Masyarakat Sipirok Kampanye Anti Pt. Toba Pulp Lestari: Dishut Tapsel Dituding Sekongkol Malah Bungkam

Spanduk kamanye anti Pt. TPL di Kota Sipirok

Sipirok, Menyikapi kasus Pt. Toba Pulp Lestari (TPL) anak-perusahaan April Group Penanam Modal Asing (PMA) dari Singapura yang malang-melintang menjarah tanah rakyat di Kabupaten Tapsel, kelompok masyarakat di Kota Sipirok melakukan kampanye anti dan penolakan terhadap Pt. TPL. Selain melakukan razia dan penangkapan terhadap armada truck angkut kayu TPL, masyarakat juga giat berkampanye melalui berbagai media. Antara lain mengupload berbagai berita dan komentar, juga menabur pemasangan spanduk di jalan raya.

Salah satu spanduk yang berhasil didokumentasikan pers, terpampang di Jalan Lintas Sumatra di Kota Sipirok, persisnya di depan Kantor PLN Cabang. Dalam spanduk timbal-balik yang memudahkan dibaca puluhan ribu pelintas dari Propinsi Sumut ke Sumbar dari dua arah, tertulis kalimat “Gunungan Kasus Pt. TPL, Manipulasi Tebang Kayu, Korupsi Hak Negara DR & PSDH” dan “Dinas Kehutanan Tapsel Sekongkol Tutup-mata”.

Akibat terpasangnya spanduk tsb terlihat menggerahkan pihak Dishutkab Tapsel, beberapa kali terlihat para pejabat Dishut seperti Sekretaris Dishut Syahril Siregar dan Ka UPT Angkola Sipirok Irawadi Jambak yg sibuk hilir mudik menontoni spanduk tsb. Bahkan pada beberapa malam, terlihat beberapa mobil penumpang celingak-celinguk di bawah lokasi spanduk, namunsewaktu dikejar para pemuda langsung kabur.

Sebaliknya, phak managemen Pt. TPL terlihat seolah berkuping pekak dan `muka-badak`. Seperti sa`at pers memergoki camp manager TPL Sektor Tapsel, James Tampubolon sedang makan siang di Rumah makan Siang-Malam Kota Sipirok, sewaktu ditanya komentarnya bersikap acuh. “Itu urusan Direktur Leonard Hutabarat dkk, saya sendiri tak peduli lagi karena dua bulan lagi saya sudah keluar berhenti kerja dari TPL, mau ikut grup Gudang Garam di Kalimantan”, celoteh James Tampubolon.

Baca Juga :  Mahasiswi Mesum Di Padangsidimpuan Digerebek

Humas TPL Sektor Tapsel, Riza Pasaribu walau terlihat sedikit sungkan namun masih sering hilir mudik. “Mungkin lagi cari peluang mau menyabot spanduk kampanye anti TPL di Sipirok, maklumlah setiap mau ke kantor pusat di Sosor Ladang Kota Porsea, kan para staf TPL mesti lewat Jalinsum di Sipirok”, ujar beberapa tokoh pemuda seperti Faisal Pardede, Zulpan Hutasuhut dan Bobby Iskandar Siregar. ( Eremha )

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. Klu kubaca berita Konsolidasi Korban TPL Se-Sumut dan kubanding “kicau” si nama samaran “hayuara dongoran” bakal ada Gelar-Perkara kasus TPL kontra si Morniff, jelas si “hayuara” ini kibus TPL karena sehari-hari dikenal dgn nama Naswardi Sihaloho sohibnya humas TPL si Riza anak si Chairudin, dan si Morniff bakal banyak supporter para korban TPL di Sumut. Ibarat gajah lawan sarang semut.

  2. Wah, berita lama belakangan dikomentari nama samaran “hayuara” dan “amran”. Ngocehlah kamu situ, yg kulihat kamu-kamu terlalu pengecut utk berani tampil beda terang-terangan menghadapi si Morniff. Dari isi tulisan kalian nampak kali sifat iri dengki busuk hati, melihat dia berani bela rakyat melawan TPL, sementara kalian sendiri tutup-mata melihat rakyat “dijajah” TPL. Apa mungkin lantaran kalian kere kota makanya tak peduli sebangsa sesukumu di pedesaan didzalimi TPL? Apa memang begitu tabiatmu, bukan berusaha bertanding berbuat sama rakyat, tapi malah bersaing berusaha menjatuhkan orang yg berani berbuat? Cocoklah kalian disebut SAMPAH !

  3. kalau saya yakin banditnya tetap TPL 1000 % tetapi kalau ada bandit lain yang bertopeng muka tiga, yang selalu claim kebenaran dan selalu merasa pa pistar-pistarkon, anti kritik, jogal, takkang, sok, arogan, pa beteng-beteng kon, sombong itu lebih sungguh memalukan !

  4. INFO:

    Ada indikator yang jelas, bahwa konflik eRMHa vs TPL tak terlalu lama lagi akan digelar untuk publik. Coming soon.

    Bisa jadi tontonan dan liputan menarik. Bila perlu direkam jadi film dokumenter. Akan terkuak nanti siapa sesungguhnya bandit yang berteriak “bandit.” Dan, siapa yang sebenarnya dizalimi.

    Selamat bertarung.

    HD

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*