Masyarakat Madina Harus Bersatu Tolak PT SM

Medan, (Analisa). Keberadaan perusahaan tambang emas PT SM di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dinilai gagal mendekatkan diri dengan masyarakat. Bahkan telah menimbulkan keresahan sehingga sempat terjadi aksi pembakaran yang dilakukan oleh masyarakat Madina terhadap areal perusahaan tersebut.

Tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Madina di Medan, IR HM Dedi Nasution, dengan tegas menyerukan kepada warga Kabupaten Madina agar bersama-sama dan bersatu untuk menolak kehadiran PT SM di tanah Madina.

Pernyataan ini sebut tokoh masyarakat Madina, yang akrab disapa dengan Ucok Mawar ini, bukanlah tidak beralasan. Akan tetapi merupakan sebagai bentuk kekasalan yang dilakukan oleh PT SM diduga telah merebut hak masyarakat Kabupaten Madina.

“Saya sebagai tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kabupaten Madina, menyerukan kepada masyarakat Madina untuk bersatu padu menolak kehadiran PT SM, yang telah merampas hak-hak masyarakat Madina dari tanah Madina. Kita siap mendukung masyarakat Madina demi merebut kembali apa yang menjadi hak mereka,”tegas Ucok Mawar, juga Ketua Dewan Pakar DPP Laskar merah putih, dan Ketua Harian DPP IPK kepada wartawan, Selasa (24/7).

Ucok Mawar juga salah seorang Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Sumut, menilai, DPRD Sumut tidak mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi di Kabupaten Madina.

Dia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Menteri Kehutanan dan Menteri Pertambangan dan Energi yang telah mengeluarkan izin terhadap perusahaan tambang milik Australia itu.”Presiden harus evaluasi kedua Menteri ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ronaldo Disarankan Belajar dari Messi

Pada kesempatan itu, Ucok Mawar juga tidak setuju praktik pembalakan illegal. Karenanya di meminta kepada Kapoldasu untuk segera menangkap AN, yang diduga sebagai otak pembalakan liar yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan. Karena kalau ini dibiarkan, maka, seluruh hutan yang ada diKabupaten Tapsel dan Madina akan punah, sehingga akan menimbulkan bencana dan masyarakat juga yang akan menaggung akibatnya.

Selain itu juga diimbau, kepada seluruh tokoh masyarakat dan pemuda, baik di Kabupaten Madina khususnya, dan Sumatera Utara untuk peduli terhadap musibah yang dialami oleh masyarakat Kabupaten Madina saat ini.Karena sebutnya, Kabupaten Madina juga bahagian dari Sumatera Utara,” sebutnya.

Dia berpendapat, seharusnya seluruh tokoh masyarakat dan pemud di Sumut, apalagi yang berasal dari Madina, perduli terhadap apa yang terjadi di Kabupaten Madina saat ini, akibat dari penambangan.

Tokoh masyarakat Kabupaten Madina lainnya, Irwansyah Nasution, juga menyampaikan, terjadinyan kisruh diKabupaten Madina tak lepas dari kesalahan Bupati Madina, Hidayat Batubara, yang dianggap mendiamkan persoalan tersebut. Sehingga terjadi pembakaran.

Seharusnya, sebagai Bupati, tidak sepantasnya hanya berdiam diri menyaksikan masyarakatnya “dijajah” oleh perusahaan asing.”Bupati Madina harus bertanggungjawab terhadap persoalan ini,” tandasnya. (sug)

Analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  UNICEF: Sanitasi Buruk Rugikan Indonesia Rp. 56 Triliun

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*