Masyarakat Madina Keluhkan Harga Cabai Merah ; Minyak Tanah Menghilang

Harga cabai merah melonjak naik mencapai Rp 40.000 perkilogram, sehingga berdampak terhadap pengeluaran rumahtangga. Padahal cabai termasuk hasil petani daerah, namun harga tersebut dirasakan mahal.

Misra Nasution (37) pedagang cabai merah di pasar tradisional di Panyabungan Rabu (12/8) mengatakan, harga ini datangnya dari tingkat produsen, penuturan dari petani cabai merah terjadi akibat tingginya biaya perawatan mulai dari pemupukan hingga pestisida.

“Keuntungan semakin menipis jika harga cabai merah ini naik dan sebaliknya keuntungan akan kita dapatkan semakin besar jika harga cabai lebih murah. Sementara pembeli beranggapan kalau kita akan meraup keuntungan yang besar jikan harga naik,” sebutnya.

Diceritakannya, kalau harga tinggi Rp 40.000 per kilogramnya dua minggu sebelumhya masih Rp34.000 per kilogramnya para pembeli akan mengurangi kebutuhan mereka. Sehingga berpengaruh terhadap pengurangan penjualan dan keuntungan.

Lailan Nur Dalimunthe (41) ibu rumahtangga di Kelurahan Kayu Jati Panyabungan mengatakan, kalau ‘pedas’nya cabai merah sepedas harganya, sebab Rp40.000 per kilogramnya merupakan puncak ketinggian harga di Madina.

Minyak Tanah

Selain itu, minyak tanah merupakan kebutuhan pokok mutlak adanya bagi masyarakat Mandailing Natal, karena belum memakai gas elpiji, di samping mengalami kenaikan juga menghilang dari pasaran.

“Meskipun harga minyak tanah mengalami kenaikkan, masyarakat cukup sulit mendapatkannya,” ujar ibu rumahtangga Fatimah (45) warga Panyabungan. Dia berharap agar pemerintah Madina untuk melakukan pengawasan, terutama tingginya harga minyak tanah. Karena saat ini masyarakat cukup terbebani dengan tingginya harga kebutuhan bahan pokok tersebut.

Baca Juga :  Polemik Dugaan Penyimpangan Dana Bansos Palas Rp1,2 Miliar, Memancing Adrenalin aktivis ’turun ke jalan

Menurutnya, ditingkat pengecer harga minyak tanah Rp5.000 perliternya.

Nirwan (39) warga Pantai Barat Mandailing Natal menambahkan, dengan kondisi ini masyarakat semakin sengsara. Dia juga berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan nasib rakyat Madina.

SUmber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=65375:masyarakat-madina-keluhkan-harga-cabai-merah–minyak-tanah-menghilang&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*