Masyarakat Sumut Kehilangan Sosok Oegroseno

Oleh : Malik Assalih Harahap,ST. *)

Masyarakat Sumut dari berbagai stratifikasi sosial merasa kehilangan terhadap Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno yang akan menempati tugas baru sebagai Kalemdiklat Pol (Job Bintang Tiga).

Sosok Oegroseno sangat dekat dengan masyarakat terutama masyarakat golongan bawah, banyak kasus yang menimpa masyarakat bawah yang disebabkan kesewenangan oknum aparat beliau tindak lanjuti dengan melibatkan Propam dan Ditreskrim, sehingga dimata masyarakat Sumut, Oegroseno adalah Pendekar Keadilan.

Disamping itu beliau juga sangat cinta terhadap Sumatera Utara,bahkan bukan itu saja beliau memiliki ide dan program yang brilian yang sangat menyentuh untuk kepentingan masyarakat, disisi lain masyarakat Sumut juga bangga karena beliau dipromosikan pimpinan Polri menduduki jabatan Bintang Tiga.

Figur yang dikenal baik, tegas dan ramah memiliki porsi yang lebih dari anggota beliau. Sosok Irjen Pol Oegroseno susah ditemukan dalam kehidupan sehari -hari sebagai anggota Bhayangkara Polri. Beliau terkenal punya prinsip terutama dalam hal membela kebenaran dan riligius. Ini dilihat dari kehidupan sehari hari beliau dan dekat dengan ulama.

Selama menjadi Pimpinan Kepolisian Daerah Sumatera Utara,Oegroseno sempat dicoba dengan sejumlah kasus besar diantaranya perampokan bersenjata api oleh sejumlah orang terhadap Bank CIMB Niaga Aksara Medan yang menewaskan Personil Brimob, Brigadir Manuel Simanjuntak yang bertugas di bank tersebut.

Tak berselang lama, beberapa orang yang terlibat dalam perampokan tersebut juga menyerang Mapolsek Hamparan Perak yang menewaskan tiga bintara.

Dua kasus besar yang menjadi perhatian nasional tersebut bisa diungkap jajarannya,bahkan pada saat itu Mabes Polri mengerahkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, sebab menurut Kapolri pada saat itu Bambang Hendarso Danuri perampok dan penyerang Mapolsek Hamparan Perak terkait jaringan teroris, tetapi, soal teroris di bantah Oegroseno dan memastikan mereka adalah kelompok bersenjata. Beliau dengan tegas mengatakan tidak ada teroris di Sumut.

Oegroseno Idolahkan Hoegeng

Irjen Pol Drs Oegroseno,SH adalah Pati Polri yang tegas, reformis, idealis dan merakyat serta punya integritas. Beliau sangat mengidolahkan Alm Hoegeng Imam Santoso mantan Kapolri yang terkenal tegas, bersih dan anti suap. Beliau terobsesi kejujuran dan kesederhanaan mantan Kapolri tersebut, sehingga beliau dalam melaksanakan tugas selalu mengadopsi apa yang dilakukan mantan Kapolri tersebut terutama dalam ketegasan dan prinsip.

Pria kelahiran 17 Pebruari 1956 yang masuk salah satu kandidat kuat calon Kapolri bulan Oktober 2010 kemarin merupakan figur yang merakyat dan terkenal punya prinsip. Sejak menjabat Kapolda Sumatera Utara 4 Maret 2010, banyak terobosan yang beliau lakukan terutama untuk merubah mindset dan cultureset Polri khususnya di wilayah Hukum Polda Sumatera Utara.

Dalam mempercepat pelaksaanan reformasi birokrasi Polri, beliau telah mencanangkan kunjungan ke Polres-polres bahkan ke Polsek terpencil sekalipun untuk melihat pelaksanaan refomasi birokrasi Polri sekaligus bertatap muka dengan masyarakat.

Beliau mengatakan jabatan Kapolda tidak hanya di kantor tapi harus turun ke lapangan. Ini sudah dilakukan beliau yang sudah hampir mengunjungi seluruh Polres di wilayah Hukum Polda Sumut termasuk ke Polres Nias.

Beliau juga membuka diri untuk menampung informasi dan pengaduan masyarakat dengan memberikan No telepon genggamnya ke masyarakat luas.

Baca Juga :  DEMOKRASI (bag-9 Selesai): Meratapi Nasib

Oegroseno juga sering menyamar mengunjungi Polsek-Polsek dengan mengendarai sepeda motor dan mengelilingi kota Medan dengan menaiki sepeda motor tanpa pengawalan. Hari Jumat, Sabtu dan Minggu dimanfaatkan mengunjungi Polres-Polres dengan menaiki Motor Gede (Moge) dalam rangka memantau Kamtibmas.

Dalam rangka menjaga suasana kondusif di Sumatera Utara beliau selalu mengutamakan dialog dan komunikasi karena beliau mengatakan kunci kesetaraan adalah komunikasi.

Ketika berdialog dengan masyarakat di Kabupaten Madina, Sibolga dan Humbahas, beliau mengatakan untuk ketertiban masyarakat tidak perlu hitung -hitung biaya, karena biaya untuk itu ada, disana bukan untuk memukul atau menindak keras, tapi mengingatkan jangan berbuat sewenang sewenang.

Ternyata dengan dialog masalah dapat diselesaikan. Dialog bukan harus dilakukan di kantor polisi tapi bisa juga di warung kopi. Kadang -kadang masyarakat di daerah pedalaman ingin ketemu pemimpin hanya untuk salaman, masyarakat di daerah sangat rindu dengan pemimpinnya,jadi jangan selamanya harus birokrasi dengan jalur jalur protokol untuk datang ke daerah, karena dalam era reformasi pemimpin harus rajin turun, jangan asyik dan duduk di belakang meja.

Tidak Boleh Lagi Ada Darah dan Air Mata Mengalir di Kantor Polisi

Dalam rangka merubah citra Polri yang selama ini terkesan seram atau menakutkan bilamana memasuki kantor polisi, Irjen Pol Oegroseno membuat konsep supaya masyarakat yang berurusan ke kantor polisi merasa nyaman dan sejuk, sejak beliau menjabat Kapoldasu, para tamu yang ingin beraudiensi atau ingin bertemu dengan beliau bisa langsung naik ke lantai dua di kantor Mapoldasu, untuk menemui Sespri untuk menyampaikan maksud bertemu, tapi itu bukan berarti tidak ada pengawasan dan penjagaan. Dari CCTV pasti nampak orang yang bertamu, tinggal untuk memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk ketemu beliau pemeriksaan yang ketat dari Provost agak diperlonggar.

Memang selama ini masyarakat mengganggap masuk ke kantor Polisi baik tingkat Polres, Polsek, Polpos nuansa menyeramkan sangat terasa, apalagi disaat pemeriksaan tahanan tindak pidana kejahatan seperti pembunuhan, pencurian, penipuan dan penggelapan, tersangka kemungkinan akan menjadi bulan bulanaan penyiksaan.

Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno mengatakan institusi Polri harus memberikan pelayanan publik yang terbaik. Kantor- kantor pelayanan dari Polda hingga Polpos harus dijadikan tempat yang nyaman dan menyenangkan bukan tempat yang menakutkan.

Beliau mengatakan, tidak boleh lagi ada darah dan air mata mengalir di kantor polisi. Mereka yang datang ke kantor polisi harus merasa nyaman, tidak akan merasa tertekan, teraniaya dan terzolimi.

Dari hasil berita acara pemeriksaan (BAP) di penyidik, biarlah pengadilan yang memutuskan,komitmen beliau untuk menindak bagi oknum polisi yang menganiaya tahanan sudah terbukti dengan pencopotan mantan Kapolresta Pematang Siantar yang diduga menganiaya Tahanan Andi Siahaan, wartawan sebuah televisi swasta dan pegungkapan kasus penembakan Zainal Abidin, seorang juru parkir yang dituduh membunuh Direktur PT. Sejati Luhur Medan dan oleh Pengadilan Medan beliau dibebaskan.

Pati Polri yang Tegas

Dalam rangka menjalin komunikasi yang inten antara polisi dengan masyarakat ,Kapoldasu membuat konsep “Police in Village” yaitu penempatan satu orang polisi berpangkat Aipda atau Aiptu di setiap desa. Program ini di resmikan beliau bulan Agustus 2010 yang lalu bertujuan mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan (DPO) dan teroris.

Baca Juga :  Negeri Mafioso

Selama ini para pelaku kejahatan dan teroris yang DPO tidak termonitor kalau bersembunyi di desa. Program ini juga dengan sendirinya akan menggugah hati masyarakat untuk membantu pihak kepolisian memberikan informasi. Hal ini sudah terbukti dalam mengungkap kasus pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Aksara Medan dan Pelaku Penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Polres Deli Serdang yang menewaskan 3 anggota Polisi.

Salah satu contoh peran serta masyarakat adalah pengungkapan persembunyian kelompok bersenjata di Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai yang diduga Pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Agustus lalu.

Pengungkapan kasus ini merupakan prestasi yang sangat membanggahkan Irjen Pol Oegroseno,bahkan beliau bernazar sama yang Maha Kuasa tidak akan makan binatang yang berdarah sebelum mengungkap kasus tersebut.

Sebenarnya ketegasan Irjen pol Oegroseno sudah terlihat ketika menjabat Kapoda Sulawesi Tengah yang pada saat itu kasus Tibo Cs,oleh beliau tidak mengeksekusinya karena beliau beranggapan Tibo Cs masih perlu untuk diperiksa kembali untuk mengorek keterangan siapa dalang kerusuhan Poso.

Akibat tindakan beliau tersebut beliaupun di mutasi ke Mabes Polri. Begitu juga waktu beliau menjabat Kadiv Propam Mabes Polri beliau dengan tegas akan mengusut penangkapan Susandi bin Sukatama alias AAN yang diduga terjadi rekayasa dan belum sempat diselesaikannya beliaupun di mutasi menjadi Kapolda Sumatera Utara.

Itulah ketegasan dari Seorang Irjen Pol Oegroseno yang kesehariannya sangat sederhana dan punya prinsip yang kuat terutama dalam mengungkap kebenaran. Ini tidak terlepas dari figur idolanya Jendral Pol (Purn) Hoegeng Imam Santoso yang sangat jujur dan tegas yang sampai sekarang menjadi legenda Rakyat.

Mudah-Mudahan akan lahir lagi Hoegeng baru di tubuh kepolisian, sehingga institusi Polri menjadi institusi yang dicintai rakyat.

Selamat menempati tugas baru bapak Irjen Pol Oegroseno sebagai Kalemdiklat Polri. Semoga di tempat yang baru bisa membuat paradigma baru dalam Pendidikan Polri dan selamat datang di Sumatera Utara buat Kapoldasu yang baru Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. *** (analisadaily.com)

*) Penulis adalah Pemerhati Kepolisian. Email: harahap_ malik@ yahoo.co.id.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*