Masyarakat Desa Simaninggir Tantom Angkola Rela Kumpul Uang untuk Bangun Jalan

Lokasi pembukaan jalan di Desa Simaninggir, Kecamatan Tantom Angkola, Tapsel, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Madina. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

TAPSEL – Masyarakat Desa Simaninggir, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, pantas diapresiasi. Mereka rela mengumpulkan uang hingga mencapai Rp80 juta untuk membantu program pembukaan jalan menuju perkebunan warga. Jalan itu sendiri sudah selesai dan memperlancar akses menuju perkebunan.

“Masyarakat sangat berpartisipasi dalam mendukung pembangunan jalan menuju areal perkebunan mereka. Pada tahun 2013, ada program pembukaan jalan melalui PNPM-MP di kampung mereka. Namun jalan itu belum sampai ke perkebunan warga. Nah, mereka kemudian berinisiatif mengumpulkan dana hingga mencapai Rp80 juta, sehingga volume pembukaan jalan diperpanjang menuju kebun,” terang Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tapsel Hamdan Nasution.

Disebutkan, atas partisipasi dalam pembangunan jalan itu, Pemerintah Kabupaten Tapsel sangat berterima kasih kepada masyarakat Desa Simaninggir.

“Dimana masyarakat juga telah berkenan menghibahkan lahan untuk perkantoran kepala desa dan lahan untuk lantai jemur kakao,” ungkap mantan Plt Kepala Badan Bapemas Pemdes tersebut.

Sebelumnya pada tahun 2013 lalu, telah selesai dibangun kantor kepala desa dan ada juga pembangunan jalan sepanjang 3 km menyusuri sungai Batang Gadis menuju area kebun petani dengan dukungan dana PNPM-MP dan jenis pembangunan lainnya.

“Semuanya itu adalah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga :  Jika Tak Oke Lagi, McLaren Diyakini Bisa Kehilangan Hamilton

Kepala Desa (Kades) Simaninggir Donal Simatupang mengatakan, dalam rangka menuntaskan pembukaan jalan menuju lahan perkebunan warga, seluruh masyarakat memang menunjukkan partisipasi dengan mengumpulkan uang Rp80 juta.

Dilanjutkannya, pada 2013 lalu, ada pembukaan jalan oleh PNPM. Namun saat itu belum semua terbuka, sehingga masyarakat mengumpulkan dana agar pembukaannya tuntas. Apalagi wilayah desanya berbatasan langsung dengan Kabupaten Madina.

“Ada 87 kepala keluarga di desa ini yang mengumpulkan uang seikhlasnya dan tidak dipatok. Istilahnya masyarakat sini marpege-pege-lah untuk kepentingan bersama,” katanya. (ran)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*