Massa Satma PP Unjuk Rasa di Kejari Sidimpuan

Puluhan massa yang mengatasnamakan PC Satma Pemuda Pancasila (PP) menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan, Jumat (7/1).

Mereka meminta Kejari tidak tebang pilih dalam penangan berbagai kasus korupsi didaerah ini.”Kami minta Kejari Sidimpuan tegas dan jangan tebang pilih dalam menangani kasus korupsi,” teriak mereka.

Pantauan Analisa, puluhan massa PP tiba di gedung Kejari sekitar pukul 10.00 WIB setelah sebelumnya longmach dari halaman bolak pusat Kota Padangsidimpuan sembari mengusung spanduk serta belasan poster yang mengutuk oknum-oknum yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi.

Di depan gerbang Kejari massa dengan memamaki alat pengeras suara diatas mobil pick up terbuka segera menggelar orasi desakan agar Kejari segera keluar menemui mereka, sekaligus meminta pihak kepolisian yang berada di arena aksi untuk segera membuka pintu gerbang.

Setelah melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian, akhirnya gerbang Kejari dibuka dan massapun leluasa memasuki halaman kantor.

Selang beberapa menit kemudian Kajari P. Sidimpuan Indrasyah Djohan didampingi sejumlah stafnya menemui para pengunjukrasa di halaman gedung.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan Kordinator Lapangan (Korlap) Muhammad Syukur Nasution disebutkan, dalam penegakan hukum di Negara kesatuan RI, pemerintah berupaya menanamkan terhadap semua instansi baik eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk kiranya bersama-sama mendukung pemerintahan yang bersih dan bermartabat serta terhindar dari KKN.

Baca Juga :  Sebagai sekolah tertua, SMAN 1 Sipirok terus berbenah & tingkatkan kualitas

Namun, hal itu berbanding terbalik pada apa yang terjadi di Tapsel, dimana hingga hari ini penanganan kasus korupsi TPAPD masih terombang-ambing tanpa ada kepastian.

Atas dasar itu, mereka meminta Kejari dapat menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa ada unsur pandang bulu dan tidak mempetieskan kasus dugaan korupsi TPAPD Tapsel TA 2005.

Serta mendesak Kejari untuk mengeluarkan rekomendasi terhadap Kejatisu tentang dukungan penyelesaian kasus tersebut.

Menanggapi pernyataan sikap itu, Kajari P. Sidimpuan Indrasyah Djohan mengungkapkan dukungannya atas item per-item keinginan massa tersebut. “Kami akan terus komit dalam penanganan kasus korupsi di daerah ini,” terangnya.

Salah satu bukti nyata komitmen tersebut bisa dapat dilihat dari terpilihnya Kacabjari Sibuhuan Cabang Kejari Sidimpuan sebagai Kacabjari terbaik no 2 dalam penanganan kasus korupsi.

Usai mendengar tanggapan Kajari, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib sembari mengancam akan kembali datang dengan massa yang lebih besar, jika tuntutan tidak direalisasikan. (hih)-(analisadaily.com)

?

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*