Masyarakat Muara Batang Toru Tolak Pembuangan Limbah Tambang Mas G-Resources Ke Hulu Sungai Batang Toru

limbah Masyarakat Muara Batang Toru Tolak Pembuangan Limbah Tambang Mas G Resources Ke Hulu Sungai Batang Toru
Tumpukan pipa saluran limbah tambang G-Resources di kebun PTPN-3 Batang Toru, “sumber konflik”.

Hutaraja, Masyarakat yang bermukim di 8 desa di Kecamatan Muara Batang Toru melalui lembaga Forum Pelestarian Sungai Batang Toru baru-baru ini mengajukan surat penolakan rencana pembuangan limbah tambang mas ke hulu sungai Batang Toru yang berada di hulu pemukiman masyarakat.

Mulanya pembangunan saluran pipa pembuangan limbah tambang mas G-Resources sudah mulai dilaksanakan dari areal perkebunan sawit PTPN-3. Namun pelaksanaan pekerjaannya terkendala, akibat protes dan penolakan masyarakat Muara Batang Toru. Bahkan sampai ke unjuk-rasa mengusir managemen G-Resiurces serta Muspika yang coba membujuk masyarakat.

Akibat berbagai upaya penjinakan masyarakat untuk pasrah daerahnya terkontaminasi limbah tambang, yang konon dipromotori Camat Ibrahim Lubis, akhirnya rapat musyawarah masyarakat memutuskan supaya lembaga Forum Pelestarian Sungai Batang Toru melakukan berbagai upaya hukum penolakan agar proyek pembangunan pipa saluran limbah tidak dilaksanakan.

Forum Pelestarian Sungai Batang Toru melalui ketua Ramli Pardede dan sekretaris Kimil mengirim Surat No. 02/FPSB/XIV-IV/tgl. 23 April 2012 ditujukan ke pimpinan perusahaan tambang mas G-Resources d/h Agincourt Resources. Isinya tegas menolak pembungan limbah tambang ke hulu sungai Batang Toru, dengan pertimbangan sungai Batang Toru selama sekian abad telah menjadi sumber mata pencarian serta air yang dikonsumsi masyarakat.

Disebutkan juga dalam surat penolakan tsb, air limbang mewngandung bahan kimia beracun, debit air limbah tambang jauh lebih besar katimbang debit aliran air sungai. “Sehingga takkan bisa diharap limbah tambang akan bisa hanyut dibawa aliran sungai ke muara sungai di Batu Mundam”, kecam beberapa tokoh masyarakat pada pers.

Baca Juga :  Waspadai Potensi Banjir dan Longsor - Cuaca Medan Makin Ekstrem, Kecepatan Angin Meningkat hingga 36 Knot/Jam

Dalam akhir surat penolakan tsb, ketua dan sekretaris FPSB menegaskan untuk meminimalisir efek negatif pembuangan harus disalurkan melalui pipa sampai ke tengah laut.

Perkembangan terakhir kasus konflik lokasi pembuangan limbah tambang mas di Batang Toru, setelah pengerjaan pipa saluran pembuangannya tertunda beberapa bulan terakhir, hingga kini belum terpantau.      Konfirmasi pers ke berbagai pihak terkait seperti Bupati Syahrul Pasaribu selaku Kepala Daerah Tapsel, Asisten-2 Pemkab Saulian Situmorang selaku pejabat yang meneken izin amdal, Kadis Pertambangan Baduaman Siregar selaku inspektur tambang yang diangkat Menteri ESDM, Camat Ibrahim Lubis bahkan humas G-Resources Stevi Thomas tak ada yang mau memberi jawaban. ( AR Morniff  )

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

7 Komentar

  1. Jika AMDALnya tidak transparan dan tidak disosialisasikan kepada masyarakat, sangatlah menjadi wajar kalau timbul penolakan atas rencana pembuangan limbah ini ke sungai Batangtoru dan kalau tidak jelas CSR sebelum perusahaan tambang mas G-Resources; sangat rasional jika masyarakat menolak keberadaannya. Katakan saja yang sejujurnya…jangan ada dusta diantara kita khususnya Pemkab Tapsel yang telah memberi ijin tambangnya……..ada apa dengan sayang ?

  2. Untuk Dapat Kita Maklumi..
    Bahwa proses pembuangan limbah pada prinsipnya berawal dari adanya persetujuan terkait AMDAL nya. Oleh karena itu, apabila amdalnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, mustahil terjadi penolakan dari masyarakat. Jadi,,, Alangkah lebih baik AMDAL PT. G Resources perlu dibuka dan diteliti kembali keberadaannya. Disamping itu perlu diekspose kepada masyarakat apakah keuntungan yang didapatkan daerah Tapanuli Selatan sebanding dengan rencara kerusakan yang mungkin terjadi.. Bravo Tapanuli Bagian Selatan.

  3. Terimakasih sebelumnya Pak Haji..saya sebagai bagian masyarakat sangat senang atas kesediaan Pak Haji membantu menjaga kelestarian alam kita. kebetulan saya juga sedikit banyak paham ttg lingkungan dan peraturan perundangannya,saat ini juga saya masih berstatus karyawan perusahaan asing terbesar di Indonesia. Intinya, dengan adanya perusahaan di daerah kita harapannya ada perbaikan tingkat ekonomi masyarakat. Namun perusahaan juga harus mengikuti aturan sehingga semua berjalan dengan baik dan tidak ada yang dirugikan.
    Begitu juga dengan para pejabat daerah yang kami hormati, mohon membantu menjaga lingkungan kita , karena ini adalah titpan anak cucu kita.
    tmrksh

  4. Setuju Pak Haji..
    Lingkungan kita harus jaga dengan baik, siapapun tidak boleh mencemari lingkungan.
    namun alangkah baiknya kalau kita lebih menyoroti ke arah perlindungan lingkungan yang diakibatkan perusahaan, dan saat ini ada didepan mata dari pada dipusingkan dengan urusan korupsi yang tidak bisa dibuktikan. kalau pak haji seorang yang berpengalaman, bantulah masyarakat kita dengan memberi referensi dan masukan. Terimakasih

    • Saya akan bantu berikan arahan dan masukan, bila perlu pihak perusahaan tambang mas tersebut akan saya bantu untuk study banding keperusahaan PT.INALUM.

      Perlu saya jelaskan perusahaan ini adalah tempat saya dahulu bekerja dan perusahaan ini juga bergerak dalam bidang Industri Peleburan Aluminium, jadi tidak jauh beda limbahnya, karena sama-sama limbah industri logam.
      HP.081397933999

  5. Kepada Masyarakat yang bermukim di 8 desa di Kecamatan Muara Batang Toru melalui lembaga Forum Pelestarian Sungai Batang Toru agar tetap menolak pembuangan limbah tersebut. Sdh cukup banyak tangan2 yang ikut merusak alam, sehingga alam sudah semakin tidak bersahabat dgn kita……seperti lagu ebit g ade.
    Perusahaan ini berjalan tidak bisa hanya dgn referensi Bupati dan bapedalda (HO), tetapi harus seijin juga dan dikeluarkan ijin dari Menteri Lingkungan Hidup.
    Kebetulan saya pernah bekerja di perusahaan asing. PT.INALUM-Asahan dan kami diperusahaan ini membuat pembuangan limbah sendiri berupa 2 kolam raksasa yang kedalamannya sampai belasan meter tanpa merusak lingkungan dan kehidupan masyarkat sekitar.
    Pemerintah daerah akan mendapat dana environmental fund utk pemeliharaan lingkungan, sedangkan dari apbd pun sdh ada budget pemeliharaan lingkungan……..awas double fund……sehingga……terjadi korupsi…….yang kasihan rakyat juga……..

  6. Dear Amang Boru, Tulang, Uda Sasudena..
    saya setuju, pada dasarnya siapapun tidak boleh mencemari lingkungan, apalagi suatu industri yang menggunakan kandungan logam berat yang tinggi.
    Keberadaan suatu perusahaan di daerah kita akan mendukung meningkatnya perekonian masyarakat sekitar terntunya, namun tidak dengan mengorbankan lingkungan, lingkungan / alam ini titipan Allah untuk anak cucu kita yang harus kita jaga, kelak yang akan menikmati adalah anak cucu kita. untuk perusahaan (tambang mas) limbah harus diolah sehingga hasilnya akhirnya memenuhi UU no. 32 tahun 2009 junto PermenLH No. 202 tahun 2004 tentang Baku mutu limbah cair tambang mas dan tembaga. bagi masyarakat juga harus tahu isi dari peraturan tersebut sehingga ada saling cross check diantara kita. alangkah indah hidup ini bila perusahaan bisa maju bersama dengan perokonomian masyarakat dan daerah juga lingkungan yang terjaga.
    terimakasih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*