Masyarakat Naga Juang Madina Tolak Keberadaan PT. Sorik Mas Mining

Masyarakat Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tolak keberadaan PT Sorik Mas Mining (PT. SMM). Penolakan tersebut disampaikan masyarakat Kecamatan Naga Juang dalam dialog antara masyarakat Kecamatan Naga Juang dengan elemen mahasiswa dan LSM seperti Walhi Sumut, tentang dampak tambang bagi masyarakat sekitar yang digelar masyarakat Naga Juang di Desa Sarak Matua Kecamatan Naga Juang, Kamis (5/8) malam.

Satma PP Madina, Tan Gozali yang menjadi pembicara mengatakan bahwa jika nantinya penambangan emas PT SMM beroperasi maka yang merasakan dampaknya masyarakat di Kecamatan Naga Juang. Tan Gozali menilai kehadiran PT. SMM bukan akan mensejahterakan masyarakat, seperti kehadiran PT Freeport di Papua. ”Masyarakat Papua yaitu yang ada di Kabupaten Mimika, warga sekitar bukannya menjadi makmur malah semakin miskin dan melarat. ”Jika memang masyarakat di Kecamatan Naga Juang menolak PT SMM maka Satma PP Madina akan berjuang bersama warga menolak keberadaan PT SMM,” ujarnya.

Bahkan Tan Gozali menuding pemberian sepeda motor kepada salah satu instansi baru-baru ini bukanlah semata-mata pemberian dari PT SMM, namun atas permintaan instansi itu sendiri melalui proposal yang disampaikan oleh instansi tersebut.

Sementara itu Sigit dari Advokasi Walhi Sumut mengatakan kegiatan penambangan dan ekonomi oleh PT SMM akan mencetak keuntungan finansial bagi perusahaan tersebut, namun tidak bagi masyarakat lokal di sekitar wilayah pertambangan dalam hal ini masyarakat di Kecamatan Naga Juang ini, seperti contohnya PT Freeport yang hampir setiap hari 700 ribu ton material dibongkar untuk menghasilkan 225 ribu ton bijih emas. “PT Freeport yang beroperasi di wilayah Papua tidak banyak berkontribusi bagi masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika yang dapat dilihat dari buruknya angka kesejahteraan manusia di Kabupaten Mimika.

Baca Juga :  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri pedesaan di Madina diharapkan semakin meluas menyentuh kehidupan masyarakat

Dikatakannya, Walhi sudah sejak 4 tahun lalu menyatakan sikap menolak keberadaan PT SMM di wilayah Kabupaten Madina, namun itu semua berpulang kepada masyarakat Naga Juang apakah akan menolak atau menerima. “Jika masyarakat Kecamatan Naga Juang menolak kami dari Walhi dan elemen lainnya akan mendukung perjuangan masyarakat Naga Juang,” jelas Sigit yang disambut teriakan masyarakat untuk menolak PT SMM. Acara dialog berlangsung aman dan lancar, diselingi tanya jawab masyarakat dengan narasumber tentang dampak kehadiran PT SMM. (T-9/f)

Sumber: http://hariansib.com/?p=134555

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Saya mendukung keinginan warga Naga Juang untuk menolak keberadaan PT.Sorik Mas Mining
    Karena keberadaan penambangan yang mereka lakukan itu berada di lokasi hutan lindung yang selama ini menjadi sumber mata air untuk sawah para petani dari sejak dulu. Untuk Pemda Madina, tolong anda jangan hanya memikirkan sumber pemasukan pajak daerah saja tapi ingat bahaya kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkan. Jadi terus maju Tolak Kebedaan PT. SMM Horas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*