Massa PP Unjuk Rasa ke DPRD Sidimpuan

Puluhan kader Pemuda Pancasila (PP) menggelar aksi di halaman gedung DPRD, Jalan Sutan Soripada Mulia Kota Padangsidimpuan, Senin (14/3).

Mereka mengritik sikap anggota Dewan yang selama ini dinilai belum berpihak kepada rakyat. Bahkan semua anggota Dewan dituding hanya mementingkan kepentingan pribadi dan ber-KKN-ria dengan eksekutif hingga mengabaikan asprasi rakyat.

Selain itu, massa PP juga mengecam rendahnya tingkat kehadiran anggota Dewan setiap hari.

Hal itu bisa dibuktikan dengan absensi yang dibuat bagian sekretariat Dewan. Bahkan sejumlah anggota Dewan diduga telah makan gaji buta karena tidak pernah masuk kerja.

“Anggota Dewan tidak layak menikmati fasilitas mewah di gedung rakyat ini. Soalnya, 25 anggota Dewan yang duduk di DPRD Kota Padangsidimpuan tidak peka terhadap kepentingan masyarakat. Anggaran pembangunan fisik Kota Padangsidimpuan tahun 2010 hanya Rp4 milliar, sementara untuk belanja mobil mewah pejabat baik di eksekutif dan legislatif lebih dari Rp4 milliar,” ujar Dedi Faisal salah satu orator dalam aksi itu.

Menurutnya, selain hanya mementingkan kepentingan pribadi dan syahwat politik, DPRD Kota Padangsidimpuan dinilai telah gagal dalam menjalankan fungsi kontroling dan budgeting.

DPRD dinilai tidak pernah melakukan pengawasan terhadap kinerja eksekutif sehingga pejabat dengan leluasa berani melakukan tindakan dugaan korupsi.

Saat ini sudah enam orang pejabat Pemko Padangsidimpuan yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salambue karena terjerat kasus korupsi, ungkapnya.

Pengawasan lain yang tidak pernah dilakukan dewan juga telah berdampak buruk pada pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD). Sejak Pemko Padangsidimpuan berdiri menjadi sebuah daerah otonom baru pada tahun 2010 belum sekalipun Pemko Padangsidimpuan berhasil merealisasikan target PAD. Dan pencapaian PAD tertinggi hanya berkisar 80 persen. Rendah realisasi pencapaian PAD itu diduga akibat ketidakmampuan pejabat dan tingginya tingkat kebocoran PAD.

Baca Juga :  Sidang Kasus Dugaan Korupsi DAK Padangsidimpuan

Dewan juga tidak pernah realistis dalam pembahasan dan pengalokasian dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Namun, pengalokasian dana selalu didasarkan atas lobi-lobi dari pejabat.

“Akibatnya, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak melakukan lobi-lobi harus gigit jari karena akan mendapat anggaran yang sangat kecil, “timpal M Asroi Hasibuan dan M Sukur Nasution yang turut berorasi pada aksi tersebut.

Setelah berorasi selama sekitar satu jam, akhirnya tiga orang anggota DPRD yakni Khoiruddin Rambe, Marataman Siregar dan Mahmuddin Nasution bersedia menemui pengunjuk rasa. Di hadapan ketiga anggota DPRD itu, Dedi Faisal membacakan pernyataan sikap.

Usai mendengarkan pernyataan sikap pengunjuk rasa, tiga orang perwakilan DPRD senada mengakui bahwa kinerja DPRD belum maksimal dan belum berpihak kepada masyarakat. Mereka juga berjanji akan memperbaiki kinerjanya dan menyampaikan semua tuntutan itu kepada pimpinan, sekaligus mendesak pimpinan untuk menekankan kepada seluruh anggota Dewan agar lebih mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kedatangan dan masukan yang diberikan rekan-rekan PP. Masukan ini akan segera kami sampaikan ke pimpinan dan berjanji akan mendesak pimpinan untuk mengaplikasikan tuntutan itu kepada anggota DPRD lainnya,” tegasnya.

Usai mendengar tanggapan Dewan puluhan massa kemudian mengundurkan diri dengan tertib sembari mengancam akan kembali datang dengan massa lebih besar jika dalam 7×24 jam tuntutannnya tidak direalisasikan.

Baca Juga :  3 Formasi CPNS Pemko Padangsidimpuan Minim Pelamar

Pantauan analisa, puluhan massa titik kumpul di Alaman Bolak Padang Nadipu pusat Kota Padangsidimpuan. Selanjutnya, mereka melakukan longmarch menuju kantor DPRD dan tiba dihalaman gedung tersebut sekira pukul 10.30 WIB. Setibanya, di gedung Dewan mereka dijaga ketat puluhan petugas keamanan dari Polres Kota Padangsidimpuan dan Satpol PP Kota Padangsidimpuan. Aksi unjuk rasa berjalan tertib dan aman. (hih)(analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*