Masyarakat Tapsel Benci Pemimpin Munafik

sejumlah para tokoh adat, dan agama saat bertatap muka dengan Balon Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M Pasaribu di sejumlah desa di Kec Batang Angkola, Sayur Matinggi, Angkola Selatan serta Siais baru-baru ini

www.inimedanbung.com
Masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tampaknya sudah mulai pintar-pintar menilai orang. Pada umumnya masayarakat sependaapat membenci sosok pemimpin yang ‘munafik’ dalam arti tidak sepadan antara perkataan dengan perbuatan, atau mudah umbar janji.

“Kami membenci pemimpin yang munafik, sebaliknya kami merindukan pemimpin yang perkataan dan perbuatannya sama, bukan yang hanya mampu mengubar janji.” Demikian diungkapkan sejumlah para tokoh adat, dan agama saat bertatap muka dengan Balon Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M Pasaribu di sejumlah desa di Kec Batang Angkola, Sayur Matinggi, Angkola Selatan serta Siais baru-baru ini.

Masyarakat Tapsel khususnya di kawasan Angkola – Sipirok sudah jenuh dengan berbagai janji para kepala daerah sebelum-sebelumnya. Terkesan teoritis, hanya mampu berkata namun tidak berbuat.

“Saat ini kita tidak perlu pemimpin pintar, kita butuh figur yang pandai dan bijak.”terang para tokoh-tokoh masyarakat secara terpisah dihadapan rombongan balon Syahrul M Pasaribu, juga Ketua Fraksi di DPRD-Sumut.

Pada umumnya, masyarakat keluhkan selama ini adalah soal infrastruktur, baik itu pembangunan jalan, drainase, sektor pertanian, perkebunan, maupun sektor kesehatan. Sebab semua sektor ini sebut masyarakat berkaitan dengan perekonomian rakyat.

“Pembangunan di Tapsel saat ini perlu dikejar, agar tertinggal jauh dari daerah lain di Sumatera Utara, “ujar Salohot Pasaribu, KUA Kec.Sayur Matinggi kepada, kemarin

Seyogianya menurut masyarakat, Kabupaten Induk Tapsel, harus lebih maju dari kabupaten/kota yang dimekarkan oleh kabupaten induk, ‘malah kondisi itu berbanding terbalik daerah Kabupaten/kota yang baru dimekarkan lebih maju dari pada kabupaten induknya Tapsel, nilai mereka.

“Inikan aneh, masa pembangunan di kabupaten induk jauh tertinggal dari daerah hasil pemekaran, “tukas mereka.
Atas keluhan sejumlah masyarakat, balon bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu berjanji apabila dipercaya mayarakat, dia akan melakukan inovasi-inovasi baru untuk menjawab semua keluhan mayarakat.

Baca Juga :  OP beras Madina capai 300 ton

“Sinergisitas dengan sejumlah lembaga dan berbagai elemen seperti Muspida, DPRD, dan Masyarakat juga pihak tingkat propinsi, dan pusat harus dijalin dengan baik, karena, hal itu salah satu faktor untuk mengejar ketertinggalan Tapsel kedepan,” kata Syahrul optimis sembari menyebut menjadi Kdh tidak boleh bermain sendiri (one man show), tetapi harus mampu bersinergi kepada pihak pihak terkait.
Masyarakat optimis, sosok Syahrul M Pasaribu yang memiliki segudang pengalaman di kancah politik selama ini akan mampu membangun Tapsel kearah yang lebih baik lagi. “Mari kita dukung agar Syahrul M Pasaribu menjadi Bupati Tapsel lima tahun mendatang,” ujar M Sibarani, mantan Dandim 0212/TS yang berasal dari desa Batu Roppak, Kecamatan Tano Tombangan.
Lebih jauh, Balon Bupati Tapsel H.Syahrul M Pasaribu mengucapkan ribuan terimaksih atas dukungan dukungan yang diberikan masyarakat. Ia menambahkan, apabila Yang kuasa mengijinkan nya menjadi bupati Tapsel, pembanguan infrastruktur jalan dan jembatan, pertanian, perkebunan akan menjadi salah satu program prioritas. Karena sektor tersebut berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian langsung masyarakat.

Kepada masyarakat dia menjelaskan, keputusan dirinya untuk mencalonkan diri menjadi Cabup Tapsel butuh proses sangat panjang. “Satu setengah tahun saya dan keluarga memikirkan desakan dari elemen masyarakat, tokoh serta rekan-rekan di DPRD Sumut untuk maju pada Pilkada Tapsel 2010, dan baru 1 muharram lalu keputusan maju diambil,” jelasnya.

Keputusan maju tersebut, selain desakan dan dukungan dari keluraganya, juga merupakan wujud dari petuah almarhum kedua orangtuanya, H.Hasan Pinayungan dan ibunya tercinta yang berpesan agar jangan pernah lupa akan ‘bona pasogit’ atau kampung halaman Tapsel.

“Petuah orangtua kami selalu terngiang dalam benak saya terus, yang hingga akhirnya saya putuskan untuk turut betarung berkompetisi merebut kursi ‘beringin 1’ pada Mei 2010 mendatang,” kenang Syahrul yang juga adik kandung Prof Bomer Pasaribu, mantan Menteri Tenaga Kerja RI, mantan Bupati Tapteng H Panusunan Pasaribu serta abang H.Gus Irawan Pasaribu, Direktur Utama Bank Sumut.

Baca Juga :  Sebagai sekolah tertua, SMAN 1 Sipirok terus berbenah & tingkatkan kualitas

Syahrul menambahkan, jika nanti dirinya terpilih untuk memimpin Tapsel kedepan, pembanguan infrastruktur jalan dan jembatan akan menjadi salah satu program prioritas karena akan sangat berdampak positif dan mengenai langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat.

“Insya Allah jika terpilih, masyarakat Tapsel tidak akan lagi mengeluh akan buruknya kondisi jalan yang telah menjadi penyakit menahun didaerah ini tahun demi tahun, “terangnya sembari mengatakan kepemimpinannya nanti bersifat kebersamaan artinya akan selalu bersinergi dengan masyarakat dan DPRD dalam menjalankan program-program kerja.

Para tokoh masyarakat yang hadir dalam kunjungan terpisah itu antara lain, Tokoh masyarakat Aek Badak Ismail Pulungan, Kepala desa Pardomuan Sitrong Sitorus, pimpinan parsulukan Nakasabandiyah masjid Al-Hidayah khalifah H.Abdollah Pulungan yang juga Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kecamatan Sayur Matinggi, Gandi (Napa), Masyumi (Simarpinggan), Iskandar Muda Siregar, (Tandihat), Arjun Siregar (Pintu Padang), Tongku Lembang Alam Dalimunthe (Simpang Bulu Soma), Jasaman Hasibuan (Mosa Julu) serta sejumlah tokoh dan cendikiawan lainnya. ***

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*