Masyarakat Perbatasan Riau-Sumut Diminta Tak Beraktivitas di Areal Konflik

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Bupati Rokan Hulu Achmad mengatakan, antara Pemkab Rohul Provinsi Riau dengan Pemkab Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara sudah terjalin kesepakatan bersama untuk langkah penyelesaian tapal batas dua daerah beda provinsi itu.

Kesepakatan bersama penyelesaian tapal batas Riau-Sumut, jelas Bupati, sudah dilakukan pada 4 November 2013 lalu. Dia meminta warga di perbatasan daerah, baik warga Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai dan warga Kecamatan Hutaraja Tinggi Kabupaten Palas untuk sementara tidak beraktivitas di areal konflik yang kini sudah dikuasai penuh oleh perusahaan perkebunan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI).

Alasan tidak boleh beraktivitas, ujar Bupati Rohul, beberapa waktu lalu areal konflik tersebut juga berstatus status quo. Saat ini, baik Rohul atau Palas, masih menunggu keluarnya keputusan dari Mendagri.

“Kita minta masyarakat tidak beraktivitas apapun dil ahan sengketa. Ini demi terciptanya situasi daerah aman dan kondusif. Hindari konflik dan bentrok fisik antar sesama warga,” harap Bupati.

Untuk diketahui, pada Rapat Koordinasi di rumah dinas Bupati Rohul pada 4 November 2013 lalu dengan melibatkan Tim Penegasan Batas Daerah (TPBD) dua kabupaten beda provinsi. Dari Rakor itu sudah lahir kesepakatan penentuan tapal batas antara Kabupaten Rohul dengan Kabupaten Palas yakni pada titik kordinat P49-P58.

Kesepakatan penentuan titik kordinat di P49-P58 sendiri sudah tertuang dalam berita acara ditandatangani Bupati Rohul bersama Asisten Pemerintahan Setdakab Palas Hamonongan Daulay.***(zal)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Hasil Akhir Quick Count Kompas: Jokowi 52,97 %, Foke 47,03%

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*