Mati Ketawa Cara DPR dan Politisi

DI TOILET BANDARA

Seorang politisi terkenal sedang berada di toilet Bandara di sebuah daerah. Ia akan kembali ke Jakarta selepas melakukan kunjungan kerja. Ketika sedang melamun sambil melepas hajatnya di WC tersebut, ia mendengar suara seseorang dari bilik WC di sebelahnya bertanya, “Apa kabar pak?” Agak bingung karena ia belum pernah mengobrol ketika sedang di WC sebelumnya, akhirnya malu-malu ia menjawab, “Baik.”

“Kabar Ibu dan anak-anak bagaimana pak?” orang di bilik sebelah terus bertanya.
“Oh..semuanya baik, sehat. Terima kasih.” jawab sang politisi.
“Bagaimana kondisi Jakarta saat ini, pak?”
“Yah..biasa lah, masih macet, kalau hujan banjir.”
“Oh ya pak, minggu depan saya mau ke Jakarta. Apa boleh saya bertemu bapak?”
“Boleh..Silakan. Saya tunggu.”

Percakapan itu terus berlanjut, sampai akhirnya…
“Sudah dulu ya pak. Nanti saya telpon lagi. Soalnya ada orang idiot di sebelah saya yang menjawab
semua omongan saya!!”

=====

PILIH SURGA ATAU NERAKA

Ketika sedang berjalan-jalan, seorang anggota DPR meninggal dunia secara tragis karena tertabrak sebuah truk. Singkat kata sampailah ia di akhirat. “Selamat datang”, sambut satu malaikat di pintu gerbang akhirat. “Saya mendapat perintah dari atas, bahwa sebelum anda menetap secara abadi di sini, saya harus membawa anda untuk menghabiskan 1 hari di neraka dan 1 hari di surga,”, malaikat itu menjelaskan,”setelah itu anda bisa memilih untuk tinggal di salah satu tempat tersebut selamanya.”

“Oh tidak perlu..yang pasti saya ingin tinggal di surga lah.”, jawab sang politisi.
“Tidak bisa, itu sudah ketentuan.” setelah berkata demikian, malaikat membawa politisi kita menuju lift, dan mereka berdua turun ke neraka. Pintu lift terbuka, dan terlihat lah padang golf yang hijau dan luas. Di kejauhan terlihat pegunungan hijau berbaris. Sang politisi melihat teman-temanya sedang berpesta, makan, minum, menyanyi dan tertawa-tawa. Semuanya bahagia dan semua menggunakan pakaian yang serba mewah dan indah. Satu hari selesai. Kemudian lift bergerak ke atas menuju surga. Pintu terbuka ia melihat para penghuninya sedang bernyanyi, bermain musik dan bercengkrama, lompat dari satu awan ke awan lain. Akhirnya waktu 2 hari sudah selesai dan ia harus menentukan pilihan.Ia berkata kepada malaikat, “Saya sudah melihat surga dan neraka. Di surga suasanya tenang, tetapi saya lebih suka di neraka, karena semuanya penuh kegembiraan. Saya pilih neraka!”

Baca Juga :  Humor Gus Dur - Gus Dur dan Megawati Ternyata Saudara?

Akhirnya malaikat membawa sang politisi ke lift, mereka turun, turun, dan turun ke neraka. Wussh..tiba-tiba ia berada di tengah padang pasir yang gersang dan panas. Dan semua teman-temannya yang ia kenal mengenakan baju rombeng dari karung goni, yang penuh lubang. Wajah mereka hitam legam. Mereka semua sedang mengumpulkan sampah. Satu iblis datang mennghampiri.

“Kemarin kan tidak seperti ini!” teriak politisi ini, “kemarin ada padang golf, pegunungan hijau. Kenapa sekarang seperti ini?”
Iblis melihat kepada sang politisi dan tersenyum, “Kemarin kan kita lagi kampanye. Dan sekarang…anda sudah memilih kami.”

======
BERAPA IQ ANDA?

Albert Einstein sedang berada di sebuah pesta. Ia berkeliling menyapa para tamu. Kepada wanita yang pertama ditemuinya ia memperkenalkan diri dan bertanya, “Berapa IQ anda?” wanita tersebut menjawab, “200”. “Luar biasa,” Einstein berkata, “kita bisa berdiskusi tentang teori relativitas khusus dan umum, teori Big Bang dan misteri alam semesta. “Einstein kemudian memperkenalkan diri kepada orang kedua yang ditemuinya dan bertanya, “Berapa IQ anda?”, “150” jawab orang itu. “Hebat,” kata Einstein, “kita bisa berbicara mengenai politik, dan topik-topik yang sedang hangat. Pasti akan menarik.”

Einstein terus berkeliling, sampai ia tertarik dengan seorang pria. Ia menepuk pundak orang itu, dan bertanya, “Berapa IQ anda?”, laki-laki itu menjawab, “79.”. Einstein menjulurkan tangannya, menjabat tangan orang itu dan berkata, “Apa kabar? Anda pasti anggota DPR.”

======

Seorang politisi dari Indonesia melakukan kunjungan kerja ke India. Di sana ia diundang makan malam di rumah seorang senator India. Ia terkagum-kagum melihat kemewahan rumah sang senator, “Luar biasa,” ia berkata dalam hati.
Ia bertanya, “Bagaimana anda sanggup membeli rumah semewah ini dengan gaji seorang senator?”
Senator tersebut tersenyum dan mengajaknya ke jendela.
“Anda lihat jembatan di atas sungai itu?”
“Ya.”
“2,5% dari situ.” senator tersebut tersenyum lebar.
Beberapa bulan kemudian senator India tersebut melakukan kunjungan balasan ke Jakarta. Ia diundang ke rumah sang politisi. Ia terpesona oleh kemewahan luar biasa rumah sang politisi. Lantai marmer, lampu kristal, lukisan-lukisan indah, dan benda seni mahal menghiasi rumah sang politisi.
“Bagaimana mungkin anda bisa membeli ini semua dengan gaji anda?” senator tersebut bertanya.
Politisi tersebut tersenyum dan mengajak tamunya ke jendela.
“Anda lihat sungai itu?”
“Ya”
“Anda lihat jembatan di atas sungai itu?”
Senator India ini bingung, melihat kembali ke arah sungai itu, lantas berkata, “Jembatan apa? Saya tidak melihat jembatan satu pun di atas sungai itu!”
Politisi ini tersenyum lebar dan berkata, “100%.”

Baca Juga :  Kehilangan Dompet di Balai Lelang

======
Aburizal Bakrie sedang berjalan-jalan, ketika ia terperosok ke dalam sebuah lubang. Untung baginya ada 3 orang anak yang sedang bermain di sekitar situ, sehingga ia tertolong. Sebagai ucapan terima kasih, ia berniat memberikan anak-anak tersebut hadiah. “Saya mau Play Station.” kata anak pertama. “Sepeda mini dan mobil-mobilan.” kata anak kedua. Anak ketiga berkata, “Tolong sediakan satu lubang di samping makam nenek saya.”. Aburizal bingung dengan permintaan anak ketiga ini, “Kenapa permintaan kamu seperti itu?”. “Soalnya…” anak itu berkata dengan wajah ketakutan dan raut wajah penuh penyesalan, “ayah pasti membunuh saya, kalau beliau tahu saya sudah menolong anda.”

Sumber: (zakywahyudi2010: ) – http://forum.tempointeraktif.com/node/669

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*