Masyarakat Tiang Aras Kecamatan Angkola Timur Minta Dibangun Sarana Air Bersih

Selasa, 27 Oktober 2009 – www.metrosiantar.com

INGAT AIR ADALAH UNTUK KEHIDUPAN

TAPSEL-METRO ; Masyarakat di lingkungan Tiang Aras, Kelurahan Batang Tura Sirumambe, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, meminta kepada anggota DPRD Kabupaten Tapsel, agar memperjuangkan pembangunan sarana air bersih bagi mereka.

Hal ini merupakan usulan tunggal yang disampaikan Kepala Lingkungannya (Kepling), Sobar Tanjung, di hadapan tiga anggota DPRD Tapsel asal Dapil IV, H Gunawan Siregar (Barisan Nasional), H A Rusdy R Harahap (PPD) dan Muhammad Faisal Siregar (Pakar Pangan), di acara reses perdana dewan periode 2009-2014, Minggu (26/10).

Di sela-sela reses, Sobar Tanjung, menceritakan, sejak perkampungan Tiang Aras ada, masyarakat selalu memanfaatkan air dari sungai Batang Tura baik untuk memasak, minum, mencuci, mandi dan sebagainya. Namun, akhir-akhir ini, kondisi sungai tidak memungkin lagi digunakan untuk memasak dan air minum. Pasalnya, air sungai sudah kotor dan menyusut terutama di saat musim kemarau.

“Yang menggunakan air tersebut tidak hanya kami saja, masyarakat Gunung Manungkap, Saba Tarutung, Jambu Batu yang berada di hulu sungai juga menggunakannya,” terang Sobar Tanjung.

Dijelaskannya, di kampung yang berpenduduk bermata pencaharian petani karet, padi, coklat dan lainnya tersebut memang ada sumber air, yaitu sumur gali yang ada di Surau kampung, namun tidak akan mencukupi jika seluruh masyarakat Tiang Aras yang berjumlah sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) menggunakannya. “Apalagi kalau musim kemarau, tidak akan mencukupi bagi masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Warga Pasar Matanggor Paluta Tuntut Pilkades Ulang!

Disinggung sumber air jika dibangun pipa untuk dialirkan ke masyarakat, mereka menilai sumber air dan debitnya belum bisa dipastikan apakah cukup untuk ke depan, kemudian kalaupun ada, sumber airnya berada di Gunung Manungkap yang bisa mencapai sekitar 3,5 kilometer.

Namun, diperkirakan mereka, kalau pembangunan sumur bor dengan kedalaman sekitar 50 meter saja cukup untuk membutuhi masyarakat asalkan dua sumur bor. “Kami perkirakan, kalau sumur bor lebih baik, diperkirakan saja 1 sumur bor akan memakan dana Rp50 juta,” sebut Sobar dan warga lainnya.

Sementara ketiga dewan menjelaskan, aspirasi masyarakat tersebut menjadi perhatian yang serius bagi mereka nantinya di rapat dewan. “Nanti kita tinjau kembali dengan intansi terkait untuk mengkaji permintaan masyarakat ini. Apakah sumber air di Tabusira bisa dibagi ke masyarakat Taing Aras, sehingga berbentuk DPAM kelurahan atau tidak. Ini menjadi perhatian serius bagi kami untuk

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*