga harus menyatakan sikap menolak sekaligus membuat MoU penolakan,” katanya. Mereka menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labusel adalah kabupaten yang baru 3 tahun dimekarkan dan Labusel memiliki kekayaan sumber daya alam. Oleh sebab itu, pemerintah seharusnya menopang dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat dulu, bukan malah betfikir tentang pembentukan provinsi baru. Apalagi Labusel memiliki nilai tambah dari letaknya yang strategis. “Labusel berada pada Segitiga emas, yang berada di antara Kabupaten Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, dan Provinsi Riau. Karena itu, betapa pentingnya mahasiswa dan pemuda menentukan sikap untuk menolak,” teriak seorang demonstran lagi.

Baca Juga :  Syamsul Disidang Awal Pebruari 2011

Apalagi, ditambahkannya, Pemkab Labusel, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara (Labura), dan Asahan punya kaitan sejarah yang tidak bisa dipisahkan, dan antara daerah-daerah tersebut masih satu keresidenan 9 pemerintah kerajaan. “Tambah lagi pidato Wakil Gubernur pada peringatan hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-15 yang berharap tidak ada daerah yang menginginkan pemekaran di Sumut. “Sebab Sumatera Utara adalah miniatur bagi Indonesia,” sambungnya.
Mereka menyampaikan, gagasan pemekaran Provinsi Sumteng dan Aslab tersebut telah didukung dan dimanfaatkan segelintir elit politik Labusel, yakni pejabat pemerintahan dan anggota dewan untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan masyarakat.

Namun, aksi unjuk rasa tersebut hanya disambut oleh 2 dari 30 orang wakil rakyat Kabupaten Labusel, yakni Wakil Ketua DPRD H Zainal Harahap dari Partai PDI-P dan Ir Hefrin Harahap dari Partai Golkar. Dalam kesempatan itu, H Zainal mengatakan, upaya penggabungan Kabupaten Labusel untuk masuk ke provinsi pemekaran manapun harus melalui pengkajian and bukan semudah yang dikira. Zainal menegaskan, mereka dari Fraksi PDIP akan terus mengawasi perkembangan provinsi yang akan dimekarkan dari Provinsi Sumatera Utara ini.

Selanjutnya Hefrin menyebutkan, hingga saat ini DPRD belum pernah membicarakan tentang penggabungan Kabupaten Labusel ke Provinsi Sumteng maupun Aslab. “Saya pun heran kenapa kita ikut Sumteng, padahal ada Aslab. Kalaupun ada upaya mengkondisikan Labusel ikut dalam pemekaran provinsi pasti harus ada kajian. Hingga saat ini, rekomendasi pemekaran Provinsi Sumteng, Kabupaten Labusel tidak masuk di dalamnya,” katanya sembari menyebutkan kelima Kabupaten penggabungan pembentukan Provinsi Sumteng yakni, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Mandailing Natal (Madina), Padangsidimpuan, Padang Lawas (Palas), dan Padang Lawas Utara (Paluta). Sementara Sekretaris Dewan NP Lubis saat dikonfirmasi soal tidak hadirnya 28 anggota DPRD lainnya mengatakan dirinya tidak bereda di tempat saat aksi berlangsung, sehingga ia tidak mengetahui keberadaan 28 anggota DPRD yang dimaksud. (mhr/ara)

Baca Juga :  Menyerahkan Diri - Tersangka Teroris Diperiksa Psikiater

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*