Masyarakat Palas Geram Pemadaman Listrik tidak Beraturan

Illustrasi

Masyarakat Padang Lawas resah dan geram ulah PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN Persero) yang mematikan dan menghidupkan lampu tanpa beraturan, kekesalan tersebut diungkapkan salah seorang pemilik warung kopi Irwan Nasution di Kecamatan Batang Lubu Sutam, Senin (20/10)

“Dalam dua minggu terakhir, listrik hidup mati tanpa beraturan, masyarakat geram dengan ulah PLN seperti ini” ujarnya

Seharusnya, PLN harus mengumumkan pemadaman atau adanya gangguan tentang itu, ini tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba mati lampu, kesalnya

Apabila persoalan tidak segera direspon, mereka berencana akan mengadakan aksi ke PLN Ranting Sibuhuan sebagai bentuk kekesalan, “nanti kalau tidak ada perubahan, kita akan beramai-ramai kesana menanyakan penyebabnya”, lanjutnya

Pemadaman listrik tidak beraturan itu terjadi pagi siang dan malam. Hingga menjadi perhatian banyak orang. Masyarakat bahkan berencana meminta ganti rugi, yaitu memotong biaya beban atau pembelian pulsa meteran pra bayar sampai pada memotong biaya pembayaran rekening listrik ke PLN Ranting Sibuhuan

ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan Palas, Hasnul Hd juga mendesak pihak  PT  PLN (Persero) Ranting Sibuhuan menjelaskan kepada para pelanggan alasan pemadaman yang terkesan sepihak tersebut.

“Akibatnya sejumlah barang elektronik  seperti kulkas rusak sehingga harus diperbaiki dan ini membutuhkan biaya,” kata Hasnul

Jika  ada gangguan mesin hendaknya  disosialisasikan kepada pelanggan agar tidak resah berkepanjangan  karena harus membeli bensin untuk mengoperasikan genset atau membeli bahan bakar lain untuk penerangan.

Baca Juga :  Warga Tantom Minta Perbaikan Jalan

Hasnul mengatakan, pemadaman secara bergilir tentunya berimbas kepada para pelajar saat malam hari. Jika tidak ada genset mereka harus belajar menggunakan pelita atau lilin.

Saat dikonfirmasi tentang penyebab Pemadaman tersebut, Kepal PLN Ranting Sibuhuan sedang tidak berada di tempat, dicoba menghubungi via selular, handphone yang bersangkutan tidak aktif.

/Edi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*