Masyarakat Sipirok Perang Spanduk Melawan Pt. Toba Pulp Lestari

Spanduk masyarakat “menyerang” TPL

Sipirok, Operasional Pt. Toba Pulp Lestari (TPL) di Kabupaten Tapsel belakangan ini makin banyak diributkan masyarakat khususnya di Kecamatan Angkola Timur dan Sipirok. Sumber konflik masyarakat melawan TPL berasal dari kegiatan illegal TPL menjarah dan menyerobot tanah-tanah hak milik warga. Selain mengadukan kasus kejahatan TPL ke instansi berwajib, masyarakat juga berkampanye melalui pemasangan spanduk.

Salah satu kampanye spanduk yg menyolok berada di tengah Pasar Sipirok. Pihak TPL sebenarnya tidak tinggal diam, melalui kalangan anteknya yg menyusup di tengah masyarakat, sudah beberapa kali pemasangan spanduk menantang TPL oleh AMSPH (Aliansi Masyarakat Sipirok Peduli Hukum) disabot tengah malam oleh kacung suruhan TPL.

Namun kegigihan AMSPH menyuarakan jeritan rakyat petani yg tanah sumber penghidupannya dihancurkan TPL, tetap membara. Setiap ada spanduk disabot, esoknya lalu naik spanduk berikut yg thema makin keras.

Spanduk terakhir menuding TPL sebagai penjahat tak bermalu, yang selalu kalah debat hukum di Polres Tapsel tapi konon berkat kekuatan uang mebayari aparat untuk membungkan melihat kejahatan TPL merampas tanah-tanah masyarakat. Seperti yang sedang terjadi di Desa Batang Tura Julu, Dusun Tanjung Sunge dll.

Muspika Sipirok terlihat bersikap banci, tidak mau memproses pengaduan masyarakat dan tidak mau menindak kejahatan berlanjut TPL.

Beberapa tokoh pemuda seperti Faisal Reza Pardede, Bobby Iskandar Siregar, Ucok Bandal dll sa`at ditanya pers menegaskan, “Sementara inilah dulu dukungan kami terhadap perlawanan masyarakat. Nanti pada waktu tepat kami akan pimpin gerakan massa mengusir TPL dari Sipirok, ketus mereka.

Baca Juga :  Pukul Lawan, Allegri Kritik Ibrahimovic

Sebaliknya pihak managemen TPL di camp Maragordong mulai dari manager James Tampubolon, Riza Pasaribu, staf Rico manalu, Ka Security AR Manurung semua tutup-mulut. Cuma kordinator humas Betmen Ritonga pernah menggertak akan jadikan spanduk yang terpamang di tengah Pasar Sipirok sebagai bukti. Namun sewaktu kalangan pemuda menantang dan menyuruh si Betmen mengadu ke polisi, si Betmen malah ngacir. ( ARM Hutasuhut )

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

53 Komentar

  1. biang – biang TPL Indorayon…..kok pada diam kalian bangsat……….keluarlah supaya kita buktikan siapa kita lebih jago di Tapanuli ini.

    siapa-siapa agi kalian antek – antek TPL………tunjukkan batang hidungmu, jangan jago memenjarakan orang……………luluhlantakkkan TPL

  2. Mari kita awal perjuangan mulia dan tulus Bapak Mornif dkk, TPL cuma dekat polri.tapi Bapak Mornif punya jutaan pasukan siap beranimati melawan rejim kekejian,kelicikan,akalbulus TPL Indorayon.

    Satu kata Demonstrasi besar-besaran paling ditakuti TPL dan jadi INDORAYON jilid 2

  3. mari kita awal perjuangan Bang Mornif sama seperti kita melawan kekejian Bangsat TPL pimpinan chairuddin pasaribu dari polres sidempuan, poldasu sampai kapolri san kompolnas di Jakarta.
    tutup TPL

  4. mari kita awal perjuangan Bang Mornif sama seperti kita melawan kekejian Bangsat TPL pimpinan chairuddin pasaribu dari polres sidempuan, poldasu sampai kapolri san kompolnas di Jakarta.
    tutup TPL

  5. Lho, kok para pendekar dunia maya pada adem ayem bungkem melempem kabeh? Ayo donk pakar silek lidah, jawara pencak ngibul, lihay kuntau ulok, ahli taikwon bodong, pamerin terus jurus putarbelit,, kelit kilah, salto dalih dlsbnya serangan tengkar jagoan runduk biar kuundang para korban TPL yg pingin tahu nama lihat tampang kalian kasi applaus atas “perjuangan” kalian mengkritisi nasib tanah mereka.

  6. Forum aha do on? Maradu pagodang baba? Di hamu sude ma i, monang pe inda adong guna na. Silahkan lanjutkon porang tanding pendekar dunia maya, japurut dunia nyata.

  7. au bayang parsaba do ayakku di sipirok an, kalau Bapak Mornif siapa amangmu ? sutan panusunan bulung kah ? atau Baginda Namora di Sipirok ? apa hebat dan pentingnya amang dianggarkan Bapak Mornif ? tapi orang bijak bilang, biasanya buah mangga jatuh tak jauh dari pohonnya lho.

  8. BAGINDA : Mornif sepertinya frustasi, sehingga jawabannya makin tak tentu arah, menanyakan ise amang mu ise amangku, bobot, bibit dan bebet seseorang sungguh diluar konteks, gak perlu ! level ? level musang berbulu domba kog berkoar ? semakin kau bunyi makin nampak sosok aslimu, bahwa kau itu intelektual level lopo, merenunglah sejenak tulang,

    MORNIFF : ?

    BUDI : !

  9. Mornif sepertinya frustasi, sehingga jawabannya makin tak tentu arah, menanyakan ise amang mu ise amangku, bobot, bibit dan bebet seseorang sungguh diluar konteks, gak perlu ! level ? level musang berbulu domba kog berkoar ? semakin kau bunyi makin nampak sosok aslimu, bahwa kau itu intelektual level lopo, merenunglah sejenak tulang, !

  10. WONG DESO :Sekali lagi Bung Morniff. Kuikuti serial belasan berita anda tentang kejahatan TPL menyerobot tanah-tanah hak milik rakyat, mulai dari Angkola Timur sampai kini ke Sipirok. Segala nama samaran seperti Jolma Horbo, Hayuara Donoran, Amran Nst, Baginda Hrp, Mora na Mora, Hasibuan, Karl Marx benar sdr bilang pengecut lempar isue sembunyi tampang.

    WONG DESO : Kecuali si Budi Hts, tapi siapa sih dia? Apa yg pernah dibuat si Budi memebela rakyat di Tapserl? Apa si Budi dan sekian nama samaran itu pernah bela rakyat korban TPL?

    WONG DESO : Sementara kudengar sejak belasan tahun lalu sdr pernah bela rakyat di Sosa, Hutalombang-Sibuhuan, Batahan, Sikapas-Singkuang, kok repot mikirin segala moci dengki.

    WONG DESO : Sudahlah, tinggalkan saja gerombolan anjing menggonggong yg tak menggigit itu terus mengkaing-kaing. Saya orang kampung tak mampu berbuat paling cuma hantarkan perjuangan sdr bersama rakyat ke propinsi dan pusat dengan do`a. Dijamin gonggong kaing para busuk hati di Tapsel kan tidak kedengaran ke Medan dan Jakarta.

    JIOR SADA-SADA : Bung Morniff sudah mulai diam! Mungkin sudah habis kamus sama Budi. Atau lagi mempersiapkan “tesis” atau “kamus baru” untuk menghadapi “gelar perkara” nanti. (Bukankan Morniff dan TPL saling mangadukan?) Dia akan menjadi pahlawan kalau nanti bisa menjawab semua pertanyaan para panelis. Tetapi akan benar-benar manjadi PECUNDANG kalau semua “kudis”-nya justru terkuak. Akan jadi tontonan seru, karena mungkin akan disiarkan langsung oleh televisi Al-Jazeera. Firasatku, Morniff akan mengalami anti-klimaks!

    BUDI : ?

  11. Maju trus bg morniff, ngak usah dengar gonggongan mereka, mereka cuma takut ato iri lihat perjuangan mu, apa lg orang tolol yg menyebut saudara2 nya bodoh padahal dia tdk sadar mungkin ada salah satu keluarganya dibilang bodoh . Yg saya sesalkan ada orang sipirok yg pintar tega melihat kampungnya di jajah dan dirusak, bukan ngasih solusi ato semangat, klau ngak salah di sebut Nato, aku bg memang orang kampung yg ngak tega lihat dampak lingkungan tebang habis, jalanan yg semakin rusak karena mereka, belum lg macet gara2 truk kayu yg besar ngak ngasih jalan, itu semua sudah aku lihat karena pekerjaanku setiap hari keluar masuk kampung pengepul hasil pertanian, kudukung perjuangan mu bg morniff

  12. Sekali lagi Bung Morniff. Kuikuti serial belasan berita anda tentang kejahatan TPL menyerobot tanah-tanah hak milik rakyat, mulai dari Angkola Timur sampai kini ke Sipirok. Segala nama samaran seperti Jolma Horbo, Hayuara Donoran, Amran Nst, Baginda Hrp, Mora na Mora, Hasibuan, Karl Marx benar sdr bilang pengecut lempar isue sembunyi tampang. Kecuali si Budi Hts, tapi siapa sih dia? Apa yg pernah dibuat si Budi memebela rakyat di Tapserl? Apa si Budi dan sekian nama samaran itu pernah bela rakyat korban TPL? Sementara kudengar sejak belasan tahun lalu sdr pernah bela rakyat di Sosa, Hutalombang-Sibuhuan, Batahan, Sikapas-Singkuang, kok repot mikirin segala moci dengki.
    Sudahlah, tinggalkan saja gerombolan anjing menggonggong yg tak menggigit itu terus mengkaing-kaing. Saya orang kampung tak mampu berbuat paling cuma hantarkan perjuangan sdr bersama rakyat ke propinsi dan pusat dengan do`a. Dijamin gonggong kaing para busuk hati di Tapsel kan tidak kedengaran ke Medan dan Jakarta.

  13. Kau memang orang Sipirok, yg 3 generasi bercokol di Sipirok tapi apa bisa bilang aq bukan orang Sipirok? Apa cuma kau thok orang Sipirok? Orang Sipirok seperti apa? Kau sinis pada pemalak kekuasaan, apa karena lingkunganmu pernah dekat dgn kekuasaan? Sebagai apa? Mau kupertajam komparasinya? Ise amangmu, ise amangku? Jangan sok enteng lidah, banding Bibit, Bobot, Bebet kau nggak levelku.

    • Mornif: Kau memang orang Sipirok, yg 3 generasi bercokol di Sipirok tapi apa bisa bilang aq bukan orang Sipirok?

      Budi: Aku orang Sipirok. KTP Sipirok. Dan kau orang Padangsidempuan, jika kita pakai defenisi sosiologi maupun antropologi.

      Mornif: Orang Sipirok seperti apa?
      Budi: Sudah aku bilang di awal, kau pelajari orang yang menjadi kawanmu berdebat. Aku sudah mempelajarimu dan mengajakmu bertemu.

      Mornif: Kau sinis pada pemalak kekuasaan, apa karena lingkunganmu pernah dekat dgn kekuasaan? Sebagai apa?

      Budi: Aku sinis pada semua pemalak, baik mereka yang berkuasa, yang sok berkuasa, dan penguasa yang memanfaatkan orang yang tak tahu dan yang ketakutan. Lingkungan saya bekerja di lingkungan penegak hukum sebagai konsultan sampai sekarang. Saya tetap pada jalur ingin menghasilkan lembaga negara yang idealis. Bekerja berdasarkan analisis atas fakta yang saya dapat dari penelitian bertahun-tahun dalam kapasitas saya sebagai peneliti dan dosen perguruan tinggi.

      Mornif: Mau kupertajam komparasinya?
      Budi: Kau kan cerdas, paham betul apa yang harus dipertajam seorang peneliti yang sudah mengajakmu ngobrol dan kau tak menyadarinya telah dijadikan sebagai subjek.

      Mornif: Ise amangmu, ise amangku?
      Budi: Pertanyaanmu memasuki wilayah kultural (antropologi). Ini bidang saya. Kau ingin jawaban seperti apa? Dari perspektif antropologi, etnologi, atau psikologi sosial. Saya H. Budi Parlindungan Hutasuhut gelar Baginda Setia Parlindungan Hutasuhut. Generasi no 14 dalam masyarakat marga Hutasuhut.

      Mornif: Jangan sok enteng lidah, banding Bibit, Bobot, Bebet kau nggak levelku.
      Budi: Sebetulnya aku tak terlalu perduli padamu, tapi karena kau yang merasa punya level dan cerdas membodohi orang Sipirok, aku jadi perduli. Kau menyebabkan orang Sipirok saling mencurigai, saling mengasah golok. Ini fatal. Apa yang kau lakukan ini akan mengungkit konflik horizontal di antara orang Sipirok. Kau pertebal garis yang ada, kau bagi masyarakat Sipirok ke dalam kelompok-kelompok penentang, tapi bersembunyi di balik spanduk. Kalau langkahmu benar, kau tutup saja Jalinsum di wilayah Sipirok, bangun barikade di sana dan nyatakan sikap secara langsung. Bukan memalak sopir truk kayu yang cuma rakyat biasa dan harus merogoh kantong pribadinya untuk memenuhi keinginan para pemalak bodoh itu.

      Budi:

  14. Bung Morniff, tak perlu lagi sdr tanggapi ocehan dengki orang-orang tak jelas, biarkan saja komentar sampah mereka dihambur. Kan sdr dan rakyat korban tak rugi. Istilahnya anjing menggonggong tak menggigit.

  15. malam semua,
    pak MORNIFF dah aq baca semua coment2 Dan argumen dari anda, anda itu buat sensasi tapi kurang ilmu Dan intelegenci.
    anda mau manfaatkan yang ada tp kurang mengerti “SEMUA” yang anda permasalahkan.

    kalau aq humas Di TPL kamu nga akan sanggup berargumen sama aq.

    kalau humas yang d TPL orang2 yang memanfaatkan situasinya itu.
    asa boi cair expensive claim tanpa karejo.

    HUTANDA DO I SUDE?
    CUMA pak Morniff aq jg udah gambar kamu,
    M4MANFAATKAN SITUASI YANG ADA?

  16. satu sentilan dari Budi Hts, langsung Mornif buka kartu, buka kedok dan dengan angkuhnya ngaku sebagai pemberi “perintah” kena kau Mornif ! hahahahahah….mau tarok dimana muka ini katua ? pa turun sa otik ginjang ni roha mi katua……aso mantap tarida.

  17. kog melenceng jawaban kau Mornif ? apa yang aku gut-gut kan atas kebodohanmu ? kalau kau pintar pasti aku ikut dan minta ilmu sama kau. tapi ini bodoh kog dipelihara ???? KAU JAWAB DULU APA YANG DIBILANG SI BUDI HTS ITU, !!! aku udah pernah protes kau tentang “TERTANGKAP TANGAN” yang kau terjemahkan ngawur itu. pintar sikit lah…….. hei bung. aku dukung kau tentang TPL tapi jangan bikin malu. eh apa betul ada pemalakan yang kau suruh ? kau dapat dong ? logikanya kalau kau yang suruh berarti kau ada kepentingan, siapa tau kau dapat sekedar ongkos bolak balik ke sipirok.

  18. “Baginda harahap” lagi-lagi nama samaran, karena dari sudut fakta kebenaran sehari-hari nama ini tak dikenal di kalangan lokal, apalagi terkait konflik TPL versus rakyat di Sipirok dan Angkola Timur. Konyol si pengecut ini latah nimbrung pamer sifat iri, lempar gut-gut sembunyi tampang. Ibarat kutip plus permak pepatah peribahasa, kini kafilah advokasi rakyat tuntut TPL dah hijrah ke Medan, nyampe nggak kaing anjing menggonggong alias suara dengki si pengecut ini ke level propinsi?

  19. hahahahaha…. itulah seorang Mornif yang pake kacamata kuda, kebenaran cuma ada pada dirinya !
    dari sudut mana kau membenarkan itu Mornif hutasuhut ?

  20. DAFTAR (3) pengakuan bung Morniff.

    1. “…….Budi, autokritik dululah. Tak usah lantamlah, apa yg kau tahu ttg yg kau sebut pemalakan? Aq yg merintis, aq yg perintahkan armada truk kayu rakyat –yg dibawah naunganku– utk beri kompensasi terhadap support sekelompok warga Sipirok yg support moril & fisik aktifitas kayu rakyat di Sipirok & Angkola Timur….”

    2. “…. Jika kemudian armada truk perampok kayu dari TPL dipaksa utk juga beri kompensasi, apa keberatan anda……..?”

    “……. Anda sinis pada hukum besi jalanan?”

    2. “….Klu mau sok idealis, jangan tanggung…….”

    “……, sementara aparat parasitis apa rakyat mesti apatis? Silahkan anda pesimis, tapi bukan berarti anda punya hak moral utk sarkastis….”

    3. “….. Ttg spanduk, aq yg dah konfrontasi terbuka vs TPL kasi pencerahan kepada sekelompok warga kritis Sipirok perihal “isi perut” TPL, lantas mereka kasi dukungan moril padaku, kok anda sinis?”

    “… Apa interest anda? Apa manfa’at sinisme anda bagi advokasi melawan TPL khususnya dan maslahat bagi para korban TPL umumnya?”

    • MORNIF: Budi, autokritik dululah. Tak usah lantamlah, apa yg kau tahu ttg yg kau sebut pemalakan? Aq yg merintis, aq yg perintahkan armada truk kayu rakyat –yg dibawah naunganku– utk beri kompensasi terhadap support sekelompok warga Sipirok yg support moril & fisik aktifitas kayu rakyat di Sipirok & Angkola Timur….”

      BUDI: introspeksilah! menurutmu apa yang aku tahu. inilah aku, dan bayangkan apa yang akan aku buat nanti menghadapi hal semacam ini dengan media di tanganku. Aku sudah ngobrol dengan dirimu.

      MORNIF: Jika kemudian armada truk perampok kayu dari TPL dipaksa utk juga beri kompensasi, apa keberatan anda……..?”

      BUDI: Saya idealis. Silahkan tanya siapa saja yang mengenal saya.

      MORNIF: ……. Anda sinis pada hukum besi jalanan?”
      BUDI: Saya sinis pada kemunafikan, yang mengatasnamakan kepentingan orang Sipirok. Kenapa tidak pakai nama diri sendiri saja.

      MORNIF:….Klu mau sok idealis, jangan tanggung…….”
      BUDI: Saya idealis dan bukan manusia setengah-setengah. Saya tak pernah mendukung kepentingan orang banyak setengah-setengah dan tidak berorientasi untuk kepentingan pribadi. Ingat, kasus lahan rencana perumahan pemda yang bermasalah dengan warga itu, saya yang ada di belakangnya. Saya tak perduli pada Wakil Bupati, Bupati, PT TSM, yang mempekerjakanmu.

      MORNIF: “……, sementara aparat parasitis apa rakyat mesti apatis?
      BUDI: Lihat konteksnya, jangan dipakai sebagai pembenaran

      MORNIF: Silahkan anda pesimis, tapi bukan berarti anda punya hak moral utk sarkastis….”
      BUDI: Saya memang sarkas, silahkan cari data tentang saya . Semua orang bilang saya sarkas. Kau bayangkanlah apa yang bisa dilakukan orang seperti saya

      MORNIF: Ttg spanduk, aq yg dah konfrontasi terbuka vs TPL kasi pencerahan kepada sekelompok warga kritis Sipirok perihal “isi perut” TPL, lantas mereka kasi dukungan moril padaku, kok anda sinis?”
      BUDI: Jangan pakai nama geografis Sipirok, itu bukan milik orang-orang bodoh yang mau kau suruh jadi pemalak. Saya orang Sipirok.

      MORNIF: “… Apa interest anda? Apa manfa’at sinisme anda bagi advokasi melawan TPL khususnya dan maslahat bagi para korban TPL umumnya?”
      BUDI: Kau pelajarilah tentang saya dan apa interes saya. Saya terkait dengan rekan-rekan di Provinsi Sumatra Utara yang anti-TPL, tapi tidak untuk kepentingan memalak di jalan.

      BUDI: kalau ada yang kurang jelas, kita tatap muka. Dirimu tahu nomor menghubungiku.

  21. Ocehan “sampah” nama samaran si amran nst? , mora na mora? mau diharap sikap tanggap seperti apa lagi? Sampah kan dah pasti benda tak berguna, patutnya dibakarhangus, dibuang, dijauhi, diludahi jijik banyak orang. Dalam konteks konflik TPL versus rakyat petani, kalian itu apa? Tak lebih dari sampahkan?

  22. bung MORFIN eeee MORNIF kalau aq nga ada kepentingan Di sini, cuma kalau aq ikuti terus berita ini anda itu terlalu cerewet Kali, kalau anda perempuan mungkin anda sudah bolak balik ganti lokalisasi sipata Di “Sarajevo”, sipata Di “Bandar Baru, sipata Di “Adian Padang (ADP), Sipata Di “Bukit Maraja” (BM).
    MULUT DI JAGA jangan seperti “MULUT (bawah) PEREMPUAN”

  23. sadarlah kau Mornif, sungguh tak baik cara2 begitu diteruskan…kau bilang kau YG PERINTAHKAN, boleh dong kita kritik, kog ngamuk boss ? TPL itu bodoh, jahat, dan penyamun kog malah ikuti langkahnya pulak ? rittik halak ulang dohot iba rittik…tpl telanjang eh ikut pulak telanjang. sudah ahhh… percuma debat sama si super jenius ini. inum pel mi katua aso sadar, sanga tokokkon ulu mi tu tembok aso tarbuka sa otik ! heheheheh…..hehehee,…… heheheh

  24. Apa pula urusan NST di Sipirok? Paling ini si Darwis HTS. Dasar manusia memang mahluk produsen sampah terbesar di dunia, termasuk omongan.

  25. Dasar manusia kaliber kerdil, secuil pun tak becus berbuat apa-apa, terkecuali cuma pamer ocehan dengki sama pekerjaan orang lain. Siapa nama aslimu? Mau aq perintahkan supir-supir truk kayu rakyat utk kasi sama sekelompok masyarakat Sipirok, apa urusanmu sama hasil kerja keringat orang lain? Tak laku jadi benalu parasit, kau mau setinggi langitpun kau teriak di forum ini percuma, ini zaman hemat efisiensi energi, jangan dihambur obral gratis via celoteh “sampah”, tokh takkan sezarahpun mengubah kehendak dan tujuan kami. Apa bisamu rupanya? Buktikan di luar forum ini kau bukan cuma omong/nulis komentar THOK !
    Udahlah tahu diuntung sikit, duduk -manis aja. Konflik kejahatan TPL bukan permainan bola-kaki di kampung, penonton idiot boleh heboh jingkrak blingsatan seenak muncung.

  26. AQ YANG PERINTAHKAN, kata si MOrnip bah…. ada Robin Hood dari Tabgsel rupanya ! kau dapat bagian gak Mor ? kau bilang dukungan moril dari warga sipirok, itu tuh mungkin dukungan materilnya. miskin banget kurang kreativitas ! sambil nyelam minum air…..malu malu in aja kau ini ! niatnya tulus untuk basmi TPL tapi caranya keliru, Mornip… oh mornip tanpa sadar kau rusak mental poso-poso orang Sipirok berprilaku penyamun dan bandit kayak gitu. ulang lupa inum pel mi da katua…..

  27. aduh kacian deh orang sipirok … di Perintah dengan perintah RITTIK ! hilang akal sehat rupanya. inum pel mi jolo katua….na marun do ho u ida.

  28. o begitu ya pak Mornip ? kacau kalau begitu…” AQ YG PERINTAHKAN” !!!!!! singkat saja, kalau TPL rittik kenapa kita ikut-ikutan rittik juga ?

  29. Budi, autokritik dululah. Tak usah lantamlah, apa yg kau tahu ttg yg kau sebut pemalakan? Aq yg merintis, aq yg perintahkan armada truk kayu rakyat –yg dibawah naunganku– utk beri kompensasi terhadap support sekelompok warga Sipirok yg support moril & fisik aktifitas kayu rakyat di Sipirok & Angkola Timur. Jika kemudian armada truk perampok kayu dari TPL dipaksa utk juga beri kompensasi, apa keberatan anda? Anda sinis pada hukum besi jalanan? Klu mau sok idealis, jangan tanggung, sementara aparat parasitis apa rakyat mesti apatis? Silahkan anda pesimis, tapi bukan berarti anda punya hak moral utk sarkastis. Ttg spanduk, aq yg dah konfrontasi terbuka vs TPL kasi pencerahan kepada sekelompok warga kritis Sipirok perihal “isi perut” TPL, lantas mereka kasi dukungan moril padaku, kok anda sinis? Apa interest anda? Apa manfa’at sinisme anda bagi advokasi melawan TPL khususnya dan maslahat bagi para korban TPL umumnya?

    • Mornif, aku tak suka soal pemakaian nama Sipirok (atas nama warga Sipirok). Jadi dirimu yang menjadi otak semuanya. Aku cuma bisa menertawaimu. Hahaha…. Teruskan, kalau tak bisa dihentikan, membuat orang Sipirok jadi bodoh.

  30. Maju trus pak Morniff, saya sebagai orang konservasi hutan tidak senang melihat mereka yang main tebang habis, untuk yg Nama nya BUDI hates jangan menbawa nama masyarakat sipirok, coba lihat dulu siapa yg berseragam yg memalak truk kayu, apa dasar anda mengatakan warga sipirok, saya orang yg tinggal sipirok tidak pernah saya lihat dengan mata saya masyarakat sipirok memalak truk kayu, malah dengan adanya truk kayu tsb banyak jalan yg makin rusak akibat truk kelebihan beban tidak sesuai dengan kondisi jalan. kalau jalan sudah rusak apa TPL mau memperbaikinya ?? pasti pemerintah daerah yg memperbaikinya dari uang rakyat pembayar pajak. jangan komentar kalau belum lihat dengan mata sendiri, bisa menimbulkan Fitnah..

    • Ron, kasihan kali aku sama kau. Tak kuladeni komentarmu, tambah kasihan aku sama kau. Aku ladeni saja ya. Kau buka mata kau, berdiri kau di jalan lintas Sumatra sepanjang Kecamatan Sipirok. Kalau ada truk kayu, kau perhatikan baik-baik. Buka mata kau. Nah, kau lihat kan. Mereka tak berseragam, orang udik yang sok mengatasnamakan seluruh orang Sipirok. Orang bodoh yang merasa hebat mencegat truk di jalan dengan cara memberhentikan sepeda motornya di depan truk. Kau lihat kan. Jangan-jangan kawan kau itu…. Ha..ha… Bodoh kali pun, mestinya tak aku tanggapi komentar kau. Ah, Ron (nama pendek, nama panjangnya RONTOK SELAMANYA), kasihan kali kau ribut soal orang-orang yang tak mau mengurus nasibmu.

  31. Bapak Mornif hutusuhut, tak ada yang gutgut, saya sangat yakin bila ada yang tak senang dengan cara dan tindakan anda dengan TPL bukan berarti mereka pro TPL, pemberi komentar yang mengkritik anda tak mempunyai kepentingan untuk TPL. 99 % pasti senang TPL hengkang di bumi tabagsel. ada yang senang main kasar seperti tindakan Bapak Morniff tapi ada juga yang senang dengan main halus tapi tujuan tercapai, jadi biasalah itu Bapak, kelompok ini yang mungkin yang selalu ingin mengoreksi Bapak demi kebaikan dan tercapainya tujuan kita mengusir TPL.

  32. Memprihatinkan, kebanyakan yg berkomentar di forum media ini eksistensi riel tak jelas,. Mereka tak pernah diketahui pernah berbuat sampai dimana alias cuma buras kecap nonsens bulshit. Mengetahui ada pihak-pihak lain yg coba berbuat, mereka pada gerah blingsatan, lantas sibuk mencaci. Apa sih yg pernah mereka perbuat terhadap “penjajahan” TPL? Kemana akalbudi hatinuraninya melihat sesamanya di pedesaan dirampas tanah sumber penghidupannya? Nihil selain gut-gut thok, malah ada pula yg membela TPL mungkin amang ompungnya dulu bekas Knil Nica Marsose makan gaji Hindia Belanda memerangi bangsanya sendiri. Kaum beristilah kerennya NATO (no action talk only), julukan kampungnya anjing menggonggong kafilah berlalu. Memang berbahagialah orang-orang dungu, mereka tak merasa rugi karena tak tahu telah dirugikan. At least, shut up the looser, with or without all of you, the show must go on!

  33. Atas nama saya sendiri saya mendukung gerakan penolakan keberadaan TPL di tapsel yg sudah jelas jelas buat rakyat susah dan mengaku ngaku pake izin segala , memang nya sipirok itu tanah nenek moyangnya TPL ???. kepada yg atas nama hayuara dongoran atau hasibuan atau hantu belau mana pun .. dont make statement that only show that you just only another stupid and kata orang medan BEDOGOL , to pak morniff maju terus kami dari elemen masyarakat masih ada peduli dan mendukung anda jangan hiraukan sekelompok golongan yg merasa dirinya tau banyak hal tapi hanya sedikit saja ..

  34. Ingin kenal dan diskusi dengan Aliansi Masyarakat yang mengatasnamakan diri Orang Sipirok ini. Sejauh mana mereka perduli soal penebangan hutan itu, atau cuma sekedar pemasangan spanduk, lalu sibuk mencegat truk-truk kayu di jalan dan mengutif pajak yang tak jelas. Alangkah bodohnya orang Sipirok di mata mereka, hanya sebagai contoh masyarakat pemalak di jalan.

  35. itulah ketinggian hatimu pak Mornif, bagimu komentarmu adalah emas sedang komentar orang kau anggap bustak, padahal belum tentu kau yang benar ! kau seperti tak diajari etika menulis dan berbicara yang elok, kalau dilingkungan sosial kau ini sudah dianggap hatobangon yang mesti didengar orang tapi nyatanya kau ini cuma umur yang uzur tapi ucapanmu kayak abege ! itu namanya sarat na tobang ! kalau di perhatikan separo dari berita media ini terisi dengan debat tengkarmu, itu karena kau terlalu murah memberi komentar…….tak dipungkiri perjuangan kau atas TPL menarik simpatik orang, tapi karena cara2 mu yang anggap pendapat orang itu salah semua membuat orang iseng nyeletuk menggodamu. siapa sih kau ini Pak ? kalau cuma direktur LSM kerupuk jange kog lantam betul bicaranya ? pigi sono ke ibu kota….. kalau merasa pintar jadilah LSM yang berbobot dan berwibawa…….pemahamammu tentang hukum terkadang ngawur dan berantakan sehingga ada yang bilang kau ini pokrol bambu, cuma tau ujung-ujungnya tapi pemahamannya ngawur, untuk level lopo boleh kau ngoceh bahwa apa yang kau sampaikan benar dan orang lopo mengamini, tapi kalau sudah media terbuka seperti ini orang bebas berkomentar sesuai latar belakang ilmunya. Oke pak Mornif…apa cacianmu berikutnya ? orang semua menganga menunggu…. biar kau kayak sipanggaron !

  36. Hayuara Dongoran alias Naswardi Sihaloho, kau tulis aq menjarah hutan negara? Menurut siapa? Menurut Penunjukan Keputusan Menhut No 44/2005, yg diputus Mahkamah Konstitusi tidak berkekuatan hukum? Areal yg aq dikuasakan rakyat utk “menjarah” adalah hak milik rakyat menurut Peraturan Menteri Agraria No 2/1962, APL menurut Permenhut P.50/2011, kok kau degil ngotot tulis hutan negara? Sementara dasarmu sebut hutan negara cuma SK 44/2005 cuma Penunjukan (bukan Pengukuhan) yg tidak berkekuatan hukum? Aduhai, telat mikir juga daganak sada on, konsepsi jadul kok tak malu dikemukakan?

  37. Eh, Hayuara Dongoran alias Naswardi Sihaloho ketua partai kombur lopo. Teks hukum kehutanan ya dibaca huruf demi huruf kata demi kata kalimat per kalimat apa yg tertulis di dlm Peraturan Menhut, apa kau buta aksara? Orang baca teks harafiah Permenhut kau sebut tafsir? Banding analoginya, membaca Ayat Al Qur`an bukan tafsir Qur`an.
    B Kau bisa baca nggak? Kutulis tak ada SK Camat lebih tinggi dari SK Menhut, karena yg kutulis Surat Hak Milik Tanah, yg diakui Peraturan Menteri Agraria No 2/1962. Apa hak tanah milik rakyat yg diakui Peraturan enteri Agraria thn 1962 lantas hilang lenyap musnah dicabut ditimpa dieliminir Keputusan Menhut thn 1992 ttg izin (penunjukan) konsesi TPL? Apa semua tanah hak milik rakyat puluhan thn di desa-desa di Angkola Timur, Sipirok, Psp seperti Poken Jior, Rimba Soping, Silinggom-linggom, Pargarutan Tonga, Sirumbi, Tanjung Sunge, Simarsarasara, Luat Harangan, Garonggang yg hak kepemilikannya diakui Pemen Agraria No 2/1962 dengan terbitnya SK Menhut No 493/1992 maka kini semua menjadi hak TPL? Apa berarti –menurut benak cetekmu– begitu banyak masyarakat puluhan desa d/h kampung yg di atas kertas peta lampiran izin TPL masuk areal konsesi TPL, maka secara hukum positif puluhan ribu masyarakat petani di Angkola Timur-Sipirok menumpang hidup merambah areal konsesi TPL? Kok Subandriya Kapolres Ts dan Rapolo Wakil Bupati Ts yg punya kebun dlm areal konsesi TPL di Situmba-Sidangkal nggak sekalian aja diadukan?
    Hebat, kita lihat saja bukti kebenaran bualmu nanti. Di Gelar Perkara Polres Tapsel, 2 X TPL keok, malah TPL ngadu ke Poldasu, mau apa? Gelar Perkara ulang di Poldasu? Emangnya beda penerapan hukum pidana di Polsek, di Polres, dgn di Polda dan di Mabes? Ayo, kapan? Hadir kau jadi lawyer TPL? Mau hukum rimba mau hukum kota mau hukum jalanan mau hukum gedongan terserahmu, kapan dimana bilamana?

  38. Pendapat saya:
    Statemen bung, “………Ini teks hukum kehutanan……,” adalah tafsir danga-danga! Kurang bobot-lah, gitu!

    Statement saya: SIAPA PUN YANG TERBUKTI MENJARAH HUTAN NEGARA, DI KONSESI ATAU BUKAN DI KONSESI, HARUS BERHADAPAN DENGAN HUKUM!

    Kalau TPL yang “menjarah” sesuai versi bung Morniff (karena mengabaikan keabsahan SKEP Menhut) maka TPL akan menerima hukuman.

    Sebaliknya, kalau bung Morniff yang benar-benar merampok (karena teori SK Camat-nya lebih tinggi dari SK Menhut, tidak terbukti kebenarannya) maka bung Morniff tidak mungkin bisa mengelak dari tanggung jawab. Pasti! Ini hanya soal waktu.

    Soal “berani berbuat berani bertanggungjawab” mengukur kualitas kejantanan seseorang. Dalam urusan lain, dulu, bung Morniff sudah membuktikannya juga, khan? Sukses!

  39. Di depan ktr Camat di Pargarutan ada spanduk dipasang Ketua DPRD Ts, Rahmat Nst, teksnya: “belajar dullu baru kerja”. Utk si Hayuara, teks yg cocok: “belajar dulu baru cerita”. Referensimu apa ? Opini awam? Ini bukan teori, dongok. Ini teks hukum kehutanan, baca Permenhut P.47/2010, P.50/2011, P.30/2012 supaya jangan komentar awam diobral di forum komentar media ini. Belajar dulu sejarah hitam reboisasi era Orde Baru di Tapsel (mungkin kamu blm lahir), belajar dulu teks hukum hutan hak, tak perlu keputusan Menhut utk hutan hak karena udah ada Permenhut yg mengaturnya. Tanya dulu Dishut Ts dah berapa SPP DR/PSDH disetor ke Rek Menhut. Polres dah 2X Gelar perkara bersama Dishut Ts, konfirmasi dulu sama kedua instansi kompeten ini, jangan awam sok kicau asbun. Kecian deh elu, iri dengki busuk hati akibat tak ngerti.

  40. SAYA sedih mempeoleh info tentang “kemelut” Sipirok menyangkuta TPL dan juga aksi bung Morniff.

    Si TPL, berbekal legalitasnya, membangun HTI dengan terlebih dulu memanen hutan ex reboisasi. Eh, rupa-rupanya RKT-nya yang sah diklaim oleh segelintir msyarakat sebagai “tanah milik” dan (konon) dibuktikan dengan surat PPAT (istilah lain dari surat Camat).

    Bung Morniff, konon memperoleh kuasa dari parfa “pemilik” tanah berdasarkan surat Camat di kawsaasan hutan itu, justru “memanen” hutan ex-reboisasi pinus. Dalihnya, “hutan hak.”

    Hutan hak dalam kamus kehutanan memang dikenal dan diakui. Hanya, bila lokasinya berada di kawasan hutan tentulah terlebih dulu harus dikeluarkan dari kawasan hutan berdasarkan keputusan Menhut. Tambahannya, hutan hak itu mesti diakui oleh BPN (badan pertanahan nasional). Artinya, tidak memadai hanya surat Camat alias PPAT!

    Jadi, kenapa bung Morniff yang “biasanya” hafal peraturan berani memanen hutan ex reboisasi dengan dasar hutan hak, sehingga meng-klaim tidak perlu mengeluarkan (membayar) apa pun terhadap negara (misalnya DR dan PSDH)? Mengapa pula pihak kehutanan setempat seperti buta-mata terhadap fakta ini? Mengapa pula pihak kepolisian seolah buta-hati menyaksikan truk-truk logging “hutan hak” versi bung Morniff ini? Dan, mengapa TPL tidak berbuat apa pun untuk mencegah terjadinya “penjarahan harta negara” dari konsesinya?

    Ini semua pertanyaan yang perlu penjelasan. Boleh jadi instansi keamanan di level tinggi perlu menelisik ini. Kalau Morniff benar dengan teori “hutan hak” tanpa keputusan menhut dan tanpa pengakuan BPN, silakan pemerintah (Kehutanan) mengeluarkan statement (supaya masyarakat, siapa pun bisa melakukan hal serupa). Kalau Morniff telah melakukan illegal logging, perlu dihentikan dan diganjar hukuman yang adil.

    Semua kita yang ingin berjuang legal, ingin kejelasan mengenai hal-hal semacam ini.

    HD

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*