Masyarakat Medan Menilai Keputusan Paripurna Rekayasa Politik

Metrotvnews.com, Medan: Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa di daerah masih berunjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga eceran BBM. Mereka mengaku kecewa atas keputusan Sidang Paripurna DPR pada Jumat malam yang memilih opsi menunda kenaikan harga BBM per 1 April. Namun, keputusan itu tetap membuka peluang pemerintah menaikkan harga BBM.

Sehari pasca-keputusan DPR itu, Sabtu (31/3), mahasiswa di Medan, Sumatra Utara, terus menyuarakan penolakan mereka atas rencana kenaikan harga BBM. Aksi protes digelar di sejumlah titik di Kota Medan. Aksi dilakukan dengan menutup sejumlah jalan protokol, seperti Jalan Gatot Subroto. Massa juga melakukan pembakaran ban di persimpangan jalan.

Massa juga sempat melakukan sweeping ke toko-toko kalangan menengah. Mereka berdalih selama ini kalangan pengusaha tidak terlibat aksi penolakan kenaikan harga BBM.

Dalam orasinya, demonstran mengecam keputusan paripurna. Menurut pengunjuk rasa, keputusan itu hanyalah rekayasa politik. Meski tidak ada kenaikan harga BBM per 1 April, pemerintah tetap berpeluang menaikkan harga premium dan solar di kemudian hari. Masyarakat dan mahasiswa Kota Medan menuntut pemerintah menangkapi para koruptor dan menyita harta para penilap dana negara.

Seperti diketahui, rapat paripurna DPR yang berlangsung alot hingga Sabtu dinihari tadi, memutuskan menunda kenaikan harga BBM bersubsidi per 1 April. Rapat itu sekaligus mensahkan Rancangan Undang-undang (RUU) APBN-P 2012. RUU APBN-P itu disusun untuk mengubah Undang-undang APBN 2012.

Baca Juga :  Penangkapan 2 Oknum TNI AD Tak Terkait Perampokan Bank CIMB Niaga

Semula pemerintah mengusulkan agar ayat 6 pada Pasal 7 dalam undang-undang itu dicabut. Sebab ayat itu melarang pemerintah menaikkan harga BBM eceran. Padahal harga minyak dunia terus naik. Harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) juga terus meningkat.(DSY)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*