Masyarakat Adat Hentikan Panen Buah Sawit PT VAL

Palas. Sedikitnya 700-an masyarakat adat dari enam desa, masing-masing Desa Aek Tinga Kecamatan Sosa, Desa Lubuk Bunut, Sibodak Sosa Jae, Parmainan, Pagaran Dolok dan Desa Aliaga di Padang Lawas (Palas), secara bersama menghentikan kegiatan panen buah sawit karyawan PT Victorindo Alam Lestari (VAL) di atas lahan konflik, Rabu (10/6).

Kendati kegiatan panen buah sawit itu dikawal belasan personil Brimob Detasemen C Padang Sidempuan, namun masyarakat berani menghentikan kegiatan panen itu, karena sudah melanggar isi kesimpulan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi A DPRD Sumut, tertanggal 30 Maret 2015.

“Poin keempat dari kesimpulan notulen jelas disebutkan, meminta kepada PT VAL untuk tidak melakukan kegiatan apapun sampai masalah ini selesai,” kata sejumlah Pengurus Gerakan Perjuangan Hak Masyarakat (GPHM), kepada personil polisi yang bertugas mengawal kegiatan panen perusahaan perkebunan bermasalah itu.

Karena tidak bisa memberikan tanggapan atas pernyataan masyarakat tersebut, petugas polisi hanya berdiam dan melihat saja, ketika masyarakat enam desa memerintahkan para karyawan PT VAL untuk memuat seluruh buah sawit yang sudah dipanen karyawan ke dalam dua unit truck colt diesel milik perusahaan. Selanjutnya, digiring masyarakat ke Mapolsek Sosa, karena tidak menghormati notulensi RDP DPRD Sumut.

Kapolsek Sosa AKP Henman Limbong, SP ketika dihubungi MedanBisnis membenarkan, pihaknya telah mengamankan dua unit truck coltdiesel milik PT VAL bermuatan buah sawit yang dipanen karyawan perusahaan.

Baca Juga :  Ditunggangi Polres Tapsel - PN Padangsidimpuan Otak-atik Surat Penahanan

“Kami hanya mengamankan sementara dua unit truck bermuatan buah sawit PT VAL, untuk meredam emosi masyarakat yang memanas,” ungkap Kapolsek Sosa. Kata Kapolsek Sosa, saat dirinya bersama 8 orang anggotanya tiba di lokasi konflik.

“Anggota kita turun ke lokasi konflik, sudah berkoordinasi dengan kami, untuk mengamankan perusahaan, agar tidak terjadi aksi pencurian atau penjarahan buah sawit milik perusahaan,” kata AKP Limbong, SP.

Sementara, Sofyan Nasution, manajemen PT VAL di Kantor Medan, saat dihubungi MedanBisnis menyebutkan, kegiatan panen karyawan PT VAL dilakukan, karena diduga ada kegiatan pencurian buah sawit oleh masyarakat di lahan konflik itu.

“Bagaimana kami tidak panen buah sawit milik perusahaan kami sendiri, karena selama ini buah sawit kami dicuri masyarakat, memang soal ini belum terbukti,” kata Sofyan.


MAULANA SYAFII – MedanBisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*