Masyarakat Sambut Baik Dimulainya Pembangunan Pelabuhan Laut Madina

(Analisa/syawaluddin hasibuan). Pembangunan Pelabuhan Perlimbungan Ketek di Desa Muara Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal.

Panyabungan, (Analisa). Dimulainya pembangunan Pelabuhan Perlimbungan Ketek di Desa Muara Batahan Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada TA 2012 ini mendapat sambutan positif dari masyarakat kerena akan membawa perbaikan bagi perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Demikian disampikan salah seorang tokoh masyarakat Pantai Barat Madina Nasri Lubis kepada wartawan, Senin (7/5).

Nasri mengatakan, meskipun masih tahap awal pembangunan pelabuhan dengan proyek pembangunan bakal dermaga total Rp.8,3 Milyar adalah satu program dari pemerintah daerah dalam tujuannya membangkitkan gairah perekonomian masyarakat.

“Dari bincang-bincang kita dengan Kadis Perhubungan Madina beberapa waktu lalu pembangunan bakal dermaga yang bersumber dari APBN dalam waktu dekat akan dimulai pembangunannya, tinggal katanya yang menjadi utang dari Pemkab adalah pembangunan transportasi darat dari Natal ke lokasi pelabuhan di Batahan sekitar 23 KM,” ujarnya.

Katanya, tanah bekal dermaga sudah diserahkan oleh masyarakat dimana nanti panjang mencapai 700 Meter dengan kapasitas 5.000 Ton untuk kapal merapat ke pelabuhan ditambah lagi dengan fasilitas di dalam komplek pelabuhan tersebut.

“Kamudian pada saat kita juga menyambangi Syahbandar Natal mengakui bahwa pelabuhan dari proyek Kementerian Perhubungan tersebut nantinya akan ditargetkan selesai pada TA 2014 mendatang. Karena itulah kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah sebab jika selesai nanti pelabuhan Parlimpungan Ketek wilayah Pantai Barat memiliki sumberdaya alam memadai akan bergairah akan banyak terbuka peluang kerja maupun usaha-usaha lain bagi warga di sekitarnya,” katanya.

Baca Juga :  Longsor di Dua Kecamatan di Tapanuli Selatan

Senada dengan Nasfri, Amrul warga Batahan juga mengatakan, saat ini masyarakat sudah lama menambakan kehadiran pelabuhan di daerahnya karena selama ini masyarakat nelayan banyak yang melakukan hubungan keluar Madina akibat infrastrukur pelabuhan tidak mendukung.

“Kalau kita lihat fakta selama ini para nelayan pantai barat Madina selalau berhubungan ke daerah lain, namun jika nanti sudah tersedia tentu hal itu tidak akan terjadi lagi malah akan berdampak positif pada masyarakat lainnya,” ujarnya. (sah)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. wah hebat…. suatu terobosan yang bagus dalam mendukung perekonomian masyarakat…. Masyarakat seluruh Tapanuli bagian Selatan pasti senang dengan kehadiran transportasi ini…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*