Masyarakat Desa Dalihan Natolu – Andalkan Kuda Untuk Angkut Hasil Bumi

Warga Desa Dalihan Natolu masih mengandalkan kuda sebagai sarana pengangkutan atau transportasi mengangkut hasil bumi. (Amran)

TAPSEL – Masyarakat Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapsel, masih mengandalkan kuda sebagai sarana pengangkutan hasil bumi manuju pasar, dan juga sebaliknya barang kebutuhan dari pasar menuju desa.

Sekretaris Desa Dalihan Natolu Sittong Sarumpaet pada METRO, Sabtu (24/5) mengatakan, kondisi jalan yang masih berupa jalan tanah di tengah hutan, sehingga masyarakat yang tersebar di tiga dusun yang ada, masih mengandalkan kuda sebagai alat tranportasi atau pengangkutan.

“Masyarakat desa kami masih mengandalkan kuda, dalam mengangkut barang, kebutuhan,” sebutnya.

Saat ini kata Sittong, masih ada 20 ekor kuda yang tersebar di tiga kampung yang ada di desa sangat terpencil tersebut. “Sekitar 20 ekor lagi,” katanya.

Dikatakan, dalam pengangkutan hasil bumi menuju pasar, akan dikenakan ongkos angkut Rp1.500 per kilogram hasil bumi. “Satu ekor kuda akan mampu membawa 60 hingga 70 kilogram, dan dalam satu hari hanya bisa satu kali saja,”ungkapnya.

Disebutkan, jarak antara Kampung Napoppar, Desa Pardomuan, dengan Kampung Tano Ponggol, Desa Dalihan Natolu, sekitar 24 km, dan dari Tano Ponggol ke kampung lainnya Aek Nabara dan Nagguluon masing masing sekitar 5 kilometer.

Lebih lanjut Sittong menyebutkan, hasil bumi andalan masyarakat Desa Dalihan Natolu adalah kopi robusta dan kulit manis. (ran)

Baca Juga :  Benahi RSU Padangsidimpuan, dr Aminuddin Dipercayakan Jabat Kursi Direktur

Sumber: METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*