Massa PBMPB Berikan Kado ke Kajari – Tuntut Penjarakan Kadis PU Paluta

Kado berisi berkas sejumlah proyek yang diserahkan massa PBMPB dan langsung diterima Kajari Gunung Tua Arie Sudihar SH MHum dalam aksi unjuk rasa, Jumat (9/1). (Asmar)

PALUTA – Pengurus Besar Mahasiswa Paluta Bersatu (PBMPB) menggelar aksi unjuk rasa ke Kejari Gunung Tua, Jumat (9/1). Mereka menuntut Kadis PU Paluta Edi Saleh Lubis ditangkap dan dipenjarakan karena banyak proyek di dinas ini diduga dikerjakan asal-asalan.

Puluhan massa PB MPB yang dikordinatori Hendra Ibrahim Siregar tiba di Kejari Gunung Tua pukul 11.00 WIB dengan membawa sebuah kado yang berisi berkas-berkas sejumlah proyek yang dikerjakan asal-asalan, dan tidak sesuai dengan jutlak maupun juknis proyek. Kado ini pun diserahkan massa PB MPB dan langsung diterima Kajari Gunung Tua Arie Sudihar SH MHum.

Hendra Ibrahim Siregar dalam orasinya menyampaikan bahwa infrastruktur adalah salah satu faktor pendukung perkembangan pembangunan dan perekonomian bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Paluta.

Kenyataannya, pembangunan yang ada di Kabupaten Paluta asal-asalan dan bentuk fisiknya tidak sesuai dengan RAB maupun juknis, dimana pembangunan jalan, jembatan, gedung kantor, drainase yang dianggarkan pada tahun 2014, sudah banyak yang rusak dan tidak terselesaikan.

“Tangkap dan penjarakan Kadis PU Paluta,” kata koordinator aksi Hendran Ibrahim Siregar memulai orasinya di hadapan personel Satpol PP dan sejumlah personel Polres Tapsel yang berjaga di depan Kejari.

Baca Juga :  Air terjun Sitimbulan Marancar, wisata alam Tapsel yang terabaikan

Masih dalam orasinya, Hendra menyebutkan, ada dugaan korupsi dari dana yang bersumber dari DAU untuk pembangunan gedung kantor BP2T Paluta, serta pembangunan kantor Disdukcapil dengan pagu anggaran Rp2.469.696.000 yang dinilai gagal. Dan pembangunan kantor Polsek Padang Bolak dengan pagu anggaran Rp2.500.000.000 yang dikerjakan asal-asalan dan hingga saat ini tak kunjung selesai dikerjakan.

“Gimana Polri mau memberikan pelayanan kepada masyarakat, pembangunan kantornya saja dikerjakan secara asal-asalan,” tambah Hendra.

Dugaan proyek lainnya kata Hendra, penataan halaman gedung serba guna kantor Bupati Paluta senilai Rp198.610.000, pembangunan gedung serba guna tahap 2 senilai Rp1.972.793.000 dimana sampai saat ini belum selesai.

“Masih banyak proyek-proyek yang bermasalah, kami meminta kepada Kejari Gunung Tua agar memanggil dan memeriksa Kadis PU serta kroni-kroninya. Tangkap dan penjarakan Kadis PU,” teriak Hendra lagi.

Sementara itu Kajari Gunung Tua Arie Sudihar SH MHum melalui Kasi Intel Hendra Syahputra Dalimunthe SH kepada massa mengucapkan terima kasih atas penyampaian aspirasi ini. Ia pun mendukung pemberantasan korupsi di Kabupaten Paluta. Untuk itu ia meminta kepada massa PB MPB dalam penyampaian aspirasi harus mengedepankan etika dan tidak berbuat anarkis.

“Hidup mahasiswa, terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah mau datang untuk menyampaikan aspirasi. Data yang adik-adik mahasiswa berikan ini akan ditindaklanjuti,” ucapnya.

Kemudian, Kasi Intel juga mengatakan bahwa sebagai penegak hukum, pihaknya akan selalu siap sedia untuk menerima penyampaian aspirasi dan penyampaian laporan tentang tindak pidana korupsi setiap waktu dan dari siapa pun laporan tersebut. Tambahnya, pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan yang disertai dengan bukti-bukti yang akurat tanpa pandang bulu. Usai mendengarkan penjelasan dari Kejari Gunung Tua, massa PB MPB pun membubarkan diri dengan tertib. (mag-02)

Baca Juga :  Sepanjang Jalan Paluta Rusak

METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*