Material Bangunan Ditumpuk di Badan Jalan, Jalinsum Psp-Sipirok Rawan Laka

Keberadaan material bangunan yang ditumpuk di badan jalan, tepatnya di tikungan Jalinsum Sipirok-Psp KM 2 membuat rawan kecelakaan lalu-lintas (lakalantas). Terbukti, di lokasi ini hampir saja merenggut nyawa pengendara sepeda motor dan supir truk yang nyaris bertabrakan.

Persitiwa lakalantas tersebut terjadi pada Selasa (31/1) sekitar pukul 10.00 kemarin. Akibat menghindari pengemudi sepeda motor, truk pengangkut makanan ringan bernopol BB 9345 NA jurusan Medan-Padangsidimpuan masuk beram dan oleng ke kiri. Untungnya, tak ada korban dari kejadian itu, tiga orang di dalam truk sama sekali tidak mengalami luka.
Pantauan METRO Rabu (1/2) truk masih berada di lokasi sehingga menyulitkan pengendara yang lalu lalang untuk melintas dan sesekali antrean kecil harus terjadi.

Diduga, masuknya truk ke beram jalan, karena di tikungan jalan tersebut sedang ada pembangunan bronjong. Sayangnya, material bangunan berupa batu ditumpuk di badan jalan sehingga menyisakan badan jalan hanya setengah saja yang sangat riskan terjadinya laka lantas. Apalagi di lokasi tidak ada tanda-tanda bahwa di lokasi tersebut sedang ada pekerjaan.
Kernek truk, Samsul (30) bersama rekannya kepada METRO mengatakan, sopir mereka terpaksa membanting setir lebih ke kiri karena dari arah berlawanan datang sepeda motor yang telah mengambil jalur mereka. Ternyata saat membanting setir, roda belakang telah terbenam di bekas paret jalan yang tertimbun.

Baca Juga :  Tim Pemenangan Prabowo-Hatta : Prabowo-Hatta Raih 74,95 Persen di Sidimpuan

“Kami jalannya pelan saja. Tetapi saat di tikungan, dari arah berlawanan datang sepeda motor dan sudah sempat mengambil jalur kami, karena jalur sebelahnya ada tumpukan material bangunan. Untuk mengelakkan lakalantas, sopir langsung membanting setir ke kiri, dipikirnya tanah keras ternyata tidak dan truk terperosok masuk beram,” katanya.

Ketika ditanya keberadaan mereka di dalam truk pasca kejadian, Samsul menjawab baik-baik saja, dan sopir telah mengupayakan angkutan lain untuk menjemput barang itu. “Sopir sedang menjemput truk lain. Semalam kami coba menariknya, tetapi tak berhasil, makanya kami berinisiatip, muatan dipindahkan dulu baru ditarik,” katanya.

Salah seorang pengguna jalan, Rama (34) juga sangat menyesalkan tindakan pekerja bronjong yang menumpukkan material bangunan di badan jalan karena sangat membahayakan. “Inilah salah satu bentuk perilaku sesuka hati yang tidak memperdulikan kepentingan orang lain. Lalu na tu sia sajo (baik sama dia aja, red), kalau ditumpukkan di seberang jalan kan lebih aman,’’ katanya sambil berlalu.

Hingga Rabu (1/2) kemarin sekira pukul 16.15 WIB, truk belum bisa keluar dari beram jalan tersebut.(ran/mer)

www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*