Masyarakat KSF Huta Rajalamo Kembali Panen Buah Sawit PTPN IV Kebun Sosa

Sejumlah masyarakat anggota KSF terlihat bersemangat melakukan aksi panen buah sawit di atas areal afdeling 9 PTPN IV Kebun Sosa, menyusul belum dilaksanakannya kesepakatan bersama penyelesaian konflik agraria dengan perusahaan BUMN tersebut

PADANG LAWAS | Untuk kesekian kalinya PTPN IV Kebun Sosa belum melaksanakan isi kesepakatan bersama yang dibuat pada tanggal 5 Mei 2014 lalu, terkait penyelesaian konflik perusahaan BUMN itu dengan masyarakat Koperasi Tani Sinar Fajar (KSF) Desa Huta Rajalamo, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), janji Kapolres Tapsel untuk menyelesaikan persoalan ini dalam waktu lima hari belum juga menunjukkan hasil.

Sebanyak 300-an anggota masyarakat KSF Desa Huta Rajalamo kembali melakukan aksi panen buah sawit di areal afdeling 9 PTPN IV Kebun Sosa, yang distanpasskan oleh masyarakat, pada Senin (29/9). Aksi ini tetap mendapat pengawal ketat dari puluhan personil kepolisian Polsek Sosa dan belasan personil TNI dari Koramil 09 Sosa, aksi masyarakat KSF terus berlanjut hingga hari ini, Selasa (30/9)

“Target panen buah sawit kali ini sebanyak-banyaknya, pagi ini masyarakat KSF membawa empat truck coltdiesel yang mulai dimuat dengan buah sawit dan sejumlah egrek alat untuk memotong buah sawit serta membawa alat kerja lainnya yang dibutuhkan, aksi ini kembali dilakukan karena management PTPN IV Sosa ingkar janji lagi, kemarin masyarakat berhasil memanen buah sawit sebanyak 4 ruck atau sekitar 20 ton”, ujar Kordinator Lapangan, Arisan Fahlevi Daulay.

Dikatakannya, pada aksi kali ini sebagian pengurus KSF sedang berada di Kota Medan menuju ke Kantor Direksi (Kandir) PTPN IV, yang difasilitasi oleh Kapolres Tapsel untuk bertemu dengan direksi PTPN IV, guna membahas tindak lanjut penyelesaian konflik yang berkepanjangan ini.

“Anggota masyarakat KSF tidak tinggal diam dalam soal ini, apabila PTPN IV tidak menggubris aksi panen ini dan tidak segera merealisasikan kesepakatan bersama yang telah dibuat dan ditanda tangani bersama tersebut, maka masyarakat KSF Desa Huta Rajalamo akan terus memanen buah sawit dan meningkatkan aksi lagi dengan melakukan pengkaplingan atas areal konflik untuk didistribusikan kepada seluruh anggota KSF“, tegas Arisan Fahlevi Daulay.

Baca Juga :  Pemilukada Ulang Kabupaten Madina Akhir 2010 Atau Awal 2011

Sementara itu, Kapolres Tapsel AKBP. Parluatan Siregar, MH melalui Kapolsek Sosa, AKP. Heri Syofyan, SH, sedang berada di Kota Medan, ketika dikompirmasi Medanbisnis via seluler, membenarkan soal aksi penen buah sawit di areal afdeling 9 PTPN IV Kebun Sosa yang kembali dilakukan oleh anggota masyarakat KSF.

“Benar masyarakat KSF kembali melakukan panen buah sawit di areal afdeling 9 PTPN IV Kebun Sosa, ada sebanyak 20 personil polisi dari Polsek Sosa yang diturunkan ke lokasi aksi agar tidak terjadi konflik di lapangan. Sedangkan sejumlah pengurus KSF bersama Kepala Desa Huta Rajalamo diboyong oleh Kapolsek Sosa menuju Kandir PTPN IV di Medan atas inisiatif Kapolres Tapsel, agar dapat dimediasi dan difasilitasi sehingga tercapai solusi penyelesaiannya”, ujar Kapolsek Sosa.

Wakil Bupati Palas, drg. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt ketika ditemui wartawan di Kantor SKPD Terpadu Pemkab Palas, Senin (29/9) mengaku tidak mengetahui soal aksi panen yang dilakukan masyarakat KSF di areal afdeling PTPN IV Kebun Sosa karena tidak ada informasi terkait aksi tersebut, namun ia mengetahui sejumlah Pengurus KSF bersama Kepala Desa Huta Rajalamo dengan difasilitasi Kapolres Tapsel sedang melakuka pertemuan guna membahas penyelesaian masalah tersebut di Kandir PTPN IV di Medan.

“Saya tidak tahu soal aksi masyarakat di lapangan, namun saya ketahui ada pertemuan antara masyarakat KSF denga Direksi PTPN IV di Medan difasilitasi Kapolres Tapsel, Pemkab Palas tidak ikut dalam pertemuan tersebut karena tidak ada undangan”, ujarnya.

Pemkab Palas berkeinginan konflik yang sudah berkepanjangan ini segera dapat diselesaikan dan Pemkab Palas sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas kesiapan jajaran Polres Tapsel dalam memfasilitasi tercapainya penyelesaian atas persoalan agraria ini, tegas Wabup Palas.

Baca Juga :  Polres Sidimpuan Bekuk Bandar Sabu

Sementara itu, Manager PTPN IV Unit Usaha Sosa, Ir. Nasrul melalui Asisten SDM dan Umum, Suhendro Gunawan, SH kepada Medanbisnis, Selasa (30/9) mengatakan, sangat menyayangkan aksi panen paksa masyarakat KSF Desa Huta Rajalamo di arael afdeling 9 PTPN IV Unit Sosa, mengingat saat ini jajaran pengurus KSF bersama Kepala Desa Huta Rajalamo sedang menggelar perundingan di Kandir PTPN IV di Medan.

“Artinya, masyarakat KSF kurang mematuhi atau tidak mau peduli dengan status stanvas di atas areal konflik, stanvas artinya kedua belah pihak berkonflik tidak dibenarkan melakukan aktivitas di atas arael konflik yang telah distanvaskan tersebut, sebelum adanya penyelesaian bagi kedua belah pihak”, terang Suhendro Gunawan.

Suhendro juga menyayangkan sikap aparat hukum karena tidak adanya upaya pencegahan dar aparat hukum terhadap aksi masyarakat KSF tersebut, seperti diketahui bahwa areal tersebut masih masuk dalam HGu PTPN IV Kebun Sosa yang nota benenya adalah perusahaan negara yang harus mendapatkan pengamanan maksimal dari aparat hukum, tandasnya. (Edi)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*